Teranyar

    Cerita Salim: Hampir Dipolisikan Karena Foto Bersama Jakmania dengan Baju "Viking Anj*ng"

    23 December 2020 16:42
    Salim Alaydrus saat membela Persija Jakarta pada 2009 lalu. (Foto: Liga Indonesia)
    Berniat untuk menyenangkan hati para fansnya, Salim justru terkena apes.







    Eks Persib Bandung, Salim Alaydrus menceritakan pengalamannya saat dirinya membela Persija Jakarta setelah hijrah dari Persib Bandung pada tahun 2009 lalu. Saat itu, Salim mengaku mendapat beberapa pengalaman yang kurang mengenakkan diawal kepindahannya dari Persib ke Persija.

    Persib dan Persija sendiri telah lama disebut sebagai rival. Rivalitas tersebut disebut-sebut berawal dari panasnya gengsi suporter antarkedua tim yakni Bobotoh dan The Jakmania.

    Salim Alaydrus pun mengaku pernah menjadi korban atas rivalitas tersebut. Hal itu terjadi pada saat dirinya membela Persija. Saat itu, ia terbawa kasus penghinaan terhadap kelompok suporter Persib setelah berfoto bersama The Jakmania yang membawa atribut yang merendahkan suporter Persib.

    Salim bercerita, kejadian itu terjadi pada saat dirinya selesai melakukan latihan rutin bersama tim Persija. Kondisi saat itu, lapangan latihan Persija telah ramai ditonton oleh Jakmania. Setelah usai latihan, para Jakmania pun banyak yang meminta foto bersama para pemain.

    Berniat untuk menyenangkan hati para fansnya, Salim justru terkena apes. Dirinya bersama pemain Persija lainnya yang juga mantan pemain Persib, Erik Setiawan, tak sadar diajak foto bersama The Jakmania yang membawa atribut yang merendahkan suporter Persib. Kasus itu pun ramai diperbincangkan di media sosial kala itu. Bobotoh di Bandung pun ramai-ramai mencaci Salim yang dianggap telah merendahkan martabat pecinta Persib.

    Ieu Rame Bob: BUKAN KARENA UANG, TERNYATA INI YANG BIKIN SALIM PINDAH DARI PERSIB KE PERSIJA!

    "Iya memang benar kejadian itu ada, ceritanya waktu itu kami sedang latihan, penonton dari Jakmania yang menonton latihan juga banyak. Setelah latihan, saya dengan Erik banyak yang minta foto-foto, jadi mereka banyak yang membawa kaus, banner-banner bermacam-macam, tapi kami tidak tahu kalau ada tulisan yang kurang mengenakkan itu," ujar Salim Alaydrus, saat berbincang di acara NGOPER Persib Pisan yang tayang secara langsung di kanal Youtube Bobotoh TV, Selasa malam (22/12/2020).

    "Saya baru tahu setelah ramai di media, ramai di Bandung dan dimana-mana. Waktu itu saya sempat ditelepon juga dari perwakilan Viking dan juga dari pak Umuh, mereka menanyakan maksudnya bagaimana kejadian itu, dan waktu itu saya langsung klarifikasi juga di media sosial di Bandung bahwa saya tidak tahu-menahu," sambung Salim.

    Bahkan, lantaran kejadian tersebut, pria asal Purwakarta itu pun mengaku mendapat ancaman dari beberapa pihak yang ingin melaporkannya ke polisi. Namun, setelah proses klarifikasi yang panjang, Salim pun terbebas dari jeratan hukum.

    "Saya bahkan waktu itu sempat diancam bahwa kasus ini akan dilaporkan ke polisi. Banyak pihak yang ingin melaporkan saya, tapi akhirnya saya mencoba untuk mengklarifikasi semuanya," tutur Salim.

    "Tapi banner itu bukan saya yang membawa, saya sempat juga komplain ke ketua The Jakmania saat itu Bung Ferry, saya bilang 'Bung, jangan begitulah, saya sama Erik kan orang Jawa Barat, nanti disangkanya malah kami yang bikin itu'. Akhirnya Bung Ferry bersedia untuk klarifikasi. Akhirnya saya klarifikasi di media, ke Persib juga, dan akhirnya beres semuanya," pungkas pemain Persib era 2006 hingga 2008 tersebut. (Bobotoh.id/RF)