Teranyar

    Akal-Akalan Bengkel A'la PSSI!

    7 October 2018 17:40
    Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia PSSI melalui Komisi Disiplin menjatuhkan beberapa hukuman kepada Persib Bandung. Hukuman ini buntut dari kasus yang menewaskan pendukung persija beberapa saat lalu saat lanjutan Pekan ke- 23 Liga 1 2018.

    PSSI Melalui komdis membentuk tim investigasi/tim pencari fakta atas meninggalnya supporter Persija tersebut. Lucunya tim investigasi yang tersebut diketuai Gusti Randa. Yang bersangkutan adalah mantan ketua ASPROV PSSI DKI Jakarta. Hal ini menjadi kejanggalan tersendiri mengingat pada kasus ini yang dihukum adalah Persib Bandung yang notabene adalah rival dari Persija Jakarta.

    Ieu Rame Lur: 

    Tanpa Bojan, Pemain Ini Siap Mengwaler Kepercayaan!

    Aremania Kencingi Gawang Persebaya, Ini Komengtar Ratu Tisha!


    Menurut sebagian bobotoh pemilihan ketua tim investigasi/tim pencari fakta sangat subjektif karena diketuai oleh kubu yang berlawanan. Alih-alih menegakan hukuman dan membuat jera supporter , hukuman ini menjadi pemantik kembali api amarah yang belum padam .

    Belum Lagi inkonsitensi PSSI dalam memberikan hukuman kepada Persib Bandung. Ada beberapa poin yang kita soroti mengenai hukuman tersebut seperti misalnya larangan bertanding di Pulau Jawa serta hukuman tanpa penonton.

    Ieu Rame Lur: 

    Gomez Memere Pesan untuk Puja!

    Aremania Kembali Lakukan Pitch Invasion Di Kanjuruhan!

    Jika hukuman tanpa penonton mungkin bobotoh sa-alam dunya pun bisa berbesar hati menerima hukuman tersebut. Tapi bagaimana jika di luar Pulau Jawa? Pasti bobotoh sa-alam dunya
    pun akan iklas walaupun tetap berat rasanya.

    Tapi yang akan kita soroti bukan itu.

    Manajemen Persib Bandung telah menujuk beberapa stadion di Pulau Papua untuk Home base sementara. Salah satunya adalah Stadion Marora di kepulauan Yapen Serui Papua, yang memiliki kapasitas lima ribu penonton.

    Kita bisa bayangkan bagaimana sulitnya untuk menuju ke sana. Sejauh ini Stadion Marora yang merupakan homebase Perseru Serui belum terjamah oleh pihak TV. Artinya pundi-pundi keuntungan dari pihak broadcaster yang menayangkan secara live pertandingan liga 1 sebagai pemegang hak siar tidak akan masuk ke kantong PSSI.

    Tetapi menurut saya itu langkah yang tepat untuk mencounter akal-akalan a'la PSSI yang berupaya 'menggembosi' Persib Bandung.

    Selanjutnya adalah hukuman kepada beberapa pilar penting Persib Bandung . Seperti larangan bermain untul “King” Ezechiel N’doussel , Jonathan “Joni” Bauman , dan Bojan Malisic .

    Yang lebih konyolnya adalah hukuman terhadap dua pemain Persib Bandung, Jonathan Bauman dan Bojan Malisic tersebut mulai berlaku sejak pekan ke-24 atau saat menghadapi Madura United. Sementara King Eze masih bisa bermain melawan Madura United.

    Tetapi kembali PSSI melakukan inkosistensinya dengan merevisi hukuman kepada King Eze di dalam surat keputusan sebelumnya. Sanksi larangan bermain untuk Ezechiel akan berlaku mulai dari pertandingan melawan Persipura Jayapura.

    Namun atas pertimbangan Komdis PSSI hukuman tersebut dimajukan mulai dari pertandingan melawan Madura United Selasa, 9 Oktober 2018 mendatang.  Ini benar-benar membuat bobotoh sa-alam dunya sangat geram.

    Sementara dari kubu Persija, hukuman PSSI hanya berisi larangan bertanding punggawa Persija yang terkena hukuman itu ialah Ismed Sofyan, Sandi Darma Sute, dan Renan Silva hukuman tersebut
    berlaku sejak pekan ke-25 .

    Inkonsitensi PSSI menujukan bahwa tidak becusnya mereka mengelola sepak bola di Indonesia. Hukuman yang di jatuhkan kepada klub kebanggan Jawa Barat ini merupakan upaya penggembosan
    yang dilakukan oleh Federasi sepakbola kita .

    Jangankan bermimpi melihat timnas kita berlaga di Piala Dunia menegakan Hukum se-adil-adilnya pun sangat sulit selama keberpihakan para pemangku kepentingan masih menjadi prioritas .

    #PANJANGUMURPERLAWANAN #BOBOTOHMELAWAN  (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis oleh Verry Ansori Habibi, yang berakun twitter @Magerbois

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli