Teranyar

    Ada Apa Dengan Mas Har?

    23 December 2019 22:44
    Goooolll! Mas Har mencetak gol dari titik putih. Terasa beda emosi yang dirasakan ketika beliau melesatkan bola ke gawang lawan. Dua gol yang dia berikan untuk Persib selama sebelas tahun berkostum Maung Bandung.

    Obrolan tentang Sang Legenda masih berlanjut ketika pertandingan telah usai, di salah satu warung kopi di sekitar stadion suara hati bobotoh terdengar dengar jujur mengenai kepergian beliau. “Mungkin Mas Har harus pindah ke Persija, karena klub tetangga sangat paham bagaimana memperlakukan legendanya”, ucap seorang bobotoh dengan menggebu-gebu.

    Ieu Rame Lur:

    PSKC Cimahi Lolos Ke Liga 2

    Loyalitas Itu Bernama Hariono

    Dari nada bicaranya terdengar sangat tidak terima kontrak Mas Har tidak diperpanjang manajemen.

    “Dalam sepak bola modern itu wajar Raul dan Casilas saja dibuang dari Real Madrid," timpal seorang Bobotoh yang duduk di pojokan, dia tidak rela kalau mas Har harus pindah ke Persija.


    "Kalau yang jadi alasan regenerasi, tidak hanya Hariono saja yang tidak diperpanjang kontraknya, masih ada pemain tua seperti Fabiano, Supardi, Imade, Vizcara kenapa mereka juga tidak diumumkan dari sekarang bahwa kontraknya tidak diperpanjang?"
    - Indra, Bobotoh


    Suasana semakin hangat ketika ada bobotoh cantik datang ke warung tersebut. “Emangnya sepakbola modern itu apa?”

    Dari sekian banyak orang di warung tersebut tidak ada seorang pun bisa menjelaskan apa itu sepak bola modern, padahal kata itu sangat familiar di telinga kita.

    Ieu Rame Lur:

    Ezechiel & Esteban Nyatakan Mundur!

    Hariono Hengkang, Wa Haji Tegaskan Tak Ada Intervensi Manajemen

    “Kalau seperti ini caranya, apa bedanya modern dengan kapitalisme? Seolah-olah segala hal dihalalkan demi sebuah kepentingan yang ujung-ujungnya uang, dan semua itu akan dimaklumi ketika kita berdalih di balik kata modern?", tanya seorang Bobotoh Kolot sambil menghisap rokok kereteknya.

    “Ini modernisasi atau kapitalisasi, kenapa tidak disebut sepak bola kapital saja tidak perlu diperhalus menjadi sepakbola modern?”.

    Suasana di warung semakin hidup mendengar celetukan-celetukan bobotoh. ”Padahal sistemnya sudah sangat mirip dengan kapitalis di mana uang adalah segalanya, tanpa memperhatikan faktor lain seperti sejarah, kultur, loyalitas, kearifan lokal, dan suara suporter”.

    Sayang di warung ini tidak ada Najwa Sihab, kalau ada mungkin obrolannya akan lebih terarah dan bisa menggali ide-ide gila dari para pengunjung warung kopi.



    “Kalau yang jadi alasan regenerasi, tidak hanya Hariono saja yang tidak diperpanjang kontraknya, masih ada pemain tua seperti Fabiano, Supardi, Imade, Vizcara kenapa mereka juga tidak diumumkan dari sekarang bahwa kontraknya tidak diperpanjang? Kenapa mereka harus dipertimbangkan dulu sedangkan Hariono tidak?". Bobotoh cantik yang barusan datang ikutan nimbrung mengeluarkan unek-uneknya.

    Ini sebenarnya ada apa? Apakah ada yang tidak beres? Perbedaan sikap terhadap Hariono perlu dipertanyakan, ditambah lagi statemen mas Har yang mengatakan bahwa pelatih sekarang tidak suka kalau dirinya ada di Persib.

    Apakah benar ini murni keputusan pelatih? Apakah ada pihak lain? Karena di setiap tahunnya selalu ada calon-calon legenda yang tersingkir/disingkirkan. Eka Ramdani, Ferdinan Sinaga, Atep dan sekarang Hariono. Ada apa?

    (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH)

    Indra, Bobotoh dari Majalengka yang berakun IG @harapan_untuk_negeri

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.