Tinjauan Pram ..."> Tinjauan Pram ...">
 
Teranyar

    Tinjauan Pramusim Bagian III: Mengguar Profil Opah Gomez & Pentingnya Pramusim!

    6 December 2017 19:30
    Setelah sebelumnya membahas tentang kiblat PERSIB di Tinjauan Pramusim I: Persib Ngiblat Ke Mana? dan perihal kedalaman skuad di Tinjauan Pramusim II : Pentingnya Kedalaman Skuad, Tinjauan pramusim berlanjut ka bagian III.

    Di dieu saya akan mencoba menelaah template strategi sang pelatih (dan gosipnya juga manajer) yaitu "Opa" Roberto Carlos Mario Gomez serta pentingnya pramusim bagi sebuah  klub.

    Ieu Rame Lur: Mantan Pemain PS TNI Ingin Berjersey Persib !

    Setelah tarik ulur, simpang siur dan ramainya bisik-bisik tetangga tentang saha nahkoda Persib musim depan, lagi-lagi kabar bombastis muncul. "Opa" Mario Gomez anu gosipna rekomendasi ti Javier Zanetti via Bos Erik Tohir resmi merapat. Track record Opa Gomez mentereng.

    Prestasi Opa sebagai pemain adalah juara Liga Argentina 1982 jeung 1984 di Klub Ferro Carril Oeste bersama sahabatnya Hector Cuper. Pasca pensiun, dan merintis kepelatihan, Opa jadi asisten pelatih sahabatnya semasa bermain,Hector Cuper di banyak klub. Ti mulai Lanus (Argentina), Real Mallorca dan Valencia (Spanyol) jeung Inter Milan (Italia).

    Berbekal jam terbang sebagai asisten na Cuper, Opa Gomez resmi naik kelas jadi pelatih kepala di Gymnasia La Plata, Gymansia de Jujuy, Quilmes, dan Club Atletico de Bergamo di Argentina. Karir Opa Gomez ieu mulai menanjak sejak membawa Jujuy promosi ka divisi utama Liga Argentina.

    Opa lalu kemudian ngumbara ka Asteras Tripoli (Yunani), Deportivo Cuenca (Ekuador), South China (Hongkong) jeung JDT (Malaysia). Di JDT, opa Gomez mawa catatan emas. JDT jadi klub Malay pertama nu bisa juara AFC.

    Dari aspek template strategi, Opa Gomez biasa make formasi andalan 4-4- 2 anu cenderung menjaga keseimbangan tim. Di Jujuy oge di JDT, Opa leuwih memeragakan strategi defensif anu leuwih mengedepankan hasil ketimbang permainan.

    Taun 2005, Jujuy anu dilatih ku Opa Gomez sukses masuk 4 besar Liga Argentina di musim promosi pertamanya. Hanya kalah 10 poin dari Boca Juniors anu harita jawara. Jujuy berhasil mencetak 26 gol dan kebobolan 16. Peringkat ke-4 dalam jumlah kebobolan anu paling saeutik. Kejutan.

    Ieu sekaligus template Opa dalam menangani sebuah tim. Tebak strategi formasi andalan Jujuy harita naon: Ya 4-4- 2!

    Lanjut ka musim pertama na ngalatih di JDT taun 2015. Dengan formasi 4-4- 2 tim ieu ngan mencetak 36 gol ti 22 penampilan. 1,63 gol per laga. Tim ieu kebobolan 18 kali, paling saeutik oge diantara kontestan lain. Defensif! Hasilna, JDT harita juara Liga Super Malaysia jeung juara Piala AFC.

    Musim kadua-na, Opa karek manggih komposisi anu pas sesuai kahayangna. Opa mulai main seimbang antara menyerang dan bertahan. JDT mencetak 56 gol dan kebobolan 14 gol. Prestasina? JDT pertahankeun juara liga ditambah juara Piala FA.

    Salian ti template 4-4- 2 andalan, Opa Gomez boga kecenderungan Argentina Connection. Kabeh tim nu pernah dilatih Opa pasti boga pemaen Argentina iwal ti South China. Malah di Tripolis, Cuenca jeung JDT, pemain Argentina jadi kunci implementasi strategi Opa di lapangan.

    Taun 2015, duet striker argentina JDT, Diaz mencetak 32 gol jeung 13 asist. Lucero 27 gol dan 10 asist. Hade! Taun 2016, duet striker eta diganti anyar. Asalna oge ti Argentina, Gonzalo Cabrera mencetak 19 gol, 5 asist. Gabriel Guerra 20 gol, 13 asist. Duet striker ieu anu gosipna bakal bedol desa ka Persib.

    Dari segi bisnis, Opa Gomez oge hade. Basa dileupas JDT taun 2015, Diaz dijual seharga 2,9 juta euro ke Leon. Lucero dijual dengan harga 2,44 juta euro ke Club  Tijuana.

    Padahal Diaz harita didapat dengan free transfer sementara Lucero hargana 1,3 juta euro. Totalna JDT boga duit 5,34 juta euro atau setara jeung 85.54 miliar rupiah dari penjualan kedua striker eta ka tim Liga Mexico. JDT Menang banyak!

    Semoga di Persib ge Opa bisa dagang, terutama komoditas pemaen ngora anu bisa main di liga Amerika Latin ato Eropah. Terlepas dari catatan mentereng sang pelatih dan skuad yang masih tanda tanya, siapapun pemainnya dan apapun strateginya nanti, pramusim adalah kuncinya.

    Pramusim sebuah klub bertujuan untuk konsolidasi internal, membangun jembatan komunikasi dan kepercayaan antar manajemen-pelatih-pemain. Pramusim bukanlah hanya memberikan tim sebuah laga eksebisi seremonial namun sebuah pembangunan pondasi.

    Pramusim juga merupakan tolak ukur tim pelatih untuk menentukan program latihannya. Tim pelatih bisa menilai seberapa bugar seorang pemain sebelum diberikan porsi latihan.

    Tim pelatih juga bisa menilai adaptasi dan sejauh mana pemahaman seorang pemain terhadap strategi yang diinginkannya.Tengok musim lalu. Laga pramusim Persib kaitung loba.

    Di antarana Piala Presiden, Laga persahabatan VS PSMS Medan dan Bali United, belum lagi pertandingan eksebisi melawan tim lokal Bandung jeung turnamen segitiga di Purwokerto. Hasilnya?

    NIHIL!

    Kenapa? Karena tim nyata-nyatanya belum terbentuk. Essien dan Cole harita datang ketika Liga 1 dimulai.

    Tingali 3 pertandingan awal Essien, komo si Cole mah. Kondisi fisik mereka apeu. Pemahaman strategi, komunikasi antar pelatih-pemain atau antar pemain belum terbentuk. Chemistry dan kekompakan tim oge jadina poek. Tim bermain individual!

    Teuing kumaha intern-na mah, boa sorangan-sorangan ato geng-gengan oge!

    Belum lagi shock culture (iklim, cuaca, makanan, tekanan fanatisme bobotoh, oge fasilitas tim anu jauh jeung standar Eropa) dan kendala bahasa antar pelatih-pemain atau antar pemain. Pajurawet bahasa tarzan.

    Di luhur eta laga pramusim, belum lagi acara seremonial. Balatak pisan. Sponsor tea, mancing tea, peresmian bus tea, ah loba lah…

    Semoga tak ada lagi intervensi pemilihan pemain dari siapapun selain pelatih. Semoga PERSIB dapat berkaca dari kegagalan musim lalu dan move on ke arah yang lebih baik. Semoga musim ini mah tak ada lagi laga-laga atau acara seremonial anu mengganggu program latihan pelatih.

    Sekali lagi saya tekankan, pramusim bukanlah ajang unjuk gigi dan pamer kemewahan skuad. Pramusim adalah kawah chandradimuka bagi sebuah klub. Hade-goreng na perjalanan sebuah klub dalam mengarungi musim baru berawal dari pramusim.

    Tidak akan berhasil sebuah klub jika diawali dengan pramusim yang buruk. Jika dianalogikan dengan ibadah sholat mah, maka pramusim adalah thoharo (bersuci). Tidak sah seseorang dalam bersholat jika belum bersuci.

    Tah ayeuna mah hayu urang sholat ngadu'akeun Persib meh JUARA deui. Aamiin. (Bobotoh.id/Ricky N.Sas)

    Ditulis Oleh Riky Arisandi, ayah dari Muhammad Yashvir Arisandi dan Nazneen Yasheera Arisandi

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli