Teranyar

    Atas Nama Karya, Melly Mono Bebas Dari Tuntutan

    20 May 2021 20:16
    Lagu yang pernah dipopulerkan Anji itu, disajikan oleh perempuan kelahiran 17 April 1983 ini jadi berbeda. Tentu dengan olah cipta dan kekhasan yang dipunyainya.


    Gegara Melly Herlina atau lebih dikenal dengan nama Melly Mono merilis sebuah lagu recycle berjudul “Berhenti di Kamu”, DCDC Pengadilan Musik edisi ke-45 akhirnya mengundang dan mengadili untuk diuji ketahanannya dalam mempertanggung jawabkan hasil karyanya !

    Lagu yang pernah dipopulerkan Anji itu, disajikan oleh perempuan kelahiran 17 April 1983 ini jadi berbeda. Tentu dengan olah cipta dan kekhasan yang dipunyainya.

    Gairah bermusiknya dimulai tahun 2000, ia membentuk band SHE dan mengisi posisi vokal. Bersama band SHE, kemampuan sebagai vokalis semakin terasah.

    "Saya mulai belajar banyak tentang segala hal yang berhubungan dengan panggung musik dan industri yang menyertainya," ujar Melly saat dicecar pertanyaan soal kiprah bernyanyinya oleh dua Jaksa Penuntut.

    Namun pada 2014, secara mengejutkan Melly mengundurkan diri sebagai vokalis grup musik SHE yang telah membesarkan namanya selama kurang lebih 14 tahun.

    Pasca hengkang dari band SHE, gairah bermusik Melly tidak lantas surut. Dengan modal kemampuan vokal yang mumpuni, akhirnya Melly memutuskan menempuh jalur sebagai penyanyi solo.

    Dan di 2014 itulah, Melly aktif merilis single dengan nuansa pop alternative. Menjalani karir sebagai penyanyi solo selama 8 tahun, hal tersebut nyatanya masih berbanding lurus dengan hasrat Melly untuk terus melahirkan karya.

    Bukan tanpa alasan ketika akhirnya Melly memilih lagu ini untuk dijadikan single terbarunya, mengingat lagu yang ditulis oleh Dewiq dan Pay ini punya makna yang begitu kuat dan dalam.

    "Di dalam lagu tersebut ada rasa perlawanan batin yang mampu disampaikan dengan manis dan indah lewat lirik lagunya," jelasnya.

    Selain itu, diakui pula olehnya jika memilih lagu recycle menurutnya memang tidaklah mudah, butuh formula yang tepat agar nilai kreativitasnya tetap terasa otentik tanpa menghilangkan esensi lagunya.



    Agus Danny Hartono, perwakilan Coklat Kita Djarum Coklat Dot Com (DCDC) bilang kalau pengadilan musik ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan setiap bulannya.

    Jelas pria berperawakan tinggi besar ini, sudah banyak teman-teman yang bertanya kapan diadili dan menjadi terdakwa.

    "Sudah banyak yang nanya. Jadi untuk bulan depan dan bulan berikutnya, insya Allah pada bulan depan akan ada pengadilan musik," kata Agus.

    Menurutnya tak memungkiri ada sedikit pergeseran dengan kebiasaan para penikmat pengadilan musik ini. Sebab saat ini masih harus dilaksanakan secara virtual tanpa dihadiri penonton secara langsung akibat pandemi Covid-19 yang bikin riweuh dan belum berakhir ini.

    "Kami tidak akan proaktif untuk mendatangkan penonton, karena kami harus patuh pada peraturan pemerintah karena kami terkait pada institusi," jelasnya.

    Sebenarnya ada kerinduan dengan adanya penonton yang datang tempat ini, karena secara tidak langsung itu adalah energi buat perangkat-perangkat pengadilan.

    Senada dengan Agus, pihak penyelenggara, Gio Vitano dari ATAP Promotions menambahkan bahwa tidak mudah untuk bisa menghadirkan penonton di DCDC pengadilan musik. Terutama dari sisi jam tayang.

    Hal ini dikarena operasional di tempat syuting sekarang dibatasi sampai jam 9 malam, dan biasanya pengadilan musik beres jam 9 malam.

    "Jadi ini agak sulit bagi kami jika digabungkan dengan penonton walaupun dengan prokes," tambah Gio.

    Bob...pingin tahu deg-degan nya Melly Mono yang diadili oleh dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq ? Namun Melly tetap akan dibela Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung.

    Tentu saja keseruan pengadilan akan dipimpin oleh Hakim Man (Jasad) dan jalannya persidangan akan diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

    Dan jika Melly Mono berhasil berbicara atas nama karya, dia akan bebas dari tuntutan dan materinya akan dinyatakan layak untuk dikonsumsi oleh publik.

    Sok ah dito'ong di DCDC pengadilan musik Virtual edisi ke-45 pada Jumat, 21 Mei 2021 pukul 19.00 WIB dan disiarkan streaming di situs www.djarumcoklat.com. (Bobotoh.id/HR)