Teranyar

    Cerita Samsul Arif: Banyak Masalah di Persib yang Buat Saya Gagal Berkembang

    14 January 2021 15:52
    Samsul Arif saat membela Persib Bandung. (Bobotoh.id/AH)
    Samsul mengaku kaget dengan tekanan besar dari publik Bandung kala itu.






    Eks pemain Persib Bandung, Samsul Arif menceritakan alasannya mengapa dirinya kurang berkembang saat bermain untuk Persib pada tahun 2016 lalu. Saat itu, Samsul menjadi bagian dari Persib untuk mengarungi turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

    Sebelum bergabung dengan Persib, Samsul dikenal sebagai salah satu striker lokal tajam. Catatan golnya di Persela Lamongan dan Arema Cronus cukup gemilang. Akan tetapi, Samsul tak bisa menunjukkan itu saat berseragam Persib. Samsul hanya mencetak 2 gol di turnamen TSC 2016. Padahal, sebelumnya Samsul Arif cukup gemilang di turnamen Piala Bhayangkara 2016 dengan menjadi topskor turnamen dengan torehan 3 gol.

    Sukses di tim Jawa Timur dan gagal ketika membela Persib, Samsul pun menceritakan alasannya. Menurutnya, kultur sepak bola di Jawa Timur dan di Bandung sangatlah berbeda. Hal itu yang tidak ia persiapkan sebelumnya yang menjadikan mentalnya tidak kuat saat membela Persib.

    Lebih lagi, ia mengaku kaget dengan tekanan besar dari publik Bandung kala itu. Hal itu diakuinya sebagai tekanan terbesar selama ia berkarir menjadi pemain sepak bola. Ditambah dengan kondisi Persib kala itu yang bergonta-ganti pelatih yang membuatnya makin kesulitan beradaptasi.

    Ieu Rame Bob: TERNYATA INI PENYEBAB NICK KUIPERS SERING DIBERHENTIKAN POLISI DI BANDUNG!

    "Kultur sepak bola itu sangat berpengaruh bagi pemain, apalagi bagi saya yang dasar sepak bolanya itu dari kampung. Saya waktu itu tidak siap untuk kultur yang ada di Bandung," ujar Samsul, seperti dikutip Bobotoh.id dari kanal Youtube Omah Bal-balan.

    "Awal-awal memang saya sempat bagus, di pra-musim saya jadi topskor Piala Bhayangkara dan Persib runner-up setelah kalah dari Arema di final. Sewaktu kompetisi mulai, ada momen pergantian pelatih dengan segala masalah dan dengan segala tekanan di Persib memang saya belum siap," tutur Samsul.

    "Saya tidak bisa cepat beradaptasi, dan akhirnya saya hanya bisa mencetak 2 gol dalam satu musim, dan itu pencapaian yang sangat buruk sekali bagi saya. Dan waktu itu juga motivasi saya juga tidak 100 persen karena waktu itu kan hanya kompetisi turnamen, bukan kompetisi resmi yang kita harus juara dan tidak ada degradasi. Jadinya motivasi saya tidak berada di level yang tinggi,"

    "Tapi memang kultur Jawa Timur dengan Bandung itu sangat beda, dan saya tidak siap dengan itu." pungkasnya. (Bobotoh.id/RF)