Teranyar

    Di Bandung Usum Naon? Usum #TolakLopicic

    10 January 2019 17:02
    Oky Handiman, seorang Bobotoh mengungkapkan perbandingan Radovic dan Lopicic berbeda, tidak apple to apple
    Jika ditanya di Bandung sedang 'usum' (musim) apa? Jawabannya adalah usum hestek #tolaklopicic. Menarik memang, topik ini jadi topik yang hangat diperbincangkan bukan karena betapa fenomenalnya pemain ini, namun karena betapa mengherankannya pemain 'sekelas' Lopicic bisa bergabung dengan tim Maung Bandung.

    Dengan usia yang sudah tidak muda, 35 tahun dan statistik permainan yang di bawah standar dalam kurun 2 tahun ke belakang (18 game, 3 gol, 3 assist, dan beberapa kali cedera kalau saya tidak salah), memang rasanya sangat tidak layak Persib menghamburkan kuota pemain asing untuk The Mighty Lopicic.

    Ieu Rame Lur: 

    Sriwijaya FC Belum Terima Permohonan Surat Keluar Vizcarra!

    Miljan Radovic Bicarakan Target Persib Di Musim 2019!

    Namun bantahan langsung di utarakan oleh Radovic, “Kamu pikir saya tua kalau di Persib masuk 35 tahun waktu itu. Saya tidak suka bicara tua. Di sepak bola tidak ada tua, yang ada pemain bagus dan tidak bagus,” ujarnya.

    "Tapi sampai waktu itu tiba, perkuatlah mental anda, karena penolakan dan tekanan akan terdengar dimana-mana."
    - Oky Handiman, Bobotoh PERSIB Bandung


    Jawaban tersebut sebenarnya sangat menggelitik saya untuk mengutarakan unek-unek dalam bentuk tulisan. Bahkan mungkin bisa menjadi 'guide' panduan untuk Radovic untuk menilai hal ini dari pandangan bobotoh masa kini.

    Ieu Rame Lur: 

    Miljan Ungkap Kriteria Penggentos In-Kyun!

    Mantan Asisten Memere Pendapat Soal Hengkangnya Gomez

    Radovic mungkin tidak tahu bahwa kultur bobotoh saat ini telah berubah. Dengan kemajuan zaman dan semakin terbukanya akses informasi, bobotoh paham betul, mana pemain 'bagus' dan mana pemain 'tidak bagus', setidaknya dari segi statistik dan permainan yang bersangkutan di tim sebelumnya.

    Berbeda dengan saat dirinya baru berseragam Maung Bandung, Radovic memang bergabung di usia uzur. Namun saat itu belum banyak informasi yang bisa diakses dan sarana untuk menyuarakan opini Bobotoh. Apalagi dirinya belum pernah main di Indonesia, hingga respon bobotoh di awal kedatangannya adalah penasaran, bukan penolakan atau antusiasme berlebihan, sangat berbeda.

    Dengan kultur yang berubah dibanding pada zamannya dulu dan statistik yang mengiringi kedatangan Lopicic, wajar jika saat ini mayoritas bobotoh melakukan penolakan. Perbandingan rekrutmen dirinya saat jadi pemain dan Lopicic pun tidak 'apple to apple', jadi pahamilah jika banyak pihak menganggap bahwa perekrutan ini bersifat anomali, abnormal, nonsense.

    Hal ini bisa jadi merembet pada keraguan dalam pemilihan standar pemain Radovic serta kualitas kepelatihannya. Tapi bukan berarti kesempatan untuk Radovic dan Lopicic benar-benar tertutup. Setidaknya ada hal yang bisa dilakukan untuk merobohkan pandangan untrust pada Lopicic dan kualitas kepelatihan Radovic.

    Hal tersebut adalah pembuktian di lapangan. Terdengar klise memang, namun ini sepakbola, statistik di masa lalu terkadang bisa membuat kita ragu, tapi pembuktian di lapanganlah yang membuat kita bisa menilai layak atau tidaknya pemain atau pelatih tersebut bergabung di tim kebanggan ini.

    Toh bagaimana pun, sekeras apa pun Bobotoh melakukan penolakan, nasi kadung sudah jadi bubur. Manajemen pun hampir pasti tidak akan mengubah keputusan. Tapi yang perlu diingat selanjutnya, adalah satu karakter yang tidak akan pernah berubah dari bobotoh, yaitu penilaian yang fair.

    Jika Lopicic bermain bagus kami akan bangga bahkan cenderung memuja, namun jika Lopicic bermain jelek, tanpa tending aling-aling ucapan ‘butut’ dan tekanan yang jauh lebih hebat akan menghampiri Lopicic dan tentunya Radovic, yang bagaimana pun jadi aktor utama kedatangan Lopicic ke tim ini.

    Waktu pembuktian tersebut juga hampir datang, match pre-season dan Piala Indonesia jadi momen yang tepat untuk membuktikan bahwa opini mayoritas bobotoh salah besar. Tapi sampai waktu itu tiba, perkuatlah mental anda, karena penolakan dan tekanan akan terdengar dimana-mana.

    Jangan dulu hiraukan kami yang tidak mengerti jalan pikiran dan strategi yang akan anda terapkan, fokuslah pada pembangunan tim, dan bagi Lopicic, jadikan tekanan ini energi untuk memacu kualitas permainan. Belajarlah dari mereka yang pernah merasakan penolakan dari Bobotoh, seperti Ardi Idrus, Kim, dan Wayne Ronggo, bahkan nama terakhir sampai saat ini terlihat masih nyaman jadi pemain pujaan Bobotoh, salut. (Bobotoh.ID/RCK. Foto: BolaSport)

    Ditulis oleh Oky Handiman, pemilik akun IG @oky_handiman, bobotoh dan nu gaduh Greenscene

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Ayo Dibeli