Teranyar

    Republik Maung : Pantaskah Kalian Berbaju Persib !

    5 June 2017 14:24
    Apa yang terjadi tadi malam di stadion sebenarnya lebih dari sekedar kericuhan suporter, itu adalah manifesto ketidakpercayaan dari suporter kepada para pemain, mereka seakan hendak meminta kembali “mandat” itu.

    Memang benar hubungan tanggung jawab antara orang di PERSIB secara yuridis tidaklah melibatkan bobotoh, namun dalam perspektif yang lebih luas, sejatinya para pemain adalah bekerja secara profesional untuk klub yang membayar mereka, dan bekerja secara emosional dan moriil untuk para fans.

    Bobotoh sporadis

    Jikalau ada catatan itu adalah terkait ketidakfokusan bobotoh untuk berpikir rasional terkait penampilan tim yang dianggap buruk. Bobotoh hanya merasakan kekecewaan dan meluapkan emosi, bukti nyata adalah ketidaksinergisan saat meluapkan ekspresi di lapangan, ada yang nekad masuk lapang meneriaki pemain, ada yang berteriak Djajang mundur, sementara lainnya membentangkan spanduk, oleh karena itu betapa bingungnya saya mengapa disaat kita memiliki tujuan yang sama kok masih juga ada yang mengedepankan sekat-sekat bobotoh, betapa tidak pentingnya saya pikir untuk membahas pro-kontra terkait flare tadi malam ataupun malah ada bobotoh menghajar hingga babak belur sesama bobotoh yang menerobos masuk lapang meneriaki pemain, mengapa tidak bisa menepikan ego sesaat ketika harapan dan tujuan kita benar-benar sama, biar semua tumpah, tersalur tak terbendung tanpa harus melihat bendera kelompok bobotoh tertentu, sungguh pertimbangan materi menjadi begitu kecil jika dibandingkan hal besar yang bisa terjadi tadi malam. Aksi-aksi yang seharusnya bisa menjadikan malam tadi menjadi malam yang tak terlupakan bagi seluruh skuat 2017, justru malah menjadi ajang yang tak jelas, karena satu pihak memberi tekanan, tapi di lain pihak tampak bobotoh yang memeluk dan berselfie ria.

    Ieu Rame Lur : Bobotoh Ancam Boikot & Kosongkan Stadion Saat Persib Menglawan Persiba !

    Pembuktian

    Momentum untuk memberi pemahaman kepada seluruh pemain bahwa penampilan buruk mereka berdampak serius dan bukan hal sepele sebenarnya cukup berhasil, walau berbalut penampakan-penampakan sentimentil yang menjijikan. Energi bobotoh tidak terbuang dan takkan sia-sia. Seharusnya pemain mengerti bahwa jika Djanur yang dianggap bertanggung jawab, itu hanyalah konsekuensi logis resiko profesi pelatih, parameternya sangat teknis....
    Namun sesungguhnya kekecewaan yang paling serius itu menyasar kepada para pelaku langsung di lapangan....karena parameter nilainya bukanlah persoalan teknis...ini bukan masalah bisa atau tidak bisa......tetapi tentang pantas atau tidak pantas....

    “PANTASKAH KALIAN BERBAJU PERSIB ?!”

    Sementara pembuktian bagi kang Djanur sudah cukup hingga tadi malam, pembuktian pertama bagi pemain akan dimulai minggu mendatang saat PERSIB tampil di hadapan publiknya sendiri, tak perlu membuktikan kepada pelatih....buktikan saja kepada kami, kami yang paling mengerti bagaimana menilai cara bermain dengan hati dan totalitas di lapangan. (Eko "Maung" Noer Kristiyanto)

    *Penulis adalah redaktur senior di Bobotoh.id


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli