Teranyar

    BKKBN Jabar 2020 Buat Kita, Kami Dan IPKB, Setidaknya Begitu Merindu

    31 December 2020 20:57
    Perjalanan program Bangga Kencana memang sempat tertatih saat awal pandemi si Covid-19 yang menyieun riweuh. Namun, kinerja perlahan bangkit langsung sakses dan moncer menjelang akhir tahun. Dengan segala prestasi yang begitu panjang tadi.
    Kamis pagi, 31 Desember 2020 jalan Bukit Raya, Punclut ternyata sepi, begitu corengcang...Kosong dari kendaraan roda 4 berplat bukan D. Padahal, sebelum-sebelumnya nya pas liburnya juga agak panjang, jalanan ini sangat padat merayap.

    Tau jalanan tak seperti biasanya, pasti menuju acara media gathering BKKBN Jabar di jalan Surapati tidak akan pesen ojek onlen, tapi memake kendaraan sendiri, karena takut terjebak macet. Mangkanya setelah ojek onlen datang, supaya jalannya mengebut mengudag acara. Tapi, tetap aja telat datang, karena supir bapak setengah baya, tidak bisa ngebut. "Punteun, yang penting sampe," jelasnya hehee aya-aya wae.

    Dan, beruntung Ayah Uung yang selalu murah senyum serta sering menggumbirakan banyak orang ini tidak menegor. Cepat saja masuk, malahan tak sempat absen segala, eh....sama stafnya, malahan dikasih snek. isinya cukup mengenyangkan.

    Acara tilu perempat gatheringpun tertinggal, hanya menyiisakan seorang wartawati penanya. Namun, meno'ong nakoda BKKBN berbicara disamping Pak Kadib Adpen, Herman Melani yang begitu norolong memere kabar soal Vasektomi dan tubektomi plus sedikit ada candaan yang berujung senyum sumringah para teman sejawat para kuli tinta dan juru potret dari IPKB jabar ini, sangatlah senang dan bagja.

    Dan, terbenak di pikiran, kenapa pria ini harus cepat purna tugas, padahal sudah begitu banyak yang telah dilakukan dan telah banyak prestasi warbiyasah yang diraih. Yang kalau dibicarakan pastinya akan panjang lebar, nanti mungkin ada juga yang akan mengenang dan menulisnya.

    Namun disela waktu yang memang sedikit itu, ada tonjokan 'hook' yang dibicarakan Ayang Uung. Soal kalau wanita itu bisa hamil oleh laki-laki, titik. Pikiran pun menerawang, kenapa para lelaki ini kudu disalahkan soal menghamili wanita ?

    "Karena yang menghamili wanita adalah para laki-laki, harusnya yang pasang KB itu laki-laki. Dan, soal urusan Keluarga Berencana itu bukan melulu urusan wanita. Itu urusan semua," ujar Ayah Uung dengan mimik muka cukup serius sambil matanya menelisik para punggawa IPKB yang duduk di kursi bagian depan.

    Dan, hatur nuhun buat pria berinisal NJP yang duduk di deretan depan itu, yang selalu 'siap siaga' memere kabar dengan sangat cepat. Sebuah rangkuman berbagai acara Bangga Kencana. Salut buat NJP !

    Jadi, alhamdulillah dibawah ini berita asli dari temu sejumlah jurnalis dalam Media Gathering Bangga Kencana 2020 di kantornya.

    Perjalanan program Bangga Kencana memang sempat tertatih saat awal pandemi si Covid-19 yang menyieun riweuh. Namun, kinerja perlahan bangkit langsung sakses dan moncer menjelang akhir tahun. Dengan segala prestasi yang begitu panjang tadi.

    “Ayah akui pelayanan kontrasepsi sempat terganggu pada awal pandemi Covid-19. Ini terjadi karena sejumlah fasilitas kesehatan tidak bisa melaksanakan pelayanan KB. Kami menyadari bahwa para petugas dan fasilitas kesehatan prioritas pelayanan bagi penanganan Covid-19,” terang nya.

    “Kami mengeluarkan kebijakan khusus dalam mendistribusikan alat dan obat kontrasepsi (Alokon). Jika sebelumnya alokon hanya tersedia di fasilitas kesehatan dan bidan praktik, selama pandemi ini para petugas diberikan tugas tambahan untuk mengantarkan pil dan kondom ke keluarga sasaran. Bagi BKKBN, keberlangsungan pemakaian kontrasepsi merupakan prioritas utama,” terang Kusmana.

    Sukses menjalankan skenario darurat pelayanan KB selama pandemi, BKKBN kemudian sprint mengejar ketertinggalan. Dua momentum besar menjadi titik balik kebangkitan Bangga Kencana. Pertama, peringatan ke-27 Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2020 yang menargetkan 1 juta akseptor secara nasional. Kedua, peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia pada 26 September 2020 yang membidik 250 ribu peserta KB nasional.

    Dalam dua momentum tersebut, Jabar sukses mengatrol capaian peserta KB secara signifikan. Dari 1 juta akseptor yang dilayani dalam momentum Harganas 2020, hampir setengahnya berasal dari Jawa Barat. Tepatnya, 454.226 akseptor. Angka ini menempatkan Jabar paling superior di antara provinsi lain di Indonesia. Sementara pada momentum Hari Kontrasepsi Sedunia, Jabar melayani 40.787 peserta KB. Jumlah tersebut belum termasuk 152 peserta KB metode operasi pria (MOP) atau vasektomi dan 486 metode operasi wanita (MOW) atau tubektomi. Jika semuanya dihitung, jumlah yang terlayani mencapai 41.425 orang.

    “Kerja keras para pengelola program Bangga Kencana membuahkan hasil menggembirakan. Sampai November 2020, jumlah peserta KB di Jawa Barat mencapai 7.423.272 orang atau 75,65 persen dari total pasangan usia subur (PUS). Angka ini bukan saja sangat bagus dari sisi prevalensi kesertaan ber-KB, melainkan membuktikan bahwa pandemi Covid-19 tidak sampai mengurangi capaian kinerja. ,” ungkap Kusmana. (Bobotoh.id/HR -NJP)