Teranyar

    Sering Ditipu, Egy Kini Petik Hasilnya!

    11 March 2018 20:43
    Ada cerita pilu di balik kesuksesan bintang muda Indonesia, Egy Maulana Vikri di usia belianya. Hal itu terjadi ketika pemain asal Medan ini menginjak masa remaja. Hebatnya, dia mampu bangkit dari titik terendah itu dan tetap melanjutkan karier sepak bolanya hingga kini.

    Pesepak bola yang baru menginjak usia 17 tahun, Egy sudah mampu menorehkan prestasi cukup gemilang di dalam karier sepak bolanya. Selain moncer bersama Timnas, Egy berhasil menyabet gelar individu bernama "Jouer Revelation Trophee" dalam ajang Toulon Tournament 2017 silam.

    Ieu Rame Lur:Liga 1 Hapus Regulasi Marquee Player!

    Tidak hanya itu saja, kemampuan Egy juga mendapatkan pengakuan dari beberapa pihak, termasuk media-media besar macam The Guardian maupun Fox Sports Asia.

    Namun, Egy bercerita mengenai kisah pilu yang sempat menimpanya saat remaja dulu. Bahkan ia mengaku pernah hampir mau pensiun dini saat ada turnamen di daerahnya.

    "(Pernah mau pensiun dini) gara-gara dulu pernah ada turnamen, terus udah selesai final, saya kalah tuh. Di situ, saya dikasih tahu sama panitia, besok (saat pembagian hadiah) saya akan jadi pemain terbaik, mereka bilang kayak gitu. Tapi, pas besoknya, satu jam sebelum berangkat ke lapangan sama bapak, mereka bilang saya nggak jadi
    pemain terbaik. Langsung saya nangis di kamar, saya nggak mau keluar-keluar," kenang Egy dilansir dari Kumparan.com, Ahad (11/3/2018).

    Kekecewaan Egy berlanjut saat dirinya dibohongi akan diboyong ke Ibu Kota oleh seorang pemandu bakat. Bahkan, dia juga sempat diiming-imingi untuk bisa terbang ke luar negeri. Akan tetapi, semua hanya tipu muslihat belaka.

    "Saya pernah dibohongin bakalan seleksi ke Jakarta, nggak taunya disuruh bayar. Ke Swedia, udah bikin paspor, tapi nggak jadi, ke Malaysia, urus paspor nggak jadi juga," sesalnya.

    "Terus lama-lama, saya ngerasa 'ah main bola juga nggak jelas kayak gini'. Habis itu saya sudah nggak pernah latihan. Jadi, pulang sekolah, saya cuma ngaji. Atau tidur saja di rumah. Itu berlangsung selama satu minggu," kenang lagi.

    Dalam posisinya yang berada di titik terendah tersebut, Egy mengakui ada beberapa sosok yang kembali membangkitkan semangatnya untuk bermain bola. Selain ayah dan pamannya yang membelikan trofi mainan untuk kembali membahagiakannya, ada satu sosok yang membuatnya percaya kembali.

    "Akhirnya, sampai Pak Bagja (Subagja Suihan) datang baru yakini saya, bapak saya suruh latihan lagi terus. Itu juga enggak langsung percaya bapak saya sama pak Bagja. Pak Bagja urus ini, urus itu, Pak Bagja serius, telpon Firman Utina (mantan pemain Timnas Indonesia) buat yakinkan bapak saya. Baru mulai dari situ bapak saya mulai
    percaya."

    "Pak Bagja izin ke sekolah. Dia urus tempat tinggal saya nanti di sana (Jakarta). Akhirnya saya berangkat seleksi Timnas U-14, saya yakin bisa bersaing. Soalnya saya nggak seleksi di Medan, langsung ke Jakarta."

    Egy pun berhasil menaklukan berbagai rintangan tersebut hingga kini ia go internasional. Untuk itu, Egy tak segan menyemangati para penggila bola khususnya pemain muda untuk tidak lelah mengejar mimpinya.

    "Selalu berusaha, berdoa juga jangan lupa sama Allah, shalat dan ngajinya. Pasti nggak ada jalan menuju kesuksesan yang cuma lurus. Ada juga perasaan ingin nyerah karena rasanya udah nggak mungkin lagi,"

    "Tapi, inget target awalnya kita mau kemana dan mau membahagiakan siapa. Jangan menyerah gara-gara hal kecil," tutup Egy. (Bobotoh.id/AR)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli