Teranyar

    Ceuk Kami, Kaleng Kong Guwan Itu Lain Berisi Rangginang. Tapi Permata, Umi.. !

    24 September 2020 07:38
    ijinkan kami membantu semampunya untuk mem blow ap berbagai kegiatan dengan cara kami. Berusaha supaya bekerja Umi lebih mengemuka daripada pencitraan
    Tidak ingin neko-neko dengan seabreug kegiatan nya. Dan, tidak ingin dito'ong kalau hasilnya harus bisa pucunghul di laman-laman media. Karena ibu dari 7 putri penghafal Qur'an ini, begitu mengyakini yen kaleng biskuit kong guwan itu tidak berisi rangginang.

    Dan, apapun isi serta hasil dari seabreug kegiatan yang pasti begitu menyita waktu, sehingga bisa memere mangfa'at buat kotanya, itu karena ada separo akalnya juga yang ada di teman-teman nya. Itu, yang menjadikannya harus terus bekerja, sekalipun tidak ingin di eksplor keur pencitraan diri.

    "Yang saya lakukan adalah bekerja dan bekerja saja, bukan mencari citra-citra saja. Karena di semua kegiatan, saya hanyalah driver bukan keynote speaker," ujar Umi, begitu sapaanya sambil berkisah kalau bersama suaminya hanya ingin dikenang disana dengan kebaikan.

    Tentunya, Warbiasah bagi kami, beberapa rekan media saat bersilaturahim di Pendopo, pada Rabu sore (23/9/20) dengan ditemani sepiring panganan berisi bala-bala, kulub Hui dan goreng pisang. Tentu, selain semangkok es Campur, tak lupa secangkir teh hangat, yang menyieun obrolan semangkin menghangat dan menambah serba keingintahuan kami atas begitu banyaknya prestasi positif yang tak banyak di blow ap.

    Banyak kegiatan yang telah dirancang, di program untuk di golkan seperti Pasar Kreatif misalnya yang banyak  masyarakat UMKM meraos di untungkan dan ujug-ujug harus berhenti dulu. Bukan karena kudu gagal dan tidak diterima kotanya, karena memang suasananya masih dibikin ketar-ketir dan juga sedang dibuat riweuh oleh si Covid-19, virus yang bikin kurang ajar ini.

    "Memang sempat ada hambatan ketika pandemi ini muncul, namun bukan berarti, tidak bisa bergerak. Yang penting pelaku UMKM tetap survive dalam menjalankan usahanya," jelas Umi yang juga ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) ini.

    Umi....setelah kami pulang, ijinkan kami mengbantos semampunya untuk mem blow ap berbagai kegiatan dengan cara kami. Dengan berupaya dan berusaha supaya kerja Umi lebih mengemuka daripada pencitraan. Umi bagaikan permata yang mengagumkam, terus bersinar sekalipun tidak dieskplor untuk pencitraan diri. Semoga istiqomah dengan sikap dan langkah baiknya, Umi....(Bobotoh.id/HR - FT ; infiniteens)

    Ayo Dibeli