Teranyar

    Diminta Pulang oleh Ibunya Saat Tarkam, Ini Kata Bayu Gatra

    19 November 2020 13:25
    Bayu Gatra menjadi korban kerusuhan di laga tarkam. (Foto: Instagram Bayu Gatra)
    Bayu pun mengklarifikasi terkait video yang menunjukkan ia dipaksa pulang oleh ibunya.
    Jagat media sosial diramaikan dengan sebuah unggahan video yang berisikan salah seorang pesepakbola Indonesia, Bayu Gatra yang mengikuti turnamen antarkampung (Tarkam). Pada video tersebut, laga yang diikuti oleh Bayu Gatra tersebut berujung kerusuhan.

    Kerusuhan tersebut terjadi di laga Predator FC dan Bedagung FC di Lapangan Antigoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Di partai tersebut, Bayu menjadi bagian dari Predator FC.

    Sejak awal Bayu Gatra mengaku telah meminta panitia pertandingan untuk menghentikan laga. Hal itu lantaran hujan deras yang terjadi dan laga sudah tidak ideal untuk dijalani. Tensi yang mulai negatif itu menular ke penontong yang akhirnya masuk lapangan dan memukuli pemain-pemain dari Predator.



    View this post on Instagram

    A post shared by Bayu gatra (@bayu23gatra)


    "Yang saya sesalkan penonton masuk lapangan dan memukul temen saya. Setelah saya telusuri ternyata yang masuk lapangan itu pejudi yang kalah," kata Bayu, seperti dikutip Bobotoh.id dari laman CNN Indonesia.

    Bayu pun mengklarifikasi terkait video yang menunjukkan ia dipaksa pulang oleh ibunya. Menurut Bayu, ia sengaja tidak menuruti permintaan ibunya untuk langsung pulang lantaran kondisi saat itu belum kondusif.

    "Lalu mama saya takut, minta saya pulang karena sudah tidak kondusif situasinya. Tapi dia tidak tahu di belakang tenda itu juga belum aman. Saya bilang ke mama saya 'sudah mah di sini saja' karena saya takut nanti kena pukul juga. Soalnya sudah ada enam orang teman saya yang kena pukul," kata Bayu. (Bobotoh.id/RF)