Teranyar

    Dalapan Fungsi Keluarga Berjalan, Ketahanan Keluarga Pasti Terbangun. Teu Berandai-Andai, Tapi Berder-Der !

    2 September 2020 12:26
    BKKBN era baru sudah melakukan reorientasi program dengan lebih menitikberatkan pada pembangunan keluarga
    Dulu, Kepala BKKBN Sugiri Syarief, mengcarioskeun kita ikut KB itu adalah sebuah kerelaan, bukan sebuah keharusan. Karena berdasarkan kerelaan dan bukan pemaksaaan seperti di masa lalu, pendekatan program KB ditempuh melalui himbauan dan penyadaran.

    Dan, ini juga yang dikerjakeun Kusmana, Kepala BKKBN Jabar, yang selalu gumbira dan menggumbirakan orang lain, saat media gathering kehumasan BKKBN Jawa Barat di salah satu rumah makan di tepi Waduk Cirata, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (1/9/20) yang jalannya asyik. Banyak aspal memanjang, namun ada kaheurinan, karena ada proyek jalan Kuda weusi, dan dengan himbauan dan penyadaran itu pria yang akrab disapa Ayah Uung ini mengaku memere perhatian kheuseus kepada antrean kasus perceraian di Pengadilan Negeri Bale Bandung.

    Meski perceraian bukan domain BKKBN, namun ketahanan keluarga merupakan satu prioritas lembaga yang dipimpinnya. Bahkan, BKKBN era baru sudah melakukan reorientasi program dengan lebih menitikberatkan pada pembangunan keluarga. Generasi keluarga yang tidak berandai-andai. Tapi berder-der..! Kudu terencana..dan gambang.

    "Kasus perceraian ini tentu menjadi pemantik bagi dirinya untuk lebih mengoptimalkan implememtasi program di masyarakat. Bersama-sama dengan Fatayat NU, kami akan melakukan identifikasi lebih lanjut. Tentu, dengan potensi yang dimiliki Fatayat NU yang luar biasa," jelasnya.

    Sinergi BKKBN - Fatayat NU Jabar ini akan semakin memperkokoh ketahanan keluarga, yang pada akhirnya mampu melanggengkan bahtera rumah tangga. Kolaborasi ini bakal diwujudkan melalui optimalisasi pelayanan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dalam rangka peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2020, 26 September 2020 yang akan datang.

    Pelayanan dalam momentum Hari Kontrasepsi Sedunia ini, Jawa Barat mendapat target 43.256 peserta KB. Berbeda dengan pelayanan dalam rangka peringatan ke-27 Hari Keluarga Nasional (Harganas) lalu, kali ini pelayanan fokus kepada dua jenis kontrasepsi: intrauterine device (IUD) atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) dan implan alias susuk KB.

    “BKKBN sudah sejak awal menggulirkan program pembangunan keluarga melalui pembinaan keluarga, mulai balita, remaja, hingga lansia. Dan, pada saat yang sama membangun ketahanan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi," jelasnya lagi.

    Strategi ini dilakukan untuk menjadikan Bangga Kencana sebagai benteng ketahanan keluarga. Ayah Uung mengyakini jika delapan fungsi keluarga berjalan, ketahanan keluarga akan terbangun. Rapuhnya perkawinan tidak bisa dimungkiri sebagai akibat dari tidak berjalannya fungsi keluarga secara optimal. 

    Lebih jauh Ayah Uung mengingatkan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang memiliki kemandirian dan independensi. Pihak luar tidak bisa begitu saja melakukan intervensi kepada sebuah kaluarga. Termasuk pihak orang tua sekalipun.

    "Karena itu, yang bisa dilakukan adalah melakukan pencegahan dini dengan cara pembinaan dan konseling keluarga," tambahnya lagi.

    Prung lagi ah, Ayah..! Seperti dirintis oleh para ahli kandungan sejak tahun 1950-an yang katanyah tampil di suatu daerah dengan lighting patromak dan listrik dari aki, ampli ramijud dan TOA beberekbekan.... Tapi kompanye KB harus tetap melaju. (Bobotoh.id/HR)

    Ayo Dibeli