Teranyar

    Diseret Ke Pengadilan, Lumayan Tegang Juga !

    19 June 2021 07:36
    Tendi Ahmad menjawab bahwa selama ini tidak pernah ada yang mengkomplain lagu mereka yang di-remix.
    "Feel itu (bahasa) Inggris, sedangkan koplo konotasinya negatif, mengapa bisa mengambil nama itu?" 
    -  Budi Dalton salah seorang Jaksa Penuntut




    FEEL KOPLO yang berdiri resmi sejak 2018 mengaku mengusung konsep musik elektronik dangdut remix dengan personil Maulfi Ikhsan dan Tendi Ahmad.

    Menurut Maulfi nama Feel Koplo diambil secara spontan saat mengawali karier bermusik dengan tampil di sebuah acara perayaan malam Halloween di Bandung pada 2018.

    Dan, diakhir 2020 FEEL KOPLO hadir dengan single perdana yang berjudul 'Akulturasik'. Dan, Maret 2021 mereka akhirnya meluncurkan mini album perdananya derjudul 'A Culture A 6' berisikan 6 lagu ; 3 lagu orisinal dan 3 lagu remix dari The Panturas, Closehead dan Rocket Rockers. dituding tak koplo

    Dengan ulahnya ini, FEEL KOPLO disidang di DCDC Pengadilan Musik virtual episode 46 untuk mempertanggung jawabkan karya terbaru mereka dihadapan perangkat Pengadilan !

    Meski diseret ke pengadilan, FEEL KOPLO justru senang, karena ceuk Maulfi sudah lama mereka ingin diadili di DCDC Pengadilan Musik di Rumah The Panas Dalam, Jalan Ambon No 8A, Kota Bandung. "Lumayan tegang juga, karena sering lihat musisi diadili di Pengadilan Musik," jelas Maulfi lagi.

    Saat sidang, salah seorang Jaksa penuntut, Pidi Baiq mempersoalkan lagu-lagu yang di-remix FEEL KOPLO yang suka menggunakan karya orang lain.

    "Pernah ada komplain dari orang lain karena lagunya di-remix seperti itu?" tanya Pidi Baiq.

    Tendi Ahmad menjawab bahwa selama ini tidak pernah ada yang mengkomplain lagu mereka yang di-remix. "Malah mereka membantu up, nge-repost, intinya mendukunglah," jelas Tendi dengan nada sedikit meninggi.

    FEEL KOPLO juga menjalani uji kompetensi dengan ditantang bermusik dan berimprovisasi di depan pengadilan.

    "Melihat sepak terjang FEEL KOPLO dengan karya sendri, DCDC Pengadilan Musik edisi 46 menyatakan (mereka) bebas, dengan syarat harus terus berkarya," ujar Hakim, Man Jasad.

    Selama persidangan berlangsung, mereka dibantu Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung (Kursi Pembela) dan jalannya sidang seperti biasa diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

    Galuh Putri, Perwakilan Atap Promotions sebagai penyelenggara mengomongkeun kalau pemilihan terdakwa di episode ini sudah sesuai dengan ketentuan pihaknya.

    "Mereka adalah grup band unik yang mengusung konsep musik elektronik dangdut remix dan kini merilis mini album sehingga layak dihadirkan di DCDC Pengadilan Musik," tegas Galuh kepada awak media.

    Menurut Galuh, pihaknya juga akan merencanakan menggelar DCDC Pengadilan Musik di bulan depan. "Namun tanggal dan siapa terdakwanya, itu dirahasiakan," ujarnya.

    Galuh hanya memberi sedikit bocoran bahwa terdakwa yang diadili di episode berikutnya adalah mereka yang mengeluarkan karya terbaru. Dan, kudu menginspirasi Coklat Friends.

    Menurutnya, DCDC Pengadilan Musik edisi berikutnya akan tetap digelar secara virtual. Dengan selalu memerhatikan dan mematuhi instruksi pemerintah terkait pencegahan penularan Covid-19 yang bikin riweuh.

    Coklat Friends mau meno'ong bagaimana jalannya sidang FEEL KOPLO di Pengadilan Musik virtual pada Sabtu, 19 Juni 2021 pukul 19.00 WIB dan disiarkan streaming melalui www.djarumcoklat.com ? Pasti dijamin seru, tegang dan kocak. (Bobotoh.id/Joe/HR)