Teranyar

    Dituntut Hukuman Penjara, Ini Perasaan Jokdri

    12 July 2019 21:25
    Joko Driyono merasa ia dihakimi oleh pemberitaan publik dan menjadi stigma mafia bola
    Terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola, Joko Driyono (Jokdri), mengatakan dirinya dihakimi oleh publik dan media. Jokdri mengatakan stigma mafia bola yang menempel padanya tersebut telah ia rasakan selama berbulan-bulan.

    ''Di tengah proses penyelidikan perkara Persibara Banjarnegara, saya telah dihakimi, bukan oleh pengadilan, tetapi saya telah diadili oleh syahwat-syahwat publik atas pemberitaan media yang seolah-olah menempatkan saya dalam posisi sebagai mafia bola dan mafia perebut skor,'' ucap Jokdri di depan majelis hakim seperti dilansir Republika, Kamis (11/7/2019).

    Ieu Rame Lur:

    Ditanya Soal Artur, Ini Jawaban Mengejutkan Abah Obet

    Masih Di Jakarta, Persib Rahasiakan RS Tempat Deden Dirawat

    Pernyataan ini dibacakan Jokdri sebagai salah satu isi pledoi (pembelaan) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis (11/7). ''Seolah sayalah aktor di balik perkara Persibara Banjarnegara,'' tambahnya.

    "Saya telah dihakimi, bukan oleh pengadilan, tetapi saya telah diadili oleh syahwat-syahwat publik atas pemberitaan media"
    - Joko Driyono, Terdakwa Kasus Dugaan Penghilangan Bukti Pengaturan Skor


    Mantan PLT Ketua Umum PSSI ini juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan berhenti mencintai sepak bola dan berharap agar majelis hakim membuka pintu keadilan untuk dia. Pada akhir pembacaan pembelaannya, Jokdri membacakan arti dari surat Al-Maidah ayat 8.

    Ieu Rame Lur:

    Robert Sebut Aqil Sudah Siap Bermain Di Liga 1

    Selain Deden, 4 Pemain Persib Ini Juga Pernah Alami Patah Tulang

    Persidangan pembacaan pledoi ini dijadwalkan pukul 14.00 WIB. Namun, sidang baru dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dan telah diskors dua kali untuk shalat Ashar dan Maghrib.

    Pengajuan pledoi ini atas tuntutan yang telah dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan pada Kamis lpekan lalu (4/7/2019). Isi pledoi yang dibacakan kuasa hukum mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI ini menjelaskan tentang fakta hukum bahwa Jokdri tidak terbukti melakukan perbuatan hukum sesuai dakwaan JPU.



    Sedangkan, pledoi yang dibacakan Jokdri akan berisi pembelajaran terdakwa secara pribadi. Untuk diketahui, Joko Driyono dituntut hukuman 2 tahun 6 bulan penjara atas perbuatan merusak barang bukti terkait skandal pengaturan skor. (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH. Sumber: Republika)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli