Teranyar

    Bagus Bebas Bersyarat, Kudu Kolaborasi Bareng Lintas Genre

    27 November 2021 09:09
    Hadirnya Bagus Dwi Danto sebagai terdakwa sangat terkait dengan perubahan nama terdakwa yang sempat dikenal dengan nama Sisir Tanah.
    Lagu Hari Ini

    Hidupku Hari Ini Ku jalani Pelan Saja
    Dalam Segala Do'a-Do'a Keselamatan
    Hidup Ku Hari Ini Ku jalani Pelan Saja
    Dalam Segala Rupa Permohonan


    Sepenggal lirik penyanyi solo Bagus Dwi Danto ini memang berjalan lambat. Tapi Bagus hanya bilang kalau pesannya tidak 'kudu' didengarkan saja, tafsirkan secara mandiri saja.

    Pria asal Bantul, Yogyakarta, ini, kudu menjalani sidang di DCDC Pengadilan Musik, Jumat (26/11/2021) malam, yang digelar di Kafe The Panas Dalam Jalan Ambon No 8A. Bagus memang beberapa waktu lalu mengeluarkan album berjudul 'Kudu'.



    Ada pengaruh sawung Jabo dalam beraliran musiknya di awal 2000 an, plus pergaulan dan suasana yang cair antar seniman Yogyakarta yang akhirnya terhubung saat Bagus berkarya.

    Tapi ada yang tidak bisa dihilangkan musisi ini, katanya ada sosok seorang Pidi Baiq di 2014 an yang menawarkan sebuah album. Dan, ini sejarah buatnya. Dan, ini selalu diceritakan ke semua karibnya !

    Sidang yang dipimpin Man Jasad ini pun mengungkap sisi lain Bagus Dwi Danto yang fenomenal dengan Sisir Tanah-nya. Bagus Dwi Danto adalah sosok di balik nama Sisir Tanah.

    Bagus dikenal sebagai musisi yang aktif terjun dalam berbagai kegiatan aktivisme sosial dan gerakan akar rumput. Keterlibatan nya secara personal dalam banyak ruang penderitaan warga yang menjadi korban atas perampasan hak-hak sipil, penggusuran, hingga praktik ketidakadilan berbekas dan meninggalkan jejak sejarah perlawanan dalam setiap karyanya.

    Kesunyian nyanyiannya mengantar pendengar pada pengalaman otentik menyoal kegelisahan, kekecewaan, kemarahan, dan kebencian pada kehidupan dunia nyata yang sedang tidak baik-baik saja.

    Setelah sukses dengan Sisir Tanah yang berjalan satu dekade, Bagus tiba-tiba memutuskan untuk menjadi solois.

    Dan, dua jaksa kocak di DCDC Pengadilan Musik, Pidi Baiq dan Budi Dalton seperti biasa bertanya terdakwa sambil menghakimi secara kocak.

    "Mengapa mendeklarasikan ingin jadi solois padahal anda orang Yogya ?" tanya Pidi Baiq.

    Seperti orang Yogyakarta kebanyakan yang bertutur tenang dan kalem, Bagus yang pernah bernama panggung Sisir Tanah mengatakan bahwa hal itu disebabkan materi.

    "Kurang urunan, kalo band kan harus patungan, saya enggak punya modal. Saya sadar nge-band butuh modal materi," kata Bagus yang memilih aliran musik folk.

    "Saya juga merasa heran kenapa disebut musisi folk, padahal dia sendiri belum mengerti. Karena banyak lagu-lagunya beraliran pop," tuturnya.



    Di persidangan, Bagus pun menceritakan album barunya yang mengangkat musik folk. Album ini menceritakan perjuangannya melewati masa kelam kala dunia dicengkram pandemi.

    “Ada kejadian apa sampai memutuskan tidak lagi menggunakan nama Sisir Tanah,” tanya Budi Dalton.

    Ia menyebut Sisir Tanah memakai istilah proyek musik, sebuah proyek punya durasi dan bayangannya sekitar 10 tahun. Dan, tidak menduga ketemu masa pandemi.

    Terkait album Kudu, Bagus yang didampingi Penasehat Hukum Jon Kastella dan El Biruni yang ditunjuk oleh terdakwa, menerangkan bahwa album ini memiliki konsep di mana seseorang bisa bangkit dari serpihan-serpihan atas apa yang dialami dalam hidup.

    Ceuk El Biruni, musisi yang berzodiak scorpio ini biasanya selalu ringan tangan atau istilah Pembela Jon Kastelo, pertempuran belum selesai, serba susah di saat Pandemi ini.

    "Bagus terbiasa dengan analogi kapal tempur dan kapal dagang untuk berangkat bermusisi nya," tambah Jon.

    Ketua Hakim Man Jasad akhirnya memberikan keputusan persidangan DCDC Pengadilan Musik yang disimpulkan dari hasil pertanyaan jaksa penuntut dan pembelaan terdakwa.

    "Saya memutuskan bahwa Bagus ini bebas, tapi ada syaratnya, harus bisa berkolaborasi dengan lintas genre," katanya.

    Dan, setelah diadili, Bagus mengatakan dia akan terus menulis lagu dan berupaya melakukan kolaborasi dengan musisi lain.

    "Karena memang di zaman sekarang kolaborasi dengan musisi lain itu sangat penting," katanya.

    Soal DCDC Pengadilan Musik, Bagus meno'ong bahwa acara ini mampu memberikan motivasi kepada musisi lain untuk berkarya.

    Produser DCDC Pengadilan Musik, Addy mengungkapkan, Bagus Dwi Danto diseret sebagai terdakwa sangat terkait dengan perubahan nama terdakwa yang sempat dikenal dengan nama Sisir Tanah.

    "Kami penasaran kenapa dia ganti nama, menarik untuk disimak," katanya.

    Dalam kesempatan ini, Addy juga memperkenalkan sebuah platform baru yang merupakan terobosan DCDC yaitu DCDC Magazine.

    "Selama ini kami biasa melalui platform website. Melalui DCDC Magazine kami ingin mempertajam lagi ulasan musik indie. Meski masih bersifat online, namun nanti ada edisi yang dicetak khusus lebih mendalam, informatif dan memuaskan," katanya. (Bobotoh.id/HR)