Teranyar

    Persib Rongsok Karena Degradasi Moral & Mental !

    13 November 2017 16:56
    Laga kontra Perseru Serui menjadi laga penutup Persib dalam Liga 1 ini. Alih-alih mendapat hasil manis dari laga akhir, farewell party yang dicanangkan oleh Bobotoh harus sirna karena justru Perseru lah yang berhasil meraih kemenangan.

    Skor akhir 0-2 memastikan Persib harus menutup kompetisi liga dengan hasil yang sangat pahit. Gagal menjaga kesakralan kandang sendiri.

    Ieu Rame Lur: Nuhun Sib! Kubur Segera 'The Golden Era'

    Mau Tiket VIP Persib Gratis? Klik Di Sini...

    Secara perolehan nilai Persib memang tidak akan terkejar lagi oleh ketiga tim yang berada di ZonaDegradasi, tapi di sini saya berpendapat bahwa Persib masih berada di Zona Degradasi.

    Dalam KBBI, degradasi berarti kemunduran, kemerosotan, penurunan, dsb (tentang mutu, moral,pangkat, dsb). Musim ini, Persib memang banyak sekali mengalami kemunduran dan kemerosotan.

    Betapa sedihnya, ketika tim yang di awal musim musim gebyar diperkenalkan, “golder era” dinamakan, bahkan target juara dicanangkan. Justru diakhir musim malah berjibaku untuk terhindar dari jeratan degradasi. Istilahnya seperti awal hubungan yang lantang membicarakan pernikahan tapi akhirnya malah rumit sendiri mempertahankan hubungan.

    Degradasi Moral
    Seorang guru ahli bahasa mengartikan degradasi moral adalah penurunan tingkah laku manusia akibat tidak mengikuti hati nurani, karena kurangnya kesadaran diri terhadap kewajiban mutlak. Hal ini lah yang saat nyata terlihat di kubu Persib.

    Julukan “anak emas” sudah tidak dapat dielakan lagi, regulasi demi regulasi terus dilanggar atas dasar kesepakatan dan demi kebaikan.

    Ini bukan soal Persib selalu diuntungkan tapi masalah moral dan etika rasa malu akan kecurangan.

    “Morality is of the highest importance. But for us, not for God.” -- Albert Einstein

    Managemen Persib harus berbenah diri dari masalah ini. Komposisi pemain dan keuangan yang sehat seharusnya memuluskan Persib menuju tangga juara, bukan menghalalkan segala cara dalam meraih tahta.

    Antik, manajemen yang ini mempermasalahkan lini depan, yang lainnya mempermasalahkan lini belakang, sang pelatih membuat eksperimen di lini tengah, mereka lupa bahwa yang harus disalahkandan diperbaiki adalah lini dalam. Diri mereka sendiri.

    Degradasi Mental
    Ingin segera mengakhiri kompetisi adalah rasa yang tepat untuk saat ini. Diawal hingga akhir musim Persib adalah bahan olok-olokan yang tidak berkesudahan. Dan saya selaku bobotoh merasa heran dengan dengan tanggapan dan respon dari Persib sendiri.

    Persib cenderung diam dan pasrah menerima olok-olokan, celaan bahkan makian. Ini bukan masalah mental Persib yang kuat menahan segala cercaan, tapi ini masalah mental Persib yang tak mau menyudahi secara jantan.

    “Kurang percaya diri mengakibatkan seseorang kurang maksimal di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya”.

    Mantan pemain Persib pun mulai menyikapi Persib dalam segi permainan. Beberapa media mengabarkan bahwa pemain Persib sudah kehilangan mental bermain, mental menang, apalagi mental juara.

    Jangankan untuk comeback dari kekalahan, untuk meraih kemenangan pun Persib merasa kesulitan. Dan jangankan meraih kemenangan, untuk mencetak gol pun Persib merasa buntu dan tak punya jalan.

    Degradasi Dedikasi
    Sebuah pengorbanan, tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilah dan sesuatu yang dianggap mulia. Wujud dedikasi Bobotoh tehadap Persib seakan dilemahkan. Masukan demi masukan hanya dianggapangin belaka oleh kubu managemen.

    Terkadang saya sering berfikir, apa yang Persib dapat dari sosial media ?

    Padahal disana banyak “polisi moral” seharusnya Persib bisa berbenah dalam hal moralitas. Lalu apa yang Persib dapatkan dari Bobotoh? Padahal jelas Bobotoh adalah pembangkin semangat dan mental.

    Setidaknya mereka bisa berbenah dari segi mentalita.

    Bobotoh sudah turun kejalan meluapkan segala bentuk kekesalan. Jika tidak ada perubahan, maka ejekan, cacian, bahkan makian bukan lagi kalimat yang sepadan. LAWAN!

    Tim-tim yang terdegradasi di liga tidak sepenuhnya memiliki moral dan mental yang terdegradasi juga. Karena bisa saja justru merekalah yang bermoral dan bermental juara.

    Begitupun, tim-tim yang berada di jalur perburuan juara tidak menutup kemungkinan bahwa moral dan mental mereka yang terdegradasi.

    Persib bukanlah tim yang berada di jalur juara, atau bermoral dan bermental juara. Tapi saya melihat Persib hanyalah tim yang hampir terdegradasi di liga dan masih berjibaku untuk keluar dari zona degradasi mental dan moral. Menyedihkan bukan?

    PERSIB, TAHUN INI KAMU RONGSOK! (Bobotoh.id/Ricky N.Sas)

    Ditulis oleh Muhammad Luthfi Fadhlullah yang bisa disapa di akun @MLFadhlullah

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Mau dapat tiket VIP gratis? Caranya mudah, silahkan kontak WA 089662541246 lalu klik di sini dan ikuti aturan mainnya, der ahhh.... Hatur nuhun ! (Isi Kode Reseller : RDK10)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli