Teranyar

    Persib Tak Pantas Degradasi !

    7 November 2017 14:22
    Sebelum dan Setelah pertandingan tanggal 3 november antara Persija vs Persib, explore instagram saya tiba-tiba dipenuhi oleh Persija dan Persib, dari kejadian dipindahkan veneu dari Bekasi ke Solo, hingga aksi pemberhentian laga di menit ’83 oleh wasit.

    Setelah hari H pertandingan, muncul sebuah fenomena yang menyudutkan Persib dan membuat saya jengkel, apalagi kalau bukan ancaman degradasi bagi kubu Persib. Terjadi pro kontra tentang ini, ada yang membuat susana menjadi adem, ada juga yang membuat suasana semakin panas, terutama akun yang menamakan diri “troll”, bukannya bikin adem, malah bikin suasana tambah panas.

    Ieu Rame Lur : Waduh, Persib Didenda Rp.138 Juta Lebih ! Ini Rinciannya....

    Mau Tiket VIP Persib Gratis? Klik Di Sini...

    Berkaca dari pertandingan sepak takraw putri yang melakukan aksi WalkOut (WO), masyarakat indonesia merasa harga diri bangsa dicurangi oleh wasit. Sekiranya begitulah keadaan yang sama dengan Persib, yaitu harga diri.

    Tapi bukan itu yang akan saya bahas, yang akan saya bahas adalah penggunaan pasal 13 yang seolah-olah menyudutkan si public enemy ini. Berikut ini Pasal 13 yang dimaksud :

    Setiap klub dapat diangap dan dinyatakan mengundurkan diri dari Liga 1 apabila :

    1. Pasal 13.1 : Mengundurkan diri setelah dimulainya Liga 1, atau

    2. Pasal 13.2 : Menolak untuk melanjutkan pertandingan Liga 1, atau

    3. Pasal 13.3 : Meninggalkan lapangan atau stadion sebelum selesainya pertandingan yang dijalankan

    Mengapa saya merasa tidak ada satu poin pun diatas yang akan memberatkan Persib? Mari ijinkan saya memberi opini :

    1. Pasal 13.1 : Poin ini tentu tidak akan memberatkan Persib karena liga sudah berjalan dan Persib tidak mengundurkan diri.

    2. Pasal 13.2 : layaknya penggunaan kata “pakai” di kasus Ahok, pengunaan kata “Pertandingan” disini tidak jelas, apakah status pertandingan disini yang sedang digelar, atau pertandingan yang belum digelar.

    3. Pasal 13.3 : tanpa perlu datang ke stadion, kita lihat sebelum wasit meniup peluit, Persib masih berada dilapangan/stadion, jadi menurut saya poin ini tidak bisa dijadikan alat pemberat hukuman bagi Persib.

    Terlepas dari opini saya tentang pasal 13, banyak hal-hal yang menggangu saya juga seperti dianulirnya gol Ezechiel, tekel horor Rudi Widodo, handsball nya Jupe, penaltinya Bruno, mulutnya para manager liga 1 yang semakin memperkeruh suasana, hingga supporter Persib yang nangis-nangis dll. Namun hal seperti itu sudah biasa, ancaman degradasi yang jarang terjadi di liga kita. Mungkin karena ini Persib si “Anak Emas”a.ka public enemy.

    Sekiranya begitu saja opini saya, mungkin akan ada pro dan kontra, namun ini opini pribadi saya, semua boleh disanggah. Terlepas dari itu saya sebagai Bobotoh menginginkan Persib tidak terdegradasi ke liga 2, dan saya meminta kepada Bobotoh/The Jakmania atau siapapun itu untuk menghentikan segala hal yang lebih banyak Mudharatnya daripada manfaatnya.

    Percayalah, hal itu tidak akan membuat sepakbola Indonesia maju seperti yang kalian inginkan. (Gilang Ramadhan) (Foto : Ilustrasi)

    *Penulis merupakan anak tukang jahit yang tidak ingin melihat sepakbola Indonesia hancur gara-gara Sosmed

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.


    Mau dapat tiket VIP gratis? Caranya mudah, silahkan kontak WA 089662541246 lalu klik di sini dan ikuti aturan mainnya, der ahhh.... Hatur nuhun ! (Isi Kode Reseller : RDK10)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli