Teranyar

    Telegram Diblokir, Ieu Kata Gegedugnya!

    14 July 2017 22:36
    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut yang bermuatan negatif.Konten negatif yang dimaksud antara lain, propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar yang tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

    "Di Telegram, kami cek ada 17 ribu halaman mengandung terorisme, radikalisme, membuat bom, dan lainnya, semua ada. Jadi harus diblok, karena kita anti radikalisme," papar menteri yang akrab disapa Chief RA, seperti dilansir Detik.com, Jumat 14/7/2017.

    Ieu Ramé Lur: Timnas U-19 VS Espanyola B Di GBLA ! (Foto)

    Dengan temuan yang mengerikan itu, Rudiantara pun menyampaikan hal ini kepada Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, untuk segera mengeksekusi pemblokiran Telegram.

    Namun menurut Pavel Durov‏, pendiri dan mantan CEO Telegram, hal tersebut sangat aneh. "That's strange, we have never received any requests/complaints from the Indonesian government. We'll investigate and make an announcement," ujar Durov membalas pertanyaan seorang netizen di Twitter yang mengeluhkan pemblokiran Telegram.


    (Itu hal aneh, kami tidak pernah menerima permintaan ataupun keluhan dari Pemerintah Indonesia. Kami akan menyelidikinya dan membuat pernyataan).

    Telegram adalah aplikasi chat dengan fitur keamanan yang sangat canggih. "Fitur Secret Chat di Telegram menggunakan enkripsi end to end, tidak meninggalkan jejak di server kami, mendukung pesan yang bisa self destructing dan tidak bisa diforward. Di atas semua itu, fitur secret chat bukan bagian dari cloud Telegram dan hanya bisa diakses dari perangkat asalnya," klaim Telegram.

    Telegram adalah layanan favorit para pelaku teror, untuk menyebarkan propaganda. Salah satu contoh penggunaan Telegram oleh teroris adalah serangan yang terjadi di Barking, Borough Markets dan London Bridge, Inggris. Di mana keduanya saling terkait dan terhubung dengan penggunaan aplikasi Telegram. (Bobotoh.id/RCK)

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli