Teranyar

    Yang Ngabuntut Bangkong Dari Kegagalan Persib Di Piala Presiden

    4 February 2018 20:35
    Buntut kegagalan Persib lolos dari fase grup di Piala Presiden, disusul hengkangnya Achmad 'Jupe' Jufrianto. Situasi di Official Persib seperti memberi kesan bahwa ada visi yang berbeda. Tidak samanya sikap pelatih dan manajer yang baru pulih dari sanksi PSSI seperti yang bisa dibaca di media massa belakangan ini.

    Bahwa kabar menyebutkan pemain sekelas Atep pun dikabarkan hengkang karena adanya tawaran dari klub dari Thailand. Sebagai bobotoh jaman now saya melihat lelucon yang tidak seharusnya dilakukan tim elit sekelas Persib.

    Ieu Rame Lur: Muchlis Hadi Di Mata Mantan!

    Semua pemain punya potensi punya masa emas. Dan yang lebih penting cocok dengan skema pelatih apa tidak? Hal ini kembali ke gaya permainan si pelatih atau bahasa kulinernya mah selera si pelatih.

    Sebagai contoh Mang Omo pemain Sarkanjut FC. Dia bagus punya skill 11-12 dengan CR7 tapi kenapa Persib malah membeli Mang Uca pemain Legok Hangseur United yang kalah populer dari mang Omo tadi?

    Balik lagi ke selera pelatih. Ingin main dengan striker yang mainnya tipe A, tipe B atau tipe C. Kalau Gomez bisa ngomong mungkin akan akan ngomong begini: "Strategi Aing Kumaha Aing!'

    Dan saya berharap itu dilontarkan Opah Gomez ke manejemen dan teman-temannya yang risih nitip-nitipin pemain. Karena dari sekian banyak pelatih baru kali ini ada pelatih yang mempunyai potensi tidak bisa di-stir seseorang di balik layar.

    Kita sebagai Bobotoh jaman now harus menjaganya.

    Kita juga perlu tahu kenapa sih WHU sangat marah sekali ketika Persib tidak lolos fase grup. Mungkin secara gengsi dapat kita maklumi karena Persib tuan rumah di dukung banyak supporter tapi koq bisa enggak lolos, sampai situ masih bisa aya maklumi.

    Tetapi ada yang lebih penting dari sekedar juara Piala Presiden. Membangun tim bukan hitungan membentuk tim.

    Pelatih mengumpulkan pemain selama 2 bulan kemudian juara Piala Pilpres. Namun nyatanya proses untuk berjaya tidak semudah menyeduh Indomie rasa rendang, Wa Haji.

    Sepertinya stigma bahwa Atep adalah anak emasnya Wa Haji semakin terlihat jelas ketika sang pemain dirumorkan hengkang. Begitu gusarnya WHU dan malah seakan menyudutkan Gomez dan mengulang-ulang perkataan, Saya tidak akan intervensi!". Tetapi di waktu yang sama terus menanggapi jika pemain yang dicoret adalah pemain-pemain senior.

    Regenerasi-nya kapan atuh Wa Haji? Dilepas bukan berarti dia sudah jelek atau tidak dihormati tapi semua ada masanya. Jika sudah terlihat tidak membuat kontribusi lebih untuk tim dan terakhir jika tidak sesuai skema pelatih, maka sah saja pemain dilepas.

    Kalau di Eropa sana di-lego, seperti potensialnya Mamadou Sakho di lini belakang Liverpool akhirnya tetap saja dilepas. Teranyar Daniel Sturidge dan Mhiktaryan yang di sia-siakan MU.

    Bukan karena kualitas tapi skema yang dipakai tim tidak cocok dengan tipe pemain yang bersangkutan. Mungkin karena Gomez identik dengan klub-klub di Eropa, maka ia melepas pemain yang menurut dia kurang pas.

    Lumrah dan wajar selama semua pihak tidak ada yang dirugikan. Itu baru Gomez,apalagi Guardiola yang mengabaikan Joe Hart.

    Bagaimana dengan Mourinho yang tega membuat mantan kapten timnas Jerman seolah menjadi mobil antik? Kerap dipajang di bench di suruh latihan terpisah dan sebagainya.

    Sejauh ini yang Bobotoh kritik bukan kebijakan yang diambil Gomez. Namun yang Bobotoh ingin tahu siapa yang merekomendasikan pemain seperti Ronggo dan Eka. Enggak sekalian Zaenal Arif dan Salim Alayidrus.

    Semua mata bisa melihat juga saat kemarin di Piala Presiden seperti apa. Namun Gomez tetap realistis bahwa tim memang masih jelek dan pramusim ya tetap pramusim sebagai sarana uji coba.

    Ada jangka waktu untuk meracik komposisi yang aduhai. Dengan kejadian kemarin Gomez sendiri bilang bahwa ia makin tahu karakter pemainnya, dan siapa-siapa saja yang akan di vermak.

    Bahkan pelatih PSM Makassar pun menganggap hal serupa bahwa ia lebih suka menyiapkan tim untuk hal yang wajib dan mengejar hadiah rupiah. Indonesia butuh pelatih-pelatih berkarakter macam itu.

    Namun kejadian yang ada di internal Persib seperti WHU sebagai seorang ayah yang terlalu ringrang dan hariwang terhadap anak perawannya yang bernama Persib yang akan dibabawa suaminya, Gomez.

    Padahal kan terserah Gomez. Mau membawa Persib ke mana pun sudah menjadi tanggung jawabnya. Pas ijab qobul bersama manejemen harusnya semua pihak mengerti, apa saja tugasnya. Apa saja job desk-nya masing masing.

    Ilustrasinya jika ia seorang marketing enggak boleh dong ilubiung di urusan teknis. Jika ia seorang manajer, siapkan saja apa yang dibutuhkan pelatih kepala.

    Kalau mau menuntut lebih maju seharusnya jabatan Gomez mending merangkap sebagai manajer juga biar enggak lieur.

    Walaupun WHU banyak jasa dan memang sebagai salah satu pendiri Persib (di era PT. PBB, Red.) tapi alangkah indahnya jika bisa mempercayakan semuanya kepada sang pelatih untuk urusan taktikal.

    Bantu saja jika pelatih inginkan pemain yang ia incar. WHU mah kan terkenal dengan jurus 'lobi-lobi mematikannya'.

    Alangkah Indahnya jika melihat WHU duduk di VVIP sambil makan pop corn dengan keluarganya sat Persib bertanding. Dari pada haharewosan ka pelatih supaya 'si karyawan' tetap main pada pertandingan itu. (Bobotoh.id/RCK. Foto:AH)

    Ditulis dengan penuh semangat oleh Angga AlteEgo

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.


    Luur, Nu Ieu Tos Dibaca?

    Ayo Dibeli