Teranyar

    Bermodal 200 Ribu dan Mau Belajar. Membuatnya Jadi Juara

    23 January 2020 10:43
    Penampilan cemerlang Apriyani Rahayu/Greysia Polii dalam dua turnamen pada 2020. (Bolalob)
    Pelatih kepala ganda putri nasional Indonesia, Eng Hian, mulai memikirkan masa depannya.

    Penampilan cemerlang Apriyani Rahayu dalam dua turnamen pada 2020, membuat pelatih kepala ganda putri nasional Indonesia, Eng Hian, mulai memikirkan masa depannya. Masalahnya, partnernya saat ini, Greysia Polii sudah berusia 32 tahun dan dinilai akan segera pensiun setelah Olimpiade Tokyo 2020.

    "Saya belum bisa melihat siapa yang cocok dipasangkan dengan Apri. Kalau secara teknik, yang mendekati Apri sih ada, tetapi secara mental dan kemauan, belum ada," kata Eng Hian.

    Ieu Rame Lur:

    Ezechiel Hengkang, Persib Peryogikan Dua Striker

    Robert Akui Bruno Matos & 2 Nama Lain Berada Dalam Radar Rekrutmen Persib

    "Cuma Apri yang datang ke saya waktu masuk pelatnas. Dia datang dengan hanya punya raket dan uang Rp 200 ribu di tangan. Dia bilang dia mau jadi juara, terserah koh Didi mau kasih program apa, saya siap," terang Eng Hian lagi.

    Ucapan tersebut dibuktikan Apriyani hingga sekarang.

    Menurutnya, tidak ada yang berubah dari penampilan pebulutangkis asal Konawe, 29 April 1998 ini. Dari segi latihan dan kemauan masih sama. Kenapa Apri pada saat dipasangkan dengan Greysia langsung cocok? Karena kemauannya kuat.

    "Secara teknik saat itu dia masih jauh ketinggalan dari Greysia. Tetapi, dia bisa mengimbangi karena kemauannya mau belajar, mau menangnya kuat." tambahnya.

    Ieu Rame Lur:

    Zola & Ghea Youbi Unggah Foto Berkaos Couple

    Diduetkan Dengan Fabiano, Ieu Ceuk Victor Igbonefo

    Ke depan, Eng Hian berharap Greysia/Apriyani tidak puas begitu saja karena perjuangan belum selesai.

    "Setelah bertanding, saya tidak menyampaikan apa-apa karena memang setelah juara, ya mulai dari nol lagi. Target utama mereka kan lebih dari ini," kata peraih medali perunggu pada Olimpiade Athena 2004 ini.

    Apriani adalah pebulutangkis Indonesia spesialis ganda putri dan ganda campuran ketika junior. Namun dia menjadi pebulutangkis spesialis ganda putri di level senior. Ia merupakan peraih medali perunggu ganda putri Kejuaraan Dunia  2018 di Tiongkok serta Asian Games 2018 di Jakarta. 

    Sebelum dapat partner Greysia Polii, Apriani sempat dipasangkan dengan beberapa pemain seperti Rosyita Eka Putri Sari, Fachriza Abimanyu, Rinov Rivaldy, Jauza Fadhila Sugiarto, Agripinna Rahmanto Putra dan Panji Akbar Sudrajat. 
    (Bobotoh.id/HR - Bolasport)