Teranyar

    Djarum Tarik Diri Dari PBSI, Itu Kurang Tepat !

    4 January 2021 16:29
    Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin : Kontrak dengan PBSI itu berakhir 31 Desember 2020,
    Saya juga sempat dengar PBSI sudah banyak sponsor yang mengantre dari BUMN, konglomerat dan lainnya. Berarti masih banyak teman-teman yang mau suport PBSI. Kalau benar begitu ya kita tidak apa-apa
    “Djarum tarik diri dari PBSI, itu kurang tepat. Jadi yang benar itu kontrak dengan PBSI itu berakhir 31 Desember 2020.”
    - Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation

    PB Djarum diisukan tak lagi akan mensponsori turnamen-turnamen bulu tangkis yang diselenggarakan PBSI. Namun, isu itu buru-buru ditepis oleh Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin.

    Dikatakan Yoppy yang benar adalah kontrak sponsor Djarum untuk PBSI akan berakhir pada 31 Desember 2020 dan sampai saat ini belum ada pembicaraan lagi dengan PBSI perihal kelanjutan kontrak.

    “Djarum tarik diri dari PBSI, itu kurang tepat. Jadi yang benar itu kontrak dengan PBSI itu berakhir 31 Desember 2020,” kata Yoppy beberapa waktu lalu.

    Yoppy juga menjelaskan pihaknya hingga saat ini belum bicara lagi soal kelanjutan kontrak lantaran kepengurusan PBSI yang baru belum terbentuk.

    Gegara pandemi Covid-19 yang bikin riweuh juga menghambat komunikasi antara Djarum dan PBSI.

    “Nah itu masalahnya, belum ada pembicaraan karena banyak faktor kan. Pertama pengurusnya belum ada, kedua karena ada pandemi sehingga belum ada agenda untuk pembicaraan apakah mau dilanjut atau tidak dilanjut,” jelas Yoppy.

    Ceuk Yoppy dirinya mendengar PBSI yang sekarang sudah mendapatkan sponsor dari BUMN dan konglomerat lainnya.

    Dengan begitu, dirinya tak khawatir apabila grup Djarum tak lagi mensponsori PBSI. Bulutangkis Indonesia masih semarak seperti saat disponsori grup Djarum.

    “Saya juga sempat dengar PBSI sudah banyak sponsor yang mengantre dari BUMN, konglomerat dan lainnya. Berarti masih banyak teman-teman yang mau suport PBSI. Kalau benar begitu ya kita tidak apa-apa,” pungkasnya.

    Seperti diketahui, grup Djarum mensponsori kegiatan PBSI di turnamen Indonesia Open, International Challenge dan gelaran Sirkuit Nasional. Sedangkan superliga merupakan turnamen milik Grup Djarum di luar PBSI.

    Sontak saja banyak komentar yang yang muncul di medsos soal masalah ini : "Yang jadi masalah pembinaan, klo djarum sudah terbukti menghasilkan atlet2 kelas dunia, kita lihat ke depan nya, mudah2an lebih baik, walau sedikit pesimis...Tulis Edi Supriadi.

    Kalau menuruTan Chong San : "Mau dari perusahaan rokok atau bukan yg penting bisa memajukan PBSI, perusahaan rokok kan bukan perusahaan ilegal..."

    Atau tulisan King Queen "Lihat aja ke depannya, apakah PBSI msh bs mencetak juara2 sprt kemarin2"

    Juga Pram 180374 yang bukin komen : "Ya bgtlah niat baik gak selalu bs diterima"

    Kalau Kusumo Hendrayanto lebih arif : "Sayang sekali kalau sampai lepas karena Djarum sponsor potensial, dan sdh terbukti mencetak atlet klas dunia." (Bobotoh.id/HR-posbelitung.co)