Teranyar

    Berfikir Kreatif Menggunakan Mantik. Kudu Jujur, Ulah Asbun ! Menuju Pilkada

    21 September 2020 15:48
    Tambah Hasto yang dilarang adalah kalau ASN mempengaruhi buat milih paslon. Harus bisa menempatkan diri.

    Dalam zoom meeting, Senin (21/9/20) soal sosialisasi netralitas penyuluh KB pada Pilkada 2020 di 8 Kabupaten Kota Jawa Barat, Ketua BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo memere wejangan sekaligus pencerahan kepada sekitar 500 ASN Penyuluh Keluarga Berencana. 

    Hasto yang mengcarioskeun berdasarkan pengalaman ini, meminta ASN harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai pulitik. Karena salah satu tugas ASN adalah menjaga netralitas dan tidak berpihak.

    "Asas manajemen di undang-undang mengcarioskeun bahwa setiap ASN tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan manapun," tutur Haso yang begitu mengayomi.

    "Kudu netral untuk bisa menengahi masalah di masyarakat. ASN punya pilihan tapi tidak menggerakkan untuk menyuruh memilih. Terutama tenaga Penyuluh," tambahnya mengingatkan.

    Kalau susah menolak, pakailah gaya bahasa diplomat tersendiri. Dengan, mendu'akan saja kiranya cukup memberi kesan yang baik.

    "Jangan khawatir Pak/Bu....Kami pasti mendo'akan. Karena kami tidak dilarang untuk punya pilihan, " jelas Hasto memere contoh yang baik.

    Tambah Hasto yang dilarang adalah kalau ASN mempengaruhi keur milih paslon. Kudu bisa menempatkan diri. Kudu pandai berfikir kreatif menggunakan mantik. Yang penting, kudu jujur. Kudu pandai cara memere penyampaian dengan kata-kata nu hade. Tidak memunculkan praduga. Tidak asbun.

    Namun ada juga ASN yang akan begitu pamrih, bisa mendapatkan ini itu dari paslon. Atau yang ingin materi juga. Karena manusia membogaan gangguan mental emosional yang juga mempengaruhi.

    Ada pepatah Jawa, kita ini seperti 'Kebo layanan Sapi'. kalau Kerbau ketemu Sapi, kerjanya sama melayani. Melayani publik. Tapi untungnya mereka tida bisa kawin. Jadi kerja profesional saja sebagai kerbau dan sapi. Jangan mengajak.

    Dengan tidak menggurui, dokter spesialis kandungan ini hanya menyerahkan semua ke ASN soal fungsi dan tugas nya. Yang penting layanan publik terlayani dan aman dari covid yang bikin riweuh.

    Jangan sibuk menyelamatkan diri dan tidak menyelamatkan orang lain, generasi kita dan masyarakat kita. "Kita harus banting-banting tulnag untuk melayani masyarakat. Ingat berjuang itu pedih dan pahit. Tapi jangan menyerah dan kalah, tegasnya sambil kembali mengayomi.

    Sementara nakoda BKKBN Jabar, Drs. Kusmana menginagtkan kalau loyalitas kita adalah melayani masyarakat. Bukan loyalitas mendukung parpol. Tapi tetap akan mengsakseskeun misi dan visi Kepala daerah terpilih.

    "Yang terpenting program Bangga Kencana jangan disusupi kompanye paslon. Kita harus netral," ujar Kusmana yang selalu gumbira dan menggumbirakan banyak orang ini.

    Untuk urusan paslon, bilang saja tidak paham bukan tidak mau memahami. Karena niatnya adalah melayani pelayanan ke masyarakat dengan ikhlas dan ridho. Buat memere jeung menebarkan energi nu positif.

    Yang jelas, dirinya dan perangkat akan fokeus untuk meno'ong di 8 wilayah, kalau ada tenaga Penyuluh yang eror. Meskipun ada dan harus dipindah tugaskan memang dipindahkan bukan karena mengdukung paslon. Tapi justifikasinya jelas kalau dipindahkan. 

    Ketua Bawaslu Jabar, Wasikin Marszuki mengamini wejangan Kusmana ini. Menurutnya, kalau ada paslon kampanye jangan bawa-bawa program Bangga Kencana. meno'ong saja dari jauh.  

    Dan, buat BKKBN jangan takut karena ada tekanan dan ancaman. kalau ada paslon mau mengbantos masuk ke salah satu program Bangga Kencana pasti akan berpikir ulang. Apalagi BKKBN membogaan jargon 2 Anak Cukup, jangan sampai dimanfaatkan oleh paslon nomer urut 2, misalnya. Kudu hati-hati.

    Sedangkan buat paslon pun harus hati-hati juga, karena aka ketahuan. Kalau ada foto yang sengaja atau tidak sengaja yang mengbantos. (Bobotoh.id/HR - FT : bkkb


    Ayo Dibeli