Teranyar

    Cerita Hariono: Awal Gabung Persib, Saya Hanya Liatin Orang Sambil Mikir 'Ini Bahasa Apa..'

    12 January 2021 15:48
    Hariono menceritakan awal adaptasinya ketika baru bergabung Persib pada tahun 2008 lalu. (Bobotoh.id/AH)
    Ketika itu, Hariono mengaku banyak mendapatkan hal baru diantaranya dari segi bahasa, makanan, lingkungan dan teman-teman baru.






    Hariono datang ke Bandung untuk membela Persib pertama kali pada tahun 2008 lalu. Saat itu, namanya masih asing di telinga Bobotoh maupun para pecinta sepak bola di Jawa Barat.

    Akan tetapi, berkat kesetiaan dan militansinya di lapangan saat membela Persib, nama Hariono pun dari tahun ke tahun makin besar dan menjadi idola bagi banyak Bobotoh. Bahkan, pria asli Desa Klagen, Kabupaten Sidoarjo tersebut menjadi salah satu pemain yang paling setia bersama Persib, dengan catatan 11 tahun membela tim sejak 2008 hingga 2019 lalu.

    Namun, ada cerita unik yang datang dari Hariono pada awal-awal ia bergabung bersama skuat Maung Bandung. Ketika itu, Hariono mengaku banyak mendapatkan hal baru diantaranya dari segi bahasa, makanan, lingkungan dan teman-teman baru.

    Ieu Rame Bob: CERITA HARIONO: AWALNYA SAYA TIDAK TAHU PERSIB INI TIM MANA

    "Di musim awal saya bergabung memang adaptasi dari segi bahasa, makanan, lingkungan dan teman-teman juga itu agak sulit. Di lapangan juga agak sulit," ujar Hariono, seperti dikutip Bobotoh.id dari sebuah wawancara di kanal Youtube Omah Bal-balan.

     Bahkan, terdapat satu momen dimana Hariono sering kebingungan dengan obrolan yang dilontarkan teman-temannya di Persib yang notabene mayoritas orang Sunda tersebut. Hariono yang berasal dari Jawa Timur pun awalnya hanya bisa banyak berdiam diri sembari memperhatikan pembicaraan teman-temannya yang menggunakan Bahasa Sunda.

    Akan tetapi, lama kelamaan, adaptasi Hariono di Persib pun saat itu mulai berjalan lancar. Ia sedikit demi sedikit mulai mengerti dengan Bahasa Sunda yang dibicarakan oleh rekan satu timnya.

    "Tapi dengan berjalannya waktu, saya sambil diam dan melihat, saya bergumam 'ini bahasa apa?', tapi lama kelamaan saya bisa mengerti, akhirnya sampai sebelas tahun tidak terasa," ujar Hariono sembari terkekeh. (Bobotoh.id/RF)