Teranyar

    Catatan Balad Bobotoh: Jangan Remehkan Persiraja

    2 April 2021 14:35
    Meski Maung Bandung lebih berpeluang untuk menyabet tiket perempat final, namun tetap jangan meremehkan Persiraja.






    Catatan Balad Bobotoh

    J a n g a n R e m e h k a n
    P e r s i r a j a

    Ada benarnya juga omongan bobotoh, kalau arsitek Persib Bandung, Robert Rene Albert suka menurunkan starter line up yang terkesan meremehkan kemampuan lawan. Ini berbahaya, apalagi saat memainkan partai penentuan.
    Persib Bandung, Jumat (2/4) malam ini akan menghadapi Persiraja Banda Aceh dalam laga pamungkas atawa ketiga grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, mulai pukul 18.15 WIB.

    Meski Maung Bandung lebih berpeluang untuk menyabet tiket perempat final, namun tetap jangan meremehkan Persiraja. Benar, bermain imbang pun pasukan pelatih asal Belanda ini akan lolos ke perempat final.

    Akan tetapi, contoh masih "haneut". Adalah Bhayangkara FC yang tinggal bermain seri saja sudah lolos ke perempat final. Bahkan dalam duel panas itu The Guardian lebih dulu mencetak gol, sehingga tidak salah jika pendukungnya mengatakan Bhayangkara FC aman, karena Persija dituntut harus bisa mencetak dua gol. Dan saking gembiranya, pendukung Bhayangkara FC itu menyuruh Persija pulang.

    Alih-alih menyuruh pulang, malah Bhayangkara FC yang kudu angkat kopor, lantaran Persija bisa berbalik unggul dua satu dan melenggang ke babak delapan besar bareng PSM Makasar.

    Makanya, Persib Bandung saat bentrok Persiraja harus menurunkan skuad inti. Tidak perlu memberikan dulu kesempatan kepada pemain yang diboyong dan belum mendapat kesempatan berlaga. Jangan memberi peluang kepada lawan untuk mengintip kelemahan, apalagi kecolongan gol lebih dulu. Yang harus diwaspadai, jangan sampai Persib kalah di babak pertama dengan skor tipis sekalipun. Karena, dengan keunggulan itu bisa saja Persiraja melakukan taktik gaya Jose Mourinho, parkir bus. Yakni, semua pemain berkumpul di lini pertahanan untuk membentengi gawang.

    Dengan menurunkan kekuatan penuh, Maung Bandung bisa meraung-raung atawa mengacak-ngacak pertahanan lawan sekaligus merobek-robek gawang lawan. Dan pada sebenarnya itu bisa dilakukan Febri Haryadi dkk.

    Baik Persib maupun Bali United, pada laga ketiganya masing-masing akan mampu menyantap lawan-lawannya. Dan pada sebenarnya pula, kedua klub elite ini bakal menjadi wakil grup D untuk berlaga di perempat final.

    Ya, persoalannya kini tinggal siapa di antara mereka (Persib Bandung dan Bali United) yang akan menjadi Pamuncak grup D untuk menghadapi runner up grup C di babak delapan besar.

    Nah, dengan aturan main begitu, tentunya produktivitas gol (mencetak gol dan kemasukan gol) menjadi jawabannya, karena kedua klub memiliki point yang sama, yaitu 4, dan selisih golnya Persib Bandung (4-2) dan Bali United (3-1).

    Kembali ke ocehan bobotoh asal RT 07/RW 04 Negla di atas tadi, dia khawatir kalau arsitek Maung Bandung sampai menurunkan formasi awal berintikan pemain muda yang belum mendapat kesempatan bermain. Sayang atuh, karena akan membuang peluang menjadi juara grup.

    " Kecuali kalau tuan Robert Rene Albert siap untuk beradu strategi sama Aji Santoso, pelatih yang membawa Persebaya menjadi Pamuncak grup C," celoteh Jamingan.

    Berbeda dengan Tasdik Waliwis Bodas, bobotoh asal Andir yang kerap mangkal di terminal Ledeng, kalau bisa mah Persib berusaha mencetak gol sebanyak mungkin.

    "Jadi, nanti di perempat final lawan Madura United atawa PSS Sleman, aya piritan ka semifinal," celetuknya.
    Sekadar bayangan, sebaiknya Persib Bandung menurunkan stelan terkuatnya, agar hasilnya benar-benar memuaskan para bobotoh yang patuh menyaksikan tim kesayangannya dari rumah saja.

    Teja

    Nick. - Igbonefo

    Henhen. -. Ardi
    Bayu. Jufriyanto

    Vizccara-Farshad- Febri
    Frets
    Beckham

    Luiz. - Ezra
    Sinaga

    Cadangan :
    - Erwin Ramdani
    - Abdul Azis

    (h.ss) *