Teranyar

    Tentang Harga Febri & Investasi dalam Sepak Bola

    6 September 2017 15:54
    Selain isu tentang performa yang tengah menanjak, isu lain yang saat ini sedang ramai seputar Persib adalah perihal Febri Haryadi yang santer dibicarakan sedang diburu oleh banyak klub dari luar negeri.

    Ya, setelah penampilan memukaunya di ajang SEA Games 2017 bersama Timnas Indonesia U22, Febri memang sempat diisukan diburu oleh beberapa klub dari luar negeri. Yang paling serius menggaet Febri, adalah klub Liga Malaysia, Selangor FA.

    Selain itu, harga transfer dari Febri dikabarkan melambung naik dari sebelum-sebelumnya. Sebetulnya tidak hanya Febri saja, tapi beberapa penggawa tim nasional U22 lain pun sama halnya. Di antaranya seperti Septian David dan Marinus Manewar.

    Redaktur senior BobotohID, Eko Maung, sempat membahas ihwal melonjaknya harga Febri ini dalam sebuah siaran langsung di facebook BobotohID, Rabu (6/9/2017). Siaran langsung yang berdurasi 10:23 menit itu, berjudul "The Price...Senin Harga Naik!"

    "Setelah penampilan memikat Febri di SEA Games kemarin, ya, walaupun Indonesia gagal meraih emas, penampilan Febri banyak dipuji, maka beredar harganya Febri, ya. Dua koma sekian M (miliar) katanya, dan itu mendekati tiga miliar," jelas Eko mengawali pembahasannya.

    Setelahnya Eko pun menceritakan fenomena, di mana ketika menguar informasi bahwa harga Febri naik, seketika sebuah situs bernama Transfermarkt menjadi ramai dikunjungi banyak bobotoh. Walaupun sebetulnya, kurang jelas harga yang tertera di Transfermarkt itu, acuannya dari mana.

    Ieu Rame Lur : #PersibWorld Beat Sriwijaya, Emral Satisfied!

    Dari situs Transfermarkt itu pula, Eko coba mengkalkulasikan total harga skuat Persib tahun ini. Dan hasilnya, ketika sudah dijumlahkan, ternyata harga keseluruhan skuat Persib tahun ini bisa mencapai angka Rp 65 miliar.

    "Dan dari situs Transfermarkt itu pula, jumlah atau nilai harga para pemain Persib keseluruhan, skuat untuk musim ini, itu menyentuh angka lebih dari (Rp) 65 miliar. Dan ini menjadi (harga) yang tertinggi. Jadi saya mengutipnya dari salah satu media rujukan buat para bobotoh. Harganya tertinggi di Indonesia, 65 M. Keduanya ada Bali United, dan ketiga ada Madura United," jelas Eko.

    Melihat dari nilai itu, jelaslah bagi kita bahwa Persib merupakan skuat yang sangat mewah dan royal di Indonesia ini. Dan, dengan segala kemewahan yang dimilikinya itu, Eko mewajarkan jika Persib berniat untuk mempertahankan Febri dengan cara menaikkan gaji, memperbaharui kontrak, dll.

    "Dan sebetulnya sangat wajar, statement dari pak haji Umuh yang mengatakan akan mengikat Febri, akan mempertahankan, memberi kontrak, menaikkan gaji, itu sebenarnya sangat-sangat rasional, bobotoh, di sepak bola profesional," bebernya.

    Eko bahkan menyebutkan, upaya itu adalah bentuk investasi lain di era industri sepak bola profesional. Karena, selain mendapatkan pemasukkan dari tiket, merchandise, dan sponsor, salah satu ladang pemasukan bagi klub adalah dari investasi pemain.

    "Itu juga sebetulnya investasi, bobotoh. Jadi, kan, ada empat sumber pemasukan utama klub bola, ya. Yang pertama merchandise, kedua sponsorship, ketiga hak siar tv, yang keempat tiket penonton, nah ada yang kelima sebetulnya, dan yang kelima ini kurang lazim sebetulnya di Indonesia, karena masih jarang, tapi akan dimulai sebentar lagi. Yang kelima adalah jual-beli pemain," jelas Eko.

    Eko pun menjelaskan mengapa yang kelima ini masih terbilang jarang di Indonesia. Karena, klub-klub Indonesia mayoritas mengontrak pemain hanya satu atau dua musim. Tidak berani mengontrak panjang untuk investasi pemain.

    "Kenapa masih jarang, karena klub di Indonesia hanya mengotrak pemain satu musim, paling banter dua musim. Mereka gak berani investasi," beber Eko.

    Eko mencontohkan, jika Febri misal diberi kontrak lima musim oleh Persib, maka bukan tidak mungkin ketika di tahun kedua Febri diinginkan klub lain, maka harganya pun sudah tidak lagi sama dengan tahun pertama. Harga Febri bisa naik. Dan itu keuntungan untuk Persib.

    "Jadi misalkan, nih. Misalkan Persib langsung mengontrak Febri lima tahun, nah ketika di tahun ketiga atau di tahun kedua ada (klub) yang pengen sama Febri ya harus bayar ke Persib. Dan nilainya bisa besar," jelasnya.

    Eko menutup siarannya itu dengan pesan untuk tidak menyepelekan harga seorang pesepak bola. Ia berujar bahwa perputaran uang di era industri sepak bola seperti sekarang sangatlah besar.

    "Ronaldo saja bisa triliuanan, Gareth Bale bisa tembus triliunan, padahal dulu harga pemain 500 juta saja udah bikin heboh. Sekarang bisa sampai triliunan," tutupnya. (Bobotoh.id/Rio Rizky)

    Catatan Redaksi : Atrikel diatas sesuai dengan apa yang disampaikan Eko Maung melalui siaran langsung facebook live bobotohID (BID)

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi @gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli