Tentang Kami

WWW..ID

, BOBOTOH, DAN BEWARA AKTUAL SA-ALAM DUNYA

WWW.BOBOTOH.ID, merupakan kelanjutan dari tabloid Bobotoh yang terbit di Bandung pada tahun 2007, dan Radio BobotohFM. Kemajuan teknologi telah mendorong kami, untuk berubah sistem  dari cetak ke radio, dan sekarang online.

Nama Bobotoh dipilih karena memiliki nilai filosofi berbasis local specific content yang dapat diangkat secara global. Bobotoh dalam bahasa Sunda berarti memberi dukungan dan semangat kepada yang akan atau sedang ngadu jajatén. Jajatén itu sendiri berarti kemampuan seseorang atau kelompok  yang pada saat tertentu memerlukan dukungan atau semangat dari bobotoh. Itu pula sebabnya Bobotoh.ID mengusung tagline “Jajatén Jabar”. merupakana komunitas terbesar di Jawa Barat.

Format dari Bobotoh.id sendiri kami sajikan dengan tidak hanya mewartakan Persib dan bobotohnya, melainkan juga bewara aktual yang terjadi di dunia. Anda tentu bertanya, mengapa tidak fokus ke Persib saja -sesuai dengan namanya? 

Jawabannya adalah, karena bobotoh Persib juga akan sangat maju jika memperoleh berita lainnya, agar tidak kakurung ku batok! Supaya menjadi suporter yang tidak hanya loyal dan besar dalam jumlah, tetapi juga maju dan cerdas. Sehingga agar bobotoh menjadi manusia yang Nyunda, Nyakola, Nyantir, Nyeni, menjadi slogan yang dapat diwujudkan. Sesuai dengan pengertian yang telah kita ketahui bersama,

Nyunda : Memiliki sikap dan komitmen terhadap nilai-nilai kearifan lokal. Nyakola : Memiliki sikap serta kehidupan yang cerdas menyikapi zaman. Nyantri  : Menjunjung nilai-nilai agamis.  Nyeni : Memiliki cita rasa seni serta dapat berkarya  di bidang seni dan budaya.

Maka, dengan mengucap Bismillah, Bobotoh.id kami persembahkan untuk anda.

Salam

 

Air Crew

Komandan : Yana B, Pemimpin Redaksi 2 : Helmi Mulia,   Redaktur Senior : Harry Prasetyo,  Adi Raksanagara, Eko Noer Kristiyanto (Eko Maung), Reporter/Fotografer/Periscoper : Agus Rachman, Farid  Hamdan, Adam Syaepul Husein, Sosial Media/Grafis/Uploader   : Reno Firhad Rinaldi          

Founder  Indra Bigwanto