Teranyar

    Sesmenpora Mementa Edy Rahmayadi Mundur!

    15 February 2018 19:22
    Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Sesmenpora, Gatot S Dewabroto, beranggapan keputusan cuti Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi bisa mengganggu persiapan Timnas Indonesia jelang Asian Games 2018.

    Edy memilih cuti dari jabatan sebagai Ketum PSSI terkait pencalonannya sebagai gubernur di pilkada Sumatera Utara. Pucuk pimpinan PSSI untuk sementara dipegang Wakil Ketua Umum Joko Driyono.

    Ieu Rame Lur: WhatsApp Mengwanohkan Fitur Pembayaran Digital!

    Gatot menjelaskan dalam undang-undang keolahragaan tidak ada pelarangan rangkap jabatan bagi seorang ketua umum sebuah cabang olahraga.

    Larangan hanya diberikan kepada pimpinan KONI untuk rangkap jabatan sebagai seorang pejabat eksekutif baik di pusat maupun daerah seperti tertuang dalam pasal 40 UU Sistem Keolahragaan Nasional. Namun, Gatot mempermasalahkan waktu pengajuan cuti Edy yang mendekati Asian Games 2018.

    "Cuti juga tidak ada larangan. Tapi, perang yang sesungguhnya itu terjadi sekarang, saat persiapan menuju Asian Games 2018. Sementara fokus pemerintah tidak hanya ingin Asian Games sukses penyelenggaraan, tetapi juga prestasi, administrasi dan ada multiplier effect. Harusnya dalam kondisi pertempuran, pasukan jangan ditinggal,"
    kata Gatot kepada CNNIndonesia.com, Kamis (15/2/2018).

    Gatot juga menilai keputusan Edy untuk cuti dari posisi Ketum PSSI dapat memengaruhi psikologis pemain Timnas Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018.Gatot S Dewa Broto menilai waktu cuti Edy Rahmayadi tidak tepat karena bertepatan dengan persiapan menjelang Asian Games 2018.

    "Kalau cuti, beliau tidak bisa memberikan arahan dan perhatiannya. Bisa juga sebenarnya (tugas ketua umum sementara) diganti Pak Joko, tapi value-nya jelas berbeda," ujar Gatot.

    "Kami berharap kondisi ini tidak mengganggu psikologis atlet. Toh di luar ini ada Presiden, Wakil Presiden dan Menpora yang selalu memberikan perhatian. Tetapi pasti lebih elok kalau komandan dari PSSI juga hadir," tambahnya.

    Gatot memahami kebutuhan dan kepentingan yang dijalani Edy dalam pencalonannya sebagai Gubernur Sumatera Utara. Tapi, Gatot mengatakan pilihan cuti dan meninggalkan setumpuk pekerjaan di PSSI bukan pilihan yang tepat saat ini.

    "Kalau beliau Kesatria, mundur saja (dari jabatan Ketua Umum PSSI) supaya tidak membebani, supaya PSSI punya nakhoda yang jelas. Jangan tanggung-tanggung," ucap Gatot.


    Meski begitu, Kemenpora tidak ingin mengintervensi keputusan yang diambil Edy. Gatot mengatakan keputusan cuti merupakan hak Edy, selama PSSI bisa menerimanya.

    "Kami hanya menilai dari sisi kepatutan saja. Ingat, seinci pun kami tidak mau intervensi," ucap Gatot. (Bobotoh.ID/RCK/CNNIndonesia.com)


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli