Teranyar

    Diparios Polisi, Ini Kata Petinggi PT. LIB

    28 December 2018 10:49
    Satgas Anti Mafia Sepakbola memeriksa para petinggi LIB. Mereka dicecar beberapa pertanyaan terkait praktek pengaturan skor
    Polisi melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap petinggi-petinggi LIB di Jakarta, Kamis kemarin, 27/12/2018. Mereka adalah Berlinton Siahaan (Direktur Utama PT. LIB), serta Tigor Shalom Boboy (COO/Chief Operating Officer PT. LIB).

    Pada pemeriksaan yang dilakukan di Gedung Ombudsman Jakarta Berlinton diperiksa oleh Satgas Anti Mafia Sepakbola sekitar empat jam. Oleh polisi ia 20 pertanyaan. Berlinton mengatakan, ia memenuhi panggilan dari penyidik karena ingin membantu untuk menuntaskan kasus mafia di sepakbola.

    Ieu Rame Lur:

    Mangprang Sore: Pelaku Match Fixing, Sanksi Seumur Hidup, Mau Juara

    Pemain Asli Bandung Membogaan Nilai Lebih!

    "Sebagai operator kompetisi 2018 ada surat pemanggilan kepada saya, Risha Adi Wijaya (CEO PT LIB) maupun Tigor (Shalom Boboy). Seperti yang saya jelaskan, justru saya sangat senang dan kami juga akan membantu pihak berwajib untuk menuntaskan masalah ini. Karena apa? kalau ini bisa selesai kompetisi ini akan lebih baik, sponsor akan lebih tertarik dan industri sepakbola berjalan dengan baik," kata Berlinton usai pemeriksaan seperti dilansir Viva, Jumat 28/12/2018.

    "Ini hal yang sebenarnya kami tunggu-tunggu, siapa yang pertama bisa membuka ini dan kebetulan kami punya partner Kepolisian yang siap membuka"
    - Tigor Shalom Boboy, COO PT. LIB


    Berlinton juga menegaskan bila ia hanya menjelaskan apa yang bisa ia jelaskan. "Kami jelaskan dengan baik apa yang kami laksanakan, apa yang kami berikan dan apa yang kami dapatkan. Di luar itu kami hanya menjawab apa semampu kami juga. Intinya kalau memang ada yang bersalah segara ditangkap, agar jadi efek jera," tegasnya.

    Ieu Rame Lur: Soler: Attitude? Attitude Apa? Kita Cuma Mau Juara!

    Pelatih Baru, Keyakinan Baru!

    Sementara itu, Tigor mengatakan pada prinsipnya PT LIB akan sangat membantu Polri untuk menuntaskan kasus ini. Sebab, Tigor menyebutkan, kasus mafia sepakbola sudah menjadi penyakit yang menahun dan bisa merusak sepakbola Indonesia.

    "Kita pastinya akan berada di barisan depan. Pertanyaan seputar substantif adanya praktik pengaturan skor di kompetisi dan posisi LIB seperti apa," ucap Tigor.

    "Ini hal yang sebenarnya kami tunggu-tunggu, siapa yang pertama bisa membuka ini dan kebetulan kami punya partner Kepolisian yang siap membuka. Ini harus jalan sama-sama dan semua pihak yang cinta sepakbola kita harus menjalani ini," katanya. (Bobotoh.id/RCK)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli