Teranyar

    Republik Maung: Antara Mapay Gawir, Bobotoh Sejati & Bobotoh Karbitan!

    12 June 2017 22:15
    Agus Kusdinar

    Ada tiga istilah yang menjadi trending topic jika peforma Persib dalam keadaan kurang baik setelah menjalani pertandingan. Baik itu pertandingan tandang ataupun Kandang.

    Entah siapa yang pertama kali menemukan istilah tersebut, karena sering diucapkan ketika para Bobotoh sedang membahas tentang Persib. Baik di Media Sosial maupun di luar Media Sosial ketika lagi ruang- riung ngaler-ngidul membahas Persib.

    Ada 3 Istilah yang sering saya temukan yang cukup populer di tahun 2017. Meskipun agak nyeleneh tapi cukup menggelikan dan membingungkan karena bahasanya cukup membuat seseorang bertanya -tanya. Mungkin hanay Bobotoh yang berbahasa Sunda saja yang lebih faham.

    Berikut 3 sebutan yang lagi nge-trend di media sosial :

    Ieu Rame Lur: Apakah Gagalnya Vlado Menajong Pinalti Berhubungan Dengan Hal Ieu?

    1. Strategi Mapay Gawir,
    Pendapat saya, strategi Kuch Djanur dalam taktik bermainnya dominan dengan cara penyerangannya lewat sektor sisi sayap. Permainan ini identik dengan cara bermainnya sosok Atep.

    2.Bobotoh Sejati
    Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Bobotoh berasal dari bahasa Sunda yang berarti orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain. (sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Bobotoh).

    Di Fanspage Bobotoh.id dengan versi bahasa sunda Bobotoh artinya 'nyaeta ngadukung anu arek atawa eukeur ngadu jajaten'.

    Sedangkan Sejati yang berarti Aseli, Tulen, Murni (Sumber : http://kbbi.kata.web.id/sejati/).

    Jika melihat arti dua kata ditersebut bisa disimpulkan bahwa Bobotoh Sejati adalah yang mendukung secara murni/aseli yang mau bertanding atau lagi bertanding.

    3. Bobotoh Karbitan
    Bobotoh karbitan saya definisikan dari perbincangan komentar dan postingan melalui medsos lewat Medsos. Saya bisa menarik kesimpulan Bobotoh Karbitan yang artinya Mendukung ketika senang ( Persib bermain bagus sesuai dengan harapan ) dan selalu meluapkan kekecewaannya dengan terbuka ketika Persib lagi bermain tidak bagus (Butut)

    Ke tiga istilah itu belakangan ini sering terjadi di setiap perbincangan. Istilah Mapay gawir pun sebagai istilh pendatang baru di era Djanur, lumayan cukup unik yaitu istilah strategi yang sering diterapkan oleh Kuch Djanur.

    Untuk poin 2 dan 3 adalah istilah Bobotoh Sejati dan Karbitan yang di sini saya kurang setuju dengan istilah tersebut. Dikarenakan sangat tidak baik karena perbedaan pendapat sampai ada penilaian sepihak.

    Padahal pada prinsipnya semua Bobotoh sama saja mendukung Persib. Hanya cara pandang yang berbeda sehingga sering terjadi perdebatan dan menyudutkan Bobotoh tertentu karena perbedaan pandangan dalam mendukung Persib.

    Istilah - istilah 'nyeleneh' yang sering terjadi karena keragaman Bobotoh dalam cara mendukung dengan ciri khasnya, mungkin jika berpikir sempit kita akan merasa tersinggung,. Tetapi jika kita berpandangan secara bijak tidak jadi masalah, karena istilah tersebut hanyalah fenomena yang sering terjadi di dalam ruang lingkup
    Bobotoh yang kadang bahasanya pikaseurieun.

    Jadikanlah perbedaan istilah sebagai jembatan untuk mempererat diri dari kalangan Bobotoh, karena dengan pembahasan istilah tersebut kita akan lebih akrab satu sama lain. Perlu dicatat masalah yang terjadi akan timbul jika kita menyikapinya terlalu berlebihan. Apabila setiap masalah ditanggapi dengan penuh bijak tanpa harus di
    dramatisir hasilnya akan berbeda.

    Satu untuk Persib, tanpa harus mempermasalahkan perbedaan! (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis oleh Agus Kusdinar Dengan Semangat Kebhinekaan

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli