Teranyar

    Bobotoh, Berkacalah Pada Djanur

    29 November 2018 15:17
    Persib terpuruk di akhir musim. Digadang-gadang juara liga, ternyata malah terpeleset sejak pekan ke-24
    Berseliweran berita-berita tentang pengaturan skor ini-itu ini-itu. Ditambah gacornya akun-akun bobotoh membuat situasi memanas bahkan mengarah kepada rasa saling tidak percaya satu sama lain.

    Saya yakin, lain hal dan cerita jika kejadian di GBLA September lalu tidak terjadi, situasi tidak akan mungkin seperti ini.

    Ieu Rame Lur:

    Ini Daftar 18 Pemain Persib Yang Diboyong Ke Lamongan

    Gozo : Ada Tawaran dari Tim Lain, Tapi...

    Ingat di saat seperti ini jangan terlalu banyak berspekulasi, terlebih jika kita hanya mendapat kabar "katanya katanya dan katanya." Semua teori bisa jadi benar dan bisa cocok bahwa si A enggak loyal, si B kena suap, si C morotin klub si D ini itu. Ditambah bobotoh yang hiper aktif di medsos, kerunyamanan akan mudah terjadi dan mudah membesar bak kanker ganas.

    Ingat semua pemain maupun pelatih juga manusia seperti kita. Terlepas dari semua kecurigaan yang muncul di Twitland dan Babakan IG, setelah kekalahan tadi ada masanya semua mental pemain tidak gampang untuk pulih.

    Hargai saja perjuangannya, tugas kita mendukung di saat menang maupun kalah. Terlebih seharusnya kita juga bersyukur dengan skuad seadanya di awal musim Persib bisa bertengger di papan atas.

    Ieu Rame Lur:

    Ini Penyebab Widodo C. Putro Mundur dari Bali United

    Gozo Terlibat Komunikasi dengan Manajemen Persib Perihal Perpanjang Kontrak

    Beda ketika di musim lalu, persiapan maksimal dan jargon 'Golden Era' Persib malah hampir menyentuh bibir jurang degradasi. Target awal cuma duduk lima besar, dan peluang juara ada ketika pertengahan musim kemudian hancur karena satu keadaan di luar kehendak hingga pupusnya peluang tersebut.

    Kita malah murang-maring kemana-mana gampang, termakan gosip di luaran. Ada kalanya memang tidak mudah mengembalikan mental para pemain meskipun bermain dengan skuad utama. Terlalu banyak hal hal di luaran sana yang dikonsumsi pemain dan pelatih maupun bobotoh, sekaligus yang berdampak buruk pada performa tim dan itu tidak bagus

    "Karena begitu cerewetnya akun-akun bobotoh yang tak segan memuja sekaligus mencaci ketika terpuruk, kita harus belajar pada kasus Djanur terdahulu! Seperti apa seorang Djanur dicacimaki ketika keterpurukan Persib hingga hampir terlempar ke Liga 2?"


    Nah sekarang ketika melihat Persebaya sedang berada di top perform, kita seakan melihat ''wah Persebaya enak ditonton ini-itu," bla bla bla. Banyak memuji bahkan ada yang berujar Djanur lagi aja musim depan , tidak semudah itu Fulgoso. Nanaon ge make rasa lin?

    Dan seakan Bobotoh lupa bahwa Persib masih berada jauh di atas Persebaya ada laga sisa yang harus dijalani. Jangan hanya karena penurunan performa di akhir musim semua hasil yang Persib raih sedari awal pupus sudah dan tak bermakna di mata kalian bobotoh, yang katanya budiman dan cerdas.

    Lihat Bali United, apa tidak bisa kalian lihat di musim sebelumnya begitu beringas, musim ini malah berada di bawah kita bahkan secara mengejutka, juga kalah telak dari Persebaya di laga kandang. Jika mau melihat contoh di luar, lihat Chelsea.

    Ketika tahun pertama diasuh Conte langsung juara. Tetapi begitu musim berikutnya terpuruk, namun tidak ada gosip gosip selain ketegangan antara Conte dengan Costa. Apa pernah mendengar adanya macth fixing?

    Contoh kedua Ranieri sukses bawa klub medioker jadi jawara di Liga Inggris, namun di musim berikutnya malah terseok-seok. Wajar kan? Chelsea dan Leicester tidak mendapat hukuman seperti Persib yang langsung memberi pengaruh pada perfom di lapangan?

    Apakah Chelsea dan Leicester melakukan laga usiran di luar pulau dan tanpa penonton? Tidak, apakah pemain pemain inti chelsea dan leicester mendapatkan sanksi sama seperti persib kemarin sehingga performa tim menurun?

    Tidak, mereka berubah ketika musim baru, bukan di tengah-tengah perjalanan seperti yang Persib alami saat ini. Saya ingatkan lagi sebagai Bobotoh yang cinta Persib, saya hanya mengingatkan semua teori tentang siapa yang merugikan persib pasti bisa masuk dikala keadaan seperti ini.

    Ada baiknya semua menahan diri agar tidak makin memanas dan merenggangnya rasa saling percaya. Siapapun pelatih nya jika sikap kita masih sering termakan berita berita sampah seperti ini ya akan bernasib seperti Djanur maupun Gomez saat ini.

    Tugas kita hanya mendukung dan kritis ketika tim kalah. Namun dengan menebarkan berita yang belum pasti kebenarannya akan ada banyak korban lagi selain pemain dan pelatih maupun manajemen. Semua terkena fitnah dan saling tuduh.

    Ingat massa Bobotoh di sosmed itu terlalu banyak digoyang dengan berita sensitif. Sedikit saja sudah gampang untuk jadi viral.

    Malu atuh tiap musim kita seperti ini terus. Mungkin ini juga teguran akibat kelakuan kita menghilangkan nyawa seseorang September kemarin itu juga bisa jadi suatu teori yang masuk untuk menggambarkan mengapa Persib menjadi seperti sekarang ini.

    Sekarang saya hanya melihat semua ini jadi seperti film "Hangout" besutan Raditya Dika. Semua saling tuduh dan mati satu persatu dibunuh oleh pihak yang sebenarnya tidak bisa kita lihat.

    Jika pun kita curiga terhadap pemain, pelatih manajemen, operator liga, federasi, wasit maupun tukang gorengan atau minuman asongan di stadion sebaiknya kita diam dan jangan terlalu banyak berbicara di media karena hanya memperuncing suasana .

    Percuma kita koar-koar ini itu-ini. Itu terlalu lantang ketika semua kecurigaan kita tidak sesuai dengan fakta, yang akan membuat kita malu sendiri dan itu pasti jadi bahan ejekan 'tetangga'.

    Inti na bobotoh ge kudu loba introspeksi diri paribasa "Ulah ngeluh keur ripuh ulah ngaraja keur bagja " teh berlaku, ripuh ujian bagja titipan teh bener. Kamari basa saacan kajadian GBLA adigung na moal aya pan ngaledek tim tatangga , adigung pucuk dingin pucuk dingin.

    Begitu ngolemar ayeuna tibalik, Ajisrep luhureun urang di klasemen. Rek kumaha?

    Teu mikir keneh kadinya? Bahwa keterpurukan Persib ayeuna teh akibat urang akibat kegoblogan hakiki arurang nu masih kawas kieu.

    Mikir Ferguso! (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis oleh Angga Alterego yang berakun Twitter @prfromaga

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli