Teranyar

    Serial Fast & Furious Meakeun 6,8 Triliun Untuk Hancurkan Mobil Mewah!

    1 April 2017 13:41
    Sebuah perusahaan asuransi baru-baru ini merilis penghitungan total biaya kerusakan akibat pembuatan serial Fast and Furious. Total biaya tidak tanggung-tanggung, selama tujuh seri film ini sudah menghabiskan US$514 juta atau lebih dari Rp. 6,8 triliun!

    Serial film yang digawangi Vin Diesel ini memang terkenal menggunakan serangkaian mobil canggih nan mahal hanya untuk dirusak di layar lebar.

    Ieu Ramé Lur: Terbawa Badai, Seekor Hiu Mengacleng Ke Jalanan!

    Perusahaan asuransi InsuretheGap.com menghitung kerusakan mobil dan biaya yang harus ditanggung karena aksi para pemeran dalam film tersebut.

    Dilansir CNNIndonesia.com dari Hollywood Reporter, secara keseluruhan, serial Fast and Furious sudah menghancurkan 142 mobil biasa, 37 kendaraan khusus, dan 31 unit bangunan. Selain itu, sebanyak 169 unit mobil biasa, 53 unit bangunan, dan 432 barang rusak dari serial ini.

    Perusahaan tersebut juga mencatat, dari 142 mobil yang hancur, nilai tertinggi ada pada mobil Lykan Hypersport buatan W Motors dengan harga US$3,4 juta atau Rp. 45 miliar. Dari tujuh serial yang sudah tayang, film ke-tujuh atau Furious 7 memiliki total kerusakan terbanyak dibanding enam film lainnya.


    Dan secara keseluruhan, tercatat karakter paling banyak yang melakukan kerusakan adalah protagonis dengan nilai US$320 juta, dibandingkan antagonis senilai US$194 juta.Namun, bila dibandingkan per tokoh, sosok Deckard Shaw yang diperankan oleh Jason Statham adalah pelaku perusak tertinggi dengan nilai kerusakan hingga US$182
    juta.

    Berdasarkan hitungan, biaya kerusakan yang harus ditanggung semakin meningkat dengan kenaikan paling tajam terjadi untuk memproduksi Furious 7.

    Tetapi total biaya kerusakan tersebut tidak ada artinya bila dibandingkan pendapatan keseluruhan serial tersebut. Selama tujuh seri Fast and Furious, kisah kebut- kebutan di jalan itu sudah mengantongi pendapatan lebih dari US$3 miliar atau lebih dari Rp. 51,9 triliun.

    Pendapatan tertinggi masih dicapai oleh Furious 7 dengan US$1,5 miliar atau Rp. 20,2 triliun. Padahal, biaya film tersebut 'hanya' US$190 juta atau Rp. 2,2 triliun.

    Kesimpulan data tersebut didapat dari analisis biaya berdasarkan jumlah kerusakan mobil dan bangunan setiap film. Perusahaan asuransi itu juga melibatkan konsultan otomotif Nacho Llacer dalam penghitungannya.

    Namun temuan ini masih dapat berubah mengingat serial ke-delapan, Fate of the Furious yang tayang 14 April nanti. (Bobotoh.id/RCK)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli