Teranyar

    Republik Maung: Pertandingan Pembuktian 'Kuch' Djanur!

    11 June 2017 15:23
    Agus Kusdinar

    Pekan ke 10 Liga 1 melawan Persiba Balikpapan, merupakan hari pembuktian, di mana Sang Juru Taktik belakangan ini sedang dalam tekanan Bobotoh. Baik di media sosial, maupun di luar media sosial.

    Kabar mundurnya Djanur karena situasi memanas diakibatkan berbagai tekanan dari pihak Bobotoh. Bobotoh mengkritik kondisi tim yang tak kunjung ada perubahan dalam segi permainan.

    Ieu Rame Lur: Persiba Teu Sieun Nama Besar Persib!

    Belum ada tanggapan resmi dari pihak Manajemen. Kini Djanur harus melaksanakan kewajibannya sebagai Juru Taktik di Persib apapun yang terjadi.

    Mungkin ini kesempatan Djanur untuk membuktikan kepada publik Bobotoh bahwa beliau masih layak untuk menukangi Persib. Meskipun akhirnya harus mundur sebagai Juru Taktik Persib Bandung.

    Karena pertandingan terakhir ini akan membuktikan kemampuannya sedemikian rupa dengan hasil yang baik. Karena hasil yang baik akan menutupi luka yang menganga dari hasil- hasil sebelumnya.

    Hasil yang kurang baik merupakan mimpi buruk bagi Kuch Djanur sendiri. Karena jika akhirnya meninggalkan Persib akan menyimpan memori yang kurang indah di akhir cerita.

    Hari pembuktian di mana situasi memanas sudah mulai reda, dan sebagian Bobotoh mendukung Djanur untuk kembali menukangi Persib selanjutnya dengan hastag #saveDjanur.  Jika hasilnya bagus mungkin akan menyimpan kesan baik apabila Kuch Djanur sendiri memutuskan untuk mundur.

    Meskipun manajemen belum memutuskan secara resmi keputusan mundurnya Sang Juru Taktik uru latih Persib ini, tapi kesempatan berpeluang besar untuk kembali sebagai juru latih di Persib. Tentu dengan pembuktian memenangkan pertandingan yang dibarengi permainan lebih baik dari sebelumnya.

    Untuk memperbaiki segalanya yang sempat memanas mungkin di pekan ke-10 ini. Dengan demikian kekuatan Pelatih dan Pemain ditunggu oleh Bobotoh setelah usai meghadapi hari-hari dengan tensi suhu yang sempat memanas baik internal maupun ekternal.

    Mengembalikan situasi kembali normal perlu ada dukungan dari pihak Bobotoh untuk memompa semangat tim Persib. Jika ini berhasil maka posisi Bobotoh sebagai pemain ke- 12 sangat sangat dominan diperlukan meskipun dengan ragam cara mendukungnya.

    Tetapi sebaliknyajika tidak sesuai harapan mungkin bisa terjadi sebaliknya karena perjuangan Bobotoh di hari-hari sebelumnya untuk mengembalikan situasi yang kembali kondusif bisa jadi mengurangi kepercayaan kepada Kuch Djanur untuk tetap berada di Tim Persib sendiri. Karena Pembuktian yang nyata adalah prestasi, bukan hanya wacana saja.

    Semua kejadian yang menimpa Persib sendiri yang sempat memanas, menurut saya sendiri jika Kuch Djanur menerimanya sebagai cambuk untuk lebih baik dari sebelumnya. Saya optimis, Persib akan memenangkan pertandingan dengan permainan yang lebih baik dari sebelumnya.

    Karena cambuk ini pernah terjadi kepada seorang Kim Jeffrey Kurniawan yang bisa melewati hari - hari buruk di Persib. Akhirnya Kim bisa melewati masanya, menjadi idola Bobotoh dengan membuktikan bahwa dia bisa.

    Untuk menjadi lebih baik itu tidak hanya dalam bentuk pujian, karena pujian itu tidak selalu diperlukan dan tidak baik untuk mendidik mental. Apalagi jika permainan itu tidak sesuai dengan yang diharapkan.

    Seringnya dipuji bisa jadi turunnya mental ketika seseorang melemparkan kekecewaanya dengan nada-nada kasar. Berdampak buruk bagi pribadinya sendiri menjadi anti kritik, jika hal itu terjadi akan sulit intropeksi dan akan mengedepankan egonya sendiri.

    Tong ngarasa adigung mun dipuji, tong ngarasa hina mun di cela, Insya Aalloh Persib bakal Juara.
    (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis dengan optimisme dan cambuk oleh Agus Kusdinar

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.



    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli