Teranyar

    Tinjauan Pramusim IV : Pragmatisme & Efektivitas a'la Persib !

    17 January 2018 20:21
    Alhamdulillah persepakbolaan Indonesia kembali menggeliat. Setelah serangkaian international friendly match timnas, kini kita disuguhi turnamen pramusim bertajuk Piala Presiden 2018.

    Tinjauan pramusim ini akan membahas kumaha Opah Gomez memberikan sentuhannya bagi PERSIB saat melawan SFC pada pembukaan Piala Presiden kemarin, Selasa (16/1/2018).

    Ieu Rame Lur : 'Mantan' Konate Komentari Pertandingan Persib vs SFC !

    Dalam turnamen ini PERSIB seolah-olah ditakdirkan untuk bertemu dan bergumul dengan para mantan.Di internal PERSIB, kembalinya sang mantan Ebol dan Ronggo tentu menuai pro dan kontra terkait usia mereka yang tak lagi muda.

    Di SFC, sebut saja nama Konate, Wanggai (nu teu kuat di PERSIB), hingga coach Rachmad Darmawan yang selalu dikaitkan dengan PERSIB. Di PSMS Medan ada sang 'legenda hidup' coach Djanur. PSM Makasar juga menawarkan laga klasik alumnus jaman perserikatan. Reuni.

    Sejak awal Opah Gomez menangani PERSIB, ia selalu menekankan bahwa kemenangan bukanlah hasil akhir yang dituju. Opah selalu menekankan proses. Demikian halnya dengan terget PERSIB pada PialaPresiden kali ini. Proses, kemenangan mah bonus.

    Pada laga vs SFC kemarin, PERSIB memasang formasi 4-2-3-1. Deden penjaga gawang, Bang Pardi, Jupe, Mali jeung Toncip menggalang lini pertahanan. Rada katengah, Opah Gomez menduetkan Essien jeungEbol sebagai gelandang bertahan dengan skema double pivot.

    Di depan kedua gelandang eta dipasang Billy, Oh Inkyun jeung Puja. Aliando Ndouasel woyahna jomblo dan bekerja keras olangan di lini depan.

    Trio Essien - Ebol - Inkyun jadi engine room PERSIB. Edun, Opah Gomez masang pemain 'olol leho' siga Puja pada pertandingan sebesar ieu. Disaksenan ku bapa Presiden pula. Wanian.

    Pada laga ini pemain timnas diparkir terkait pemuliham kondisi fisik.

    Dengan skema 4-2- 3-1 geus katebak permainan PERSIB bakal cenderung pragmatis. Hal ini pernah saya bahas sebelumnya di Tinjauan Pramusim Bagian III: Mengguar Profil Opah Gomez & Pentingnya Pramusim!.

    Pragmatisme PERSIB ditunjukan dengan lebih banyak menyerap serangan lawan untuk kemudian melakukan counter attack.

    Permainan melebar SFC via Novan jeung Adam Alis di kanan atau Konate di kiri agresif mencoba menembus lini pertahanan PERSIB. Untungnya pada laga kemarin Toncip bermain rapat. Jarang pisan bisa dilewati ku Konate.

    Hanya Bang Pardi yang sesekali terlambat turun. Puja dan Billy juga ikut turun sehingga kedua flank PERSIB hese ditembus.Di tengah, Essien dan Ebol oge sulit untuk dilewati.

    Umpan dari kedua pemain ini juga sangat efektif dan kadang ajaib untuk membelah lini pertahanan SFC. Beberapa kali umpan Essien dan Ebol enakeun pisan jang Aliando. Postur dan kecepatan Aliando oge mantep untuk beberapa kali sprint dan mengelabui bek lawan.

    Sayang finishing Aliando masih belum optimal. Billy dan Puja cukup efektif membantu serangan dan juga ikut turun membantu pertahanan.

    Pekerjaan rumah untuk Puja yang masih rada kikuk jeung demam panggung. Sama seperti ketika Henhen debut musim lalu. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata. 0-0.

    Meski templatena sama-sama pragmatis dan memainkan bola direct, dari hasil babak pertama ada skema yang berbeda dengan pragmatisme musim lalu di mana skema serangan bola direct monoton dan selalu mengarah ke flank (Lord Atep/ Shohei atau Bow/ Billy). Kini, hadirnya Aliando, Billy atau Puja anu lumpatna edun bisa dimanfaatkan lebih optimal.

    Trio engine room PERSIB adalah pembedanya.

    Essien -Ebol - Inkyun efektif dalam membagi dan mengalirkan bola baik direct maupun ke flank sehingga skema permainan ieu memporak-porandakan pertahanan SFC. PERSIB juga beberapa kali mendapat tendanganpenjuru yang sayangnya belum dapat dioptimalkan. Mendadak kangen Vlado….


    Memasuki babak kedua, Opah Gomez sedikit merubah taktik PERSIB menjadi 4-4-1-1 denganmenempatkan Ikyun lebih ke depan, di belakang Aliando sebagai pemain free role, playmaker oge second striker. Hasilnya efektif.

    Inkyun yang tidak cangung bermain dalam debutnya ini beberapa kali merepotkan barisan pertahanan SFC. Inkyun menjadi pemain anu sering mengganggu build up serangan SFC sedari lini pertahanan mereka.

    Inkyun oge jadi pemain anu sering dilanggar dan memberikan kartu kuning bagi lawan. Duetnya di depan bersama Aliando berbuah manis. Tendangan dari sudut sempit sambil membalikan badan berhasil membobol gawang SFC anu dijaga ku Teja. Gol… PERSIB unggul 1 - 0.

    Meski kerap dibombardir SFC, Deden dan kwartet lini pertahanan mampu mempertahankan clean sheet. Pemain debutan anyar, Mali oge terlihat sangat rileks dan kokoh berduet dengan Jupe.

    Dari segi pergantian pemain, Opah Gomez juga terbilang tepat. Mas Har masuk menggantikan Essien, Dado menggantikan Ebol, Ronggo menggantikan Billy dan Indra menggantikan Puja.

    Pergantian pemain ieu sifatnya memberikan penyegaran tanpa merubah strategi maupun kualitas permainan. PERSIB kini menunjukan kedalaman skuad yang lebih baik dibanding musim lalu. Opah Gomez juga tak ragu dengan kemampuan Maung Ngora. P

    uja dan Indra memperoleh Debut yang manis. Billy dimainkan ti menit awal, bukan lagi super-sub. Kombinasi skuad tua - muda jadi kelebihan PERSIB.

    Meski dalam statistik akhir pertandingan penguasaan bola PERSIB ngan saukur 41% berbanding SFC 59%, nyatanya efektifitas serangan dimiliki oleh PERSIB. Opah Gomez sukses meracik strategi pragmatisyang efektif.

    Kredit khusus bagi trio engine room PERSIB pada pertandingan kemarin. Kecerdikan Opah Gomez memadukan Essien - Ebol - Inkyun sukses memberikan warna baru bagi permainan PERSIB.

    Meski jauh dari permainan cantik, PERSIB menawarkan permainan pragmatis yang efektif. Coach Rachmad Darmawan saat konferensi pers pasca laga usai ge ngomong yen skema pragmatis anu efektifeta jadi konci kemenangan perdana PERSIB dalam Piala Presiden.

    Ceuk coach RD, "Jadi memang ketikakita melakukan pressing terutama di pertengahan babak pertama dan kedua mereka bahkan melepas bola ke depan tujuannya adalah Ezechiel, itu kunci dari Persib hari ini bermain.”

    Pertandingan kedua Piala Presiden melawan PSMS Medan yang secara mengejutkan menang lawan PSM Makassar merupakan tantangan selanjutnya. Opah Gomez melawan Sir Djanur anu legendaris. Kita tunggu bersama apakah Opah masih akan bermain pragmatis atau bermain offensif dengan kembali dan pulihnya stamina para pemain timnas. Urang tingali weh engke kumaha.

    Setidaknya PERSIB menawarkan potensi permainan dan kedalaman skuad serta strategi yang lebih baik dari musim lalu.

    HIDUP PERSIB! (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH)

    Ditulis Oleh Riky Arisandi, ayah dari Muhammad Yashvir Arisandi dan Nazneen Yasheera Arisandi

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli