Teranyar

    Dokter Persib Meraos Keberatan Dengan Rapid Tes !

    30 June 2020 21:08
    Saya berfikir pada atlet saya ini sudah terbentuk anti body, jadi kalau rapid tes yang kita ketahui hanya untuk mengetahui anti bodi didalam badan seseorang artinya sudah bisa dipastikan itu akan reaktif/positif
    Untuk menjaga seluruh pihak yang berkegiatan di dalam kompetisi, PSSI membuat wacana pemeriksaan melalu metode Rapid. Akan tetapi metode pemeriksaan tersebut dinilai beberapa tim dirasa kurang tepat, salah satunya Persib.
    Dokter tim Persib, M. Rafi Ghani mengatakan untuk mendeteksi virus di dalam tubuh sebaiknya menggunakan metode Swab PCR. Untuk Rapid, pemeriksaan tersebut hanya bisa mendeteksi antibody di dalam tubuh. 
    "Saya berfikir pada atlet saya ini sudah terbentuk anti body, jadi kalau rapid tes yang kita ketahui hanya untuk mengetahui anti bodi didalam badan seseorang artinya sudah bisa dipastikan itu akan reaktif/positif pada saat pemeriksaan rapid tes," ujar Rafi kepada awak media pada Senin (29/6/20) pagi.

    Selain itu melalu metode Rapid diakui Rafi sangat merugikan timnya. Pasalnya pada beberapa bulan lalu tim Maung Bandung sudah melalui pemeriksaan dengan metode Swab.
    "Mengapa saya tidak setuju karena ada salah seorang atlet saya yang pada bulan maret terpapar cov-19 dengan pemeriksaan PCR," tambahnya.
    Rafi juga sudah berkordinasi dengan tim dokter PSSI terkait keberatannya. Ia juga memberi usulan agar pemeriksaan melalui Swab PCR menjadi regulasi sebelum kompetisi digelar. 
    "Dan usulan saya untuk, ini sudah saya kordinasikan dengan dokter PSSI yang membuat protokol kesehatan ini dan kemungkinan kita mau mengadakan pertemuan untuk membuat protokol kesehatan yang lebih baik,"
    "Jadi salah satu usulannya kemungkinan untuk memulai kompetisi kita melakukan pemeriksaan swab pcr dan setelah dilakukan itu untuk berikutnya kita ikuti protokol kesehatan yang baik," tuntasnya. (Bobotoh.ID/FY)

    Ayo Dibeli