Teranyar

    Coklat Kita Pojok NJP : Kudu Bangkit, Ulah Sare !

    30 December 2020 08:30
    even ini bisa menjadi dokumentasi keur bekal anak cucu kita. Dan, kudu dimulai dari sekarang
    Doel Sumbang, Budi Cilok, Calung NJP (Aman, Amin, Aep Bancet) feat Ohang, Alay Elissa (Bintang Pantura 1), Ega Robot Ethnic Percussion, Dodi Kiwari dan Tari Topeng Barong Sanggar Putra Jayabaya Cirebon yang dibalut sketsa drma dan komedi akan memberikan suguhan penampilan spesial saat kita meno'ong di rumah.


    Semua gegara Covid-19 yang menyieun riweuh dan ribet yang menjadikan salah satu program Coklat Kita Napak Jagat Pasundan (NJP), sebuah program ngaguar budaya heuseusnya budaya Sunda harus berfikir kreatif untuk bisa tetap menyalurkan kreasi dan karyanya.

    Dari 2013 lalu, program Ngaguar budaya Sunda yang menjambani daerah-daerah di pelosok Jawa Barat dan tak terlepas dengan keterlibatan para praktisi seni, budayawan serta akademisi seperti Dedi Mulyadi, Budi Dalton, Ismet Samba Sunda, Tan Deseng, Ceu Mira dan yang narsum lainya mulai Mei 2020 ini harus terimbas dan memodifikasi diri di kondisi new normal.

    Dan, dalam konferensi pers di Studio Denny Minuz Productions, Jalan Bojongkoneng Atas No.90 C Kab. Bandung, NJP melakukan pembesaran program virtual melalui sosmed lewat program Coklat Kita Pojok NJP Ngubaran "Ngaguar Budaya Urang".

    Untuk menemani dan mengobati nya, saat menjelang pergantian tahun baru 2020, Coklat Kita NJP Ngubaran akan menampilkan tayangan spesial dengan tema 'Hayu Urang Move on 2021". Yang tayang di kanal Yutube NAPAK JAGAT PASUNDAN OFFICIAL dan IGTV @NAPAKJAGATPASUNDAN pada Kamis, 31 Desember 2020, pukul 19.30 wib.

    Doel Sumbang, Budi Cilok, Calung NJP (Aman, Amin, Aep Bancet) feat Ohang, Alay Elissa (Bintang Pantura 1), Ega Robot Ethnic Percussion, Dodi Kiwari dan Tari Topeng Barong Sanggar Putra Jayabaya Cirebon yang dibalut sketsa drma dan komedi akan memberikan suguhan penampilan spesial saat kita meno'ong di rumah.



    Sebagai pelaksana even, Agus Prayoga dari EO Enam Communication (6 CC), merasa tertantang untuk menyuguhkan program yang sangat warbiyasah ini, tentunya dengan adaptasi cukup singkat. Karena terbiasa off air.

    Dengan momentun pergantian tahun baru, konsepnya juga baru dengan sharing 'ngadu bako' antar paguron. Dan akan berbeda cerita karena lebih banyak sketsa tentang seni budaya perform sanggar.

    "Pasti ada tantangan, tantangan memakai digital. Sebuah try and error dari kerjaan biasa off air. Namun pasti akan banyak jalan untuk mewujudkannya," jelasnya saat ditanya awak media belum lama ini.

    Terdengar gelak tawa saat sesi tanya jawab awak media dengan Ohang, salah satu penggiat seni yang akan mewarnai pertunjukkan nanti.

    "Semua orang mempunyai nilai-nilai komedi dan banyak karya yang bisa dikerjakan," celetuk Ohang dengan gaya mesem khasnya sambil bercanda dan melirik ke Tries Pondang Simbolon dari Coklat Kita.

    Ohang yang akan berkolaborasi dengan Calung NJP begitu sumringah bisa kerja bareng bersama mereka. "Pokona kudu bangkit, ulah sare," ujarnya lagi.

    Sementara teman sekaligus sosok yang dianggap sebagai guru Ohang, Ega Robot mengatakan hal sama dengan sejawatnya ini. Kalau Pojok NJP Hayu Urang Move on 2021, harus 'hudang' dan tandang budaya sunda menjadi salah satu formula untuk Jawa Barat.

    Sejak Mei 2020 hinggga gelaran Hayu Urang Move On, sudah ada 38 episode Coklat Kita Pojok NJP Ngubaran yang ditayangkan secara virtual.

    Untuk gelaran Hayu Urang Move On 2021 ini, kata Yoga, mereka menghadirkan sesuatu yang berbeda dari acara NJP Ngubaran biasanya. Seniman yang akan tampil lebih banyak.

    Menurut Ega Robot, move on ini sebenarnya sudah dilakukan pada tahun ini yakni sejak pandemi melanda, dan tahun depan move on ini harus lebih dipertegas dengan tetap mengedepankan semangat "hudang" dan "tandang".

    "Tentu soal kepuasan jangan dito'ong dari banyaknya yang lihat di kanal yutube, yang penting even ini bisa menjadi dokumentasi keur bekal anak cucu kita. Dan, kudu dimulai dari sekarang," jelasnya.

    Sementara Tries Podang Simbolon dari Perwakilan Coklat Kita, begitu sumringah karena program yang telah digulirkan bersama para penggiat seni budaya hasilnya keren.

    Coklat Kita punya semangat dan orientasi maju ke depan. Kita tidak bisa beralasan bahwa karena adanya pandemi kita tidak bisa berkreasi, main diatas panggung, atau menciptakan karya baru.

    "Meskipun baru lauching virtual di Mei 2020 dan juga karena segmen budaya, ternyata responnya bagus," jelasnya.

    Namun pria berkacamata dan selalu terlihat fokeus ini, bilang juga kalau dirinya masih kurang puas. Karena program berbasis budaya untuk anak-anak muda setingkat SMA atau mahasiswa harus bisa terwakili dan diterima. (Bobotoh.id/HR)