Teranyar

    Apa Bisa Liga "Covid" Bergulir Februari 2021?

    9 December 2020 18:40
    mBah Coco membicarakan apakah Liga "Covid" Indonesia akan tetap berjalan sesuai rencana atau tidak. (Foto: PSSI.org)
    Banyak pertanyaan, versi mBah Coco, yang tentunya jadi pertanyaan para pemilik klub-klub anggota Liga “Covid” 1, 2 dan 3 Indonesia.





    Gonjang-ganjing Kepastian Kompetisi Di Indonesia: APA BISA LIGA “COVID” BERGULIR FEBRUARI 2021?


    Gerak-gerik PT Liga Indonesia baru (LIB), menurut mBah Coco, terkesan hanya sebatas “boneka”-nya PSSI. Dirutnya, Akhmad Hadian Lukita, nggak punya pengalaman dalam mengelola bisnis sepak bola. Mungkin juga nggak paham filosofi sepak bola, dan tetek-bengeknya. Sehingga, tidak punya taring, saat memberi informasi yang sebenarnya, tentang lanjutan kompetisi Liga 1 dan 2 Indonesia 2021.

    Apakah formatnya, dilanjutkan? Apakah bentuknya turnamen? Apakah, sudah punya hitam-putih untuk mendapat ijin dari Polri, soal pagelaran kompetisi? Apakah PT LIB punya jaminan kepada semua klub, bahwa kompetisi pasti bisa digelar? Bagaimana, kalau Polri tidak memberi ijin?

    Banyak pertanyaan, versi mBah Coco, yang tentunya jadi pertanyaan para pemilik klub-klub anggota Liga “Covid” 1, 2 dan 3 Indonesia.

    Ada ketidakpastian yang sangat mencolok semua gerakan PT LIB, yang terkesan mbulet dan tak memberi sinyal positif. Padahal, semua klub hanya bisa menunggu dan menunggu. Dan, kemudian, dampaknya rugi lagi, dan nombok lagi.

    Jika, PT LIB dan PSSI memang benar akan menggulirkan Liga “Covid” 1, 2 dan 3 Indonesia, pada awal bulan Februari 2021. Maka, yang dibutuhkan setiap klub, agar bisa mempersiapkan kompetisi, adalah kepastian. Yaitu, dengan memperlihatkan secarik kertas dari lembaga Kepolisian, bahwa dapat ijin.

    Tanpa, ada kepastian dari lembaga Kepolisian, bahwa Liga  1, 2 dan 3 bisa digulirkan, tepat 1 Februari 2021. Maka, semua klub dipaksa mengeluarkan dana yang lumayan menyedot kantong manajemen klub.

    Ada beberapa komponen, Liga “Covid” 1, 2 dan 3 Indonesia, digulirkan atau tidak dilgulirkan. Semuanya, tergantung dari PT LIB dan PSSI, dalam membangun komunikasi yang baik kepada Polri, pemilik klub.

    PERTAMA

    Apakah setiap klub, mau menandatangani kontrak-kontrak pemain dan ofisial, sejak awal Desember 2020 ini? Sementara, setiap klub tidak punya kepastian hitam-putih, antara PSSI dan Polri. Nggak mungkin, klub keluarkan kontrak dengan pemain, rata-rata misalkan 25% dari nilai kontrak, tapi nggak ada kepastian dari PSSI? Artinya, yang dirugikan adalah klub-klub.

    KEDUA

    Dalam membangun tim yang akan diterjunkan ke kompetisi. Menurut mBah Coco. Minimal membutuhkan waktu 12 minggu, diluar jadwal kontrak antara pemilik klub dengan pemain dan ofisial. Sedangkan, saat artikel ini diturunkan, waktunya sudah hilang dua minggu. Artinya, persiapan tim tinggal 10 minggu, jika digulirkan 1 Februari 2021. Mampukah setiap tim optimal membangun prestasi, dengan persiapan yang minim banget?

    KETIGA

    Ibarat ayam dan telur. Siapa yang wajib lebih dulu? Menurut mBah Coco, PSSI dan PT LIB, tak pernah bisa mendapatkan surat ijin dari Polri, tiga bulan sebelumnya. Standart untuk mendapatkan ijin keramaian dari Polri, sehari atau dua hari sebelumnya. Artinya, kontrak klub dengan pemain, baru bisa berlangsung menjelang digulirkan Liga 1, 2 dan 3. Nalar nggak ya?

     

    KEEMPAT

    Jika masalah pandemik Covid-19 belum reda, dan semakin nambah yang terkena dampaknya, dan juga nambah yang meninggal, di bulan Januari 2021. Saat ini, wabah Covid-19 yang semakin hebat, justru di luar Jakarta. Bisa jadi, Polri, tak akan memberikan surat ijin Liga 1, 2 dan 3 bisa digulirkan. Kalau sudah begitu, bijimane?

     

    KELIMA

    Ada isu dan gosip yang sudah beredar. Bahwa, Kongres PSSI Tahunan, pada bulan Januari 2021, akan dijadikan “tumbal” untuk menurunkan Iwan Bule dan kawan-kawan. Jika terjadi “kudeta” oleh para voters, maka nasib kompetisi Liga 1, 2 dan 3 Indonesia, dipastikan akan bergulir, setelah Piala Dunia U-20 selesai. Yaitu, awal Juni 2021.

     

    KEENAM

    Pertengahan Januari 2021, sudah ada penentuan siapa Kapolri yang baru, menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis. Dengan Kapolri yang baru, maka PT LIB dan PSSI wajib menjalin komunikasi dengan pejabat-pejabat baru di lembaga Kepolisian. Apakah Polri, masih konsisten untuk tidak memberi ijin, atau justru diberi angin segar, mulai berkompetisi?

     

    KETUJUH

    Kesimpulan, apa pun yang akan diputuskan oleh PT LIB dan PSSI, feeling mBah Coco, semua klub dijamin rugi, dan nggak bisa bilang apa-apa, kecuali pasrah. Karena, rata-rata konsep dan karakter pemilik klub, mayoritas feodal. Artinya, mendingat bangkrut dan rugi, asalkan manut dan setia.


    ---
    Penulis: mBah Coco