Teranyar

    2024 Angkanya Haroes Toeroen Djadi 14 Prosen !.

    11 February 2021 17:43
    Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Djawa Barat, Drs. H. Koesmana langsoeng gerak tjepat dengan melakoekan silatoerahmi kepada Kepala Biro Kesra Pemprov Djawa Barat, Drs. H. Barnas Adjidin, MM, Kamis ini, 11 Februari 2021.
    Ini ada informatsi yang haroes dikerdjakan dengan tjepat dan tjerdas dari tjorong perwakilan BKKBN Djawa Barat boeat para keloearga di tanah air tercinta ini.

    Langkah gerak tjepat ini, berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo terkait pertjepatan penoeroenan 'stunting' di Indonesia.

    Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Djawa Barat, Drs. H. Koesmana langsoeng gerak tjepat dengan melakoekan silatoerahmi kepada Kepala Biro Kesra Pemprov Djawa Barat, Drs. H. Barnas Adjidin, MM, Kamis ini, 11 Februari 2021.

    Tidak tanggoeng-tanggoeng, Kepala Biro Kesra ini mengadjak serta djadjaran Koordinator Bidang dan kabag terkait, mereka doedoek bareng membahas beberapa hal jang haroes segera diroemoeskan sebagai stratehi pertjepatan penoeroenan 'stunting' di Djawa Barat jang matsih berada di angka 31,06 prosen, berdasarkan data Riskesdas 2018. Sementara target natsional di 2024 jang angkanya haroes toeroen mendjadi 14 prosen.

    Dari pertemoean itu, disepakati bahwa Pokdja 'Stunting' haroes direvitalisasi setsuai dengan update kebidjakan terakhir, agar sinkron dengan kebidjakan natsional.

    Kemoedian joega soal kepgoeb mengenai 'stunting' haroes diperbaharoei beserta dengan Rencana Aksi Daerah Percepatan Penoeroenan 'stunting' di Djawa Barat.

    Ada hal lain djuga jang dibahas dari ini pertemoean, jakni pendekatan Pentahelix akan selaloe mendjadi semangat bagi Djawa Barat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk 'stunting'. Salah satoenja dengan melibatkan pihak swasta melalui CSR. (Bobotoh.id/HR-irfanbkkbn)