Teranyar

    Ceuk BKKBN : Tunda Nikah Sampai Minimal 21 Tahun Keur si Neng, Dan 25 Tahun Keur si Aa !

    16 March 2020 10:43
    Agar pasangan yang baru menikah memiliki kesiapan matang dalam mengarungi rumah tangga, sehingga dalam keluarga juga tercipta hubungan yang berkualitas. Menjaga keharmonisannya bukan suatu pekerjaan yang mudah

    BKKBN memberikan batasan usia pernikahan 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun untuk pria, hal ini berdasarkan ilmu kesehatan, bahwa umur tersebut telah matang secara biologis dan psikologis. Umur 21 untuk perempuan, ukuran rahim sudah siap dibuahi, siap melahirkan bayi yg sehat dan tidak stunting secara normal. Terus umur 25 untuk pria, . Usia tersebut dianggap masa yang paling baik untuk berumah tangga, karena sudah matang dan bisa berpikir dewasa secara rata-rata.

    "Pasangan yang nikah di usia dewasa memiliki kesiapan psikologis. Semua bentuk kesiapan ini mendukung pasangan menjalankan peran baru agar pernikahan lebih harmonis, juga selaras," ujar Kepala Sub Bidang Advokasi KIE Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Arif R. Zaidan, S.Sos., MSDP. 

    Rekomendasi ini ditujukan keur kebaikan masyarakat, agar pasangan yang baru menikah memiliki kesiapan matang dalam mengarungi rumah tangga, sehingga dalam keluarga juga tercipta hubungan yang berkualitas. Menjaga keharmonisannya bukan suatu pekerjaan yang mudah, karena memerlukan kedewasaan berpikir dan bertindak setiap adanya guncangan yang muncul, baik guncangan akibat ekonomi, masalah internal maupun eksternal.



    "Jadi nikah itu bukan hal mudah, di dalamnya banyak konsekuensi. Tunda pernikahan sampai batas minimal 21 tahun buat si neng, dan 25 tahun buat si aa," tambah Arif lagi.

    Tutur Arif, pria umur 25 tahun pantasnya sudah mempunyai pekerjaan tetap. Jadi sudah siap membiayai anak, istri. Apalagi kalau harus membiayai adiknya, orang tunya dan malahan mertuanya juga. Umur 25 sudah bisa berfikir realistis, sudah mengatahui tujuan hidup. Mau apa, mau dibawa kemana hidup ini. Dan, umur 25 emosinya sudah stabil, sudah bisa mengendalikan emosi.

    "Teu gampang ambeuk-ambeukan, jeung uring-uringan nu nyieun pipaseaeun di rumah tangga," papar Arif sambil tersenyum.

    Sedang untuk perempuan kenapa harus berumur 21, karena mentalnya sudah siap mendidik anak. Artinya jangan sampai anak-anak di asuh orang tua atau mertua.

    "Sing karunya atuh udah urus kalian sampe gede masih harus urus anak kalian juga," candanya lagi, sambil kembali tertawa. (Bobotoh.id/HR - FT : BKKBN)

    Ayo Dibeli