Teranyar

    Berjuang Dalam Lingkaran Ketidakadilan

    9 October 2018 16:24
    Banyak cerita yang membuat tim kebanggaan kita seolah dijegal untuk kembali menjadi Juara. Banyak problematika yang seakan menjadi senjata utama untuk meruntuhkan tim kebanggaan kita semua. Banyak juga orang yang memanfaatkan kejadian pada tempo hari sebagai momentum untuk memuluskan kehendaknya.

    Petinggi federasi, selebriti dan media televisi seakan berlomba untuk mengutuk, berkomentar dan menyuarakan opininya tentang apa yang menimpa dunia sepak bola Indonesia. Apa karena Persib? Apa untuk sebuah popularitas? Atau untuk eksistensi? Entahlah, tapi mari bersama-sama kita berlapang dada, mungkin mereka semua menginginkan yang terbaik untuk sepakbola negeri ini terlepas dari segala tuduhan, hinaan bahkan cacian bagi klub kebanggaan kita.

    BERJUANG DALAM LINGKARAN KETIDAKADILAN. Kalimat yang dibuat bukan tanpa alasan dan bukan tanpa landasan. Kita semua menjadi saksi, bahwa klub kebanggaan kita seperti anak tiri, seperti berjuang sendiri, dan semua seakan menghakimi. Bagaimana tidak, salah satu gambaran yang terpampang jelas ketika Komdis (Komisi Disiplin) menjatuhkan sanksi untuk pemain Persib berlaku pada pertandingan terdekat, sementara bagi pemain persija, berlaku untuk pertandingan selanjutnya. Apakah itu adil? Apakah itu sesuai prosedur? Saya kira tidak, ini terlalu berlebihan dan semakin menunjukan adanya ketimpangan dalam keputusan yang ditetapkan.

    Disamping keputusan yang sangat merugikan, menyudutkan dan perlahan ingin menghancurkan. Persib tetap berlari dengan kepala tegak dan bersikap ksatria untuk menghadapi semua pertandingan di depan dengan gagah berani. Mereka berjuang diatas ketidakadilan, diatas kemustahilan dan diatas bayangan orang-orang yang mencari setiap jengkal kesalahan. Karena bagi mereka, sedikit kesalahan yang Persib buat, dapat dimanfaatkan menjadi senjata demi senjata untuk membuat Persib Terpuruk dan Terluka. Tapi mereka lupa, bahwa Persib bukan klub biasa dan bukan sekedar tim sepak bola. Sekuat apapun mereka menyerang Persib, saya percaya bahwa klub kebanggaan kita akan tetap berjaya di singgasana liga yang dikenal Gila.

    Sekarang waktunya untuk bersama kita lawan dan bersama kita do’akan. Bersama kita jaga dan bersama bela klub kebanggaan kita. Jangan sampai asa menjadi Juara hilang begitu saja karena Mafia dan orang-orang yang menganggap bahwa ternyata realita sekarang bertolak belakang dengan rencana awal mereka.*

    *Penulis adalah seorang bobotoh asal Lembang bernama Syafi'i Ridwar K dengan akun Instagram @Syafiirdwan

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli