Teranyar

    Coklat Kita Pojok Napak Jagad Pasundan Ngubaran Jadi Wadah Seniman Tradisional Sunda Menghadapi Pandemi

    24 July 2020 08:32
    Masa pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi cukup menyulitkan banyak pihak, termasuk para pegiat seni tradisional di Jawa Barat. Kreatifitas pegiat seni diuji ketika menghadapi pandemi Covid-19 seperti yang terjadi saat ini. 


    Melakukan aktifitas di luar ruangan menjadi hal sulit untuk dilakukan bagi para pegiat seni. Padahal biasanya, mereka selalu mentas di tempat umum. 


    Namun, bersama Coklat Kita Napak Jagad Pasundan (NJP) Ngubaran 'Ngaguar Budaya Urang' para pegiat seni akhirnya bisa menunjukan kreatifitasnya dalam mempertunjukan seni budaya melalui saluran virtual.


    Coklat Kita NJP Ngubaran menjadi wadah dan panggung para seniman tradisional sunda untuk menyalurkan kreatifitasnya di masa pandemi. Selain, pentas virtual, salah seorang perwakilan Coklat Kita, Tries Pondang menuturkan program tersebut juga menyisipkan acara talk show yang mendatangkan narasumber ternama, khusunya dalam bidang seni dan budaya.


    Tries manambahkan Coklat Kita NJP memang sangat fokus dalam pelestarian seni dan budaya di tatar Pasundan sejak 2013.  Di masa pandemi ini Coklat Kita Napak Jagad Pasundan kembali meluncurkan program dengan kemasan baru yang menampilkan kreasi dari sanggar atau paguron melalui saluran digital. 


    "Jadi seperti yang pernah kami sampaikan Coklat Kita itu merupakan wadah online dan offline dan inilah online yang kita jalankan di tahun 2020 ini yang pandemi covid. Artinya Coklat Kita tak akan kehabisan kreatifitasnya," ujar salah seorang pewakilan dari Coklat Kita, Tries Pondang kepada wartawan, Rabu (22/7/20).


    Dengan program ini, Tries menegaskan bahwa Coklat Kita Napak Jagad Pasundan tetap ingin seni dan budaya pasundan tetap lestari. Oleh karenanya dengan program ini, diharapkan menjadi wadah kreatifitas seni dan budaya pasundan agar tidak tergerus oleh zaman.


    "Kalau berbicara budaya ya kita tidak stop di offline saja, tapi di media online juag seperti IG, Youtube, Facebook, dan kita juga punya website juga. Artinya NJP merupakan brand yang mempunyai nilai di sanggar sanggar," beber Tries. 


    Coklat Kita Napak Jagad Pasundan Ngubaran juga menjadi wadah bagi pegiat seni untuk bertukar pikiran di masa pandemi. Ia berharap dengan adanya Program yang juga ditayangkan di kanal Youtube NAPAK JAGAD PASUNDAN OFFICIAL bisa mengembalikam semangat pegiat seni untuk tetap berkreasi di masa pandemi.


    "Apapun kondisinya kita pasti punya cara, salah satunya kegiatan pentas visulual ini sebagai cara kita menyampaikam informasi selain kita menyampaikan informasi ke sejagad, tapi kita juga punya hal yang bemar-benar menjaga silaturahmi dengan seniman seniman tatar jagad ini," kata Ega Robot. 


    Program yang melibatkan 13 kabupaten/kota tersebut juga mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Terbukti hingga saat ini viewers dan subscriber di Youtube-nya terus bertambah. 


    "Pastinya pokok bahasan itu dari kehidupan. Untuk penampilan itu inline dengan pokok bahasan yang kita bawa jadi sebenarnya,"


    "Viewers Alhamdulillah, subscribe 2000-an karena kita baru mulai bulan Mei.  Kami hanya menyiarkan di kanal Youtube resmi Napak Jagad Pasundan official dan Instagram," kata perwakilan Enam Comunication, Agus Pryoga.


    Selain mempertunjukan seni dan budaya, program ini akan menyuguhkan talkshow tentang budaya. Nantinya dari talkshow tersebut diharapkan menjadi sajian informatif untuk generasi yang akan datang. 


    Seperti saat berkunjung ke studio Coklat Kita NJP Ngubaran, Bojongkoneng, Cimenyan, Bandung, Rabu (22/7/2020) tampak kesenian Tarawangsa terdengar syahdu mengisi program tersebut. Usai mempertunjukan keseniannya, ada pula talk show untuk mengedukasi warga net mengenai Tarawangsa.


    Tentunya dampak program yang bisa ditonton di IGTV NAPAKJAGADPASUNDAN itu sangat terasa bagi banyak sanggar yang terlibat. Menurut salah seorang perwakilan Cekkas Kasunda, Asep Hendra Waliyan mengatakan banyak ilmu yang didapatnya saat bergabung dengan Coklat Kita Napak Jagad Pasundan.


    "Banyak pengalaman yang luar biasa. Kebetulan saya dari band karinding banyak belajar dari konsep secara konser, nah kita di bimbing oleh duta NJP, Alhamdulillah dengan pengalaman mereka di bagi ke kami bisa dibawa ke ranah-ranah di luar sana, nah disinilah dididik bagaimana cara mengolah karya dan bagaiman cara menampilkan karya di atas panggung," ucap pria yang akrab disapa Hendra Kasunda tersebut.


    Senanda dengan Hendra, perwakilan Sanggar Sunda Lugina, Pupung Supena mengatakan program Coklat Kita Pojok Napak Jagad Pasundan Ngubaran sangat membantu sanggarnya untuk tetap menunjukan seni dan budaya.


    "Saya bisa berkreasi, karena saat ini ahli-ahli seni dan budaya dengan adanya Covid ketika manggung terhalang dengan PSBB. Tapi dengan adanya NJP ini saya selaku pegiat seni tradisional masih bisa manggung dengan media alat saat ini. Saya berharap bisa maju, sukses, dan diberkahi tuhan," ujar pria asal Rancaekek tersebut.


    Program Coklat Kita Pojok Napak Jagad Pasundan Ngubaran ini telah berjalan dari bulan Mei lalu. Rencananya program ini akan berjalan hingga akhir tahun nanti. Di akhir tahun, Coklat Kita Pojok Napak Jagad Pasundan Ngubaran juga akan menyiapkan kejutan.


    "Kegiatan ini sebenarnya sudah mulai berjalan dari bulan 5 krmarin, Mei. Rencananya program ini akan terus berjalan sampai bulan Des, akhir tahun baru. Jadi kita pun di akhir tahun baru, akan ada acaranya khusus untuk menyambut tahun baru," tuntasnya. (Bobotoh.ID/FY)








    Ayo Dibeli