Teranyar

    BKKBN Jabar Rangkul Bobotoh, Jangan Kawin Ngora. Loba Bahaya nya !

    6 March 2020 10:50
    Ketua TP PKK Provinsi Jabar, Atalia Pranatya Ridwan Kamil, bangga dengan BKKBN Jawa Barat khususnya, karena mereka menghadirkan sentuhan-sentuhan langsung pada target sasaran dengan inovasi
    BKKBN Jabar dengan nakhoda barunya, Kusmana, langsung menyieun target sasaran utamanya buat generasi milenial terkait pentingnya pengendalian penduduk dan program KB. Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN Jabar di Grand Aquila Hotel Jalan Dr Djunjunan No. 116 Bandung, Kamis (5/3/20) kemarin, salah satu kolaborasinya adalah menggandeng bobotoh.

    Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil, yang kehadirannya menghangatkan suasana dengan joke-joke lucu saat memere pertanyaan, mengungkapkan soal program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Banggakencana) yang merupakan langkah yang sangat strategis sekali. Bagaimana kemudian masyarakat lebih mendekatkan diri kepada program-program BKKBN.

    “Saya bangga dengan BKKBN Jawa Barat khususnya, karena mereka menghadirkan sentuhan-sentuhan langsung pada target sasaran dengan inovasi," ujarnya, memberi pujian 

    Terlebih, jelas Atalia, diprediksi pada Sensus Penduduk 2020 Online jumlah penduduk Jabar tahun ini menembus 50 juta jiwa dan itu merupakan tantangan tersendiri. 



    Sementara, Kepala BKKBN Kantor Perwakilan Jabar Kusmana bilang, Banggakencana merupakan program yang ditujukan untuk menyasar generasi milenial. Karenanya, program ini menjadi penting karena sekitar 25 persen penduduk Jabar termasuk pada target program Banggakencana.

    "Dan, saya senang karena bobotoh juga telah perduli dengan masalah ini. BKKBN akan mengajak bobotoh untuk ikut berkolaborasi," terang Kusmana lagi.
     
    Kusmana juga menekankan pentingnya program ini untuk didukung oleh berbagai pihak, mengingat jumlah 50 juta penduduk terbilang sangat besar, bahkan berpotensi berlipat hingga 75 juta penduduk pada tahun-tahun mendatang.

    “Saat ini generasi remaja, di Jawa Barat khususnya, hampir 25 persen penduduknya remaja, mereka konotasinya tidak lagi bisa menerima bahasa-bahasa yang lama. Kita harus mendidik mereka sesuai dengan zamannya. Itu sebab mengapa BKKBN mencoba untuk me-rebranding pesan dengan sasaran milenial,” kata Kusmana.

    “50 juta itu bukan jumlah yang sedikit. Dalam 50 juta itu remajanya ada 12,5 juta. Kalau remaja ini menikah, punya anak 2 saja, berarti akan lahir 25 juta lagi penduduk yang akan datang, bertambah lagi menjadi 75 juta. Belum yang lansia, beliau-beliau orang tua kita kan mesti dirawat juga, tidak boleh kita telantarkan. Sebab itu program ini menurut saya ini penting untuk mendapatkan perhatian dan dukungan,” jelasnya sambil menutup dengan sebuah pantun yang isinya Kusmana kembali deui ka kampungnya. (Bobotoh.id/HR)


    Ayo Dibeli