Teranyar

    12 Tim Dari 4 Negara ASEAN Ikuti KIFC 2019

    22 November 2019 16:59
    Kompetisi sepakbola bergengsi U-16 antar negara akan tersaji pada 27 November sampai 4 Desember 2019 di Lapangan Progresif, Bandung. Sebanyak 12 tim di bawah usia 16 tahun dari 4 negara ASEAN akan berlaga di Kemenpora International Football Championship 2019.

    Ketua Panpel KIFC, M. Alan Wildan Chandra menuturkan kegiatan ini menjadi penutup dari seri Youth Development di Kemenpora tahun ini. Agotax dan Bandung Premier League dipilih sebagai operator penyelenggaan turnamen internasional itu.

    Ieu Rame Lur:

    Nick Meraos Optimis Persib Finish 5 Besar

    Hadapi 7 Pertandingan Dalam Satu Bulan, Persib Genjot Latihan Fisik

    "Pesertanya ada 12 tim, 8 dari Indonesia dan 4 tim dari luar negeri. Empat tim dari luar itu, dua dari Malaysia, AS Darufa FC dan Penang Sport School, Malaya FC (Filipina) dan Buapakthawittaya (Thailand)," ujar Chandra pada preskon yang berlangsung di Sekre Agotax, Jalan Lodaya Bandung, Jumat (21/11/2019).

    Untuk sistem kompetisi sendiri dua belas tim ini akan dibagi kedalam 4 grup. Setiap pertandingannya berdurasi 2x35 menit. Babak penyisihan akan digelar selama 5 hari. Sedangkan pertandingan grand final akan digelar pada 4 Desember mendatang.



    Bidang Acara, Hilman Purnama menambahkan opening ceremony KIFC akan berlangsung pada 27 November. Pada upacara pembukaan akan menyuguhkan konsep acara marching band, tarian tradisional, dan mendatangkan siswa-siswa SSB yang akan membawa bendera negara peserta.

    "Untuk pak Menteri (Zainudin Amali), rencananya akan datang di clossing. Untuk tema clossing akan menampilkan tarian merak, angklung udjo serta masih ada beberapa penampilan lainnya," kata Hilman.

    Ieu Rame Lur:

    Josel Masih Akan Bertahan Di Persib

    Dua Gelandang Ini Yang Sering Mendukung Josel

    Di tengah persiapan yang sudah matang Chandra yang juga Ketua Umum Agotax menyayangkan karena pihak pemerintah daerah terkait, Pemerintah provinsi dan kota Bandung tak memberikan support lebih. Padahal berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 3 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepakbolaan nasional, pemerintah daerah harus suport event yang berkaitan dengan pengembangan sepakbola.

    "Event ini merupakan program langsung dari kemenpora, tapi Gubernur dan Walikota tidak memberikan dukungannya. Padahal kita di sini ditunjuk langsung oleh Kemenpora. Lagipula kita di sini bukan minta suport berupa anggaran, tapi lebih ke sport tourism. "

    "Sayangnya, sampai sekarang tidak ada respon dari Wali Kota ataupun Gubernur, padahal ini event internasional. Kita bisa mengenalkan tempat wisata kita," tegas Chandra. (Bobotoh.ID/FY)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli