Teranyar

    Drama Busuk Di Akhir Kompetisi

    8 December 2018 15:17
    Sebuah telisik ringkas namun tajam dari seorang Bobotoh yang prihatin akan akan kualitas Liga 1 2018
    Apakah kamu bisa membayangkan jika H. Umuh Muchtar menjadi manajer tim Borneo FC? Atau PS. TIRA?

    Tentu tidak dan tidak mungkin. Karena beliau murni lahir sebagai seorang Bobotoh.

    Persib baginya mungkin sudah dianggap anak kandung. Padahal Wa Haji Umuh punya uang untuk melakukan banyak hal. Termasuk mengakuisisi banyak klub untuk memperkaya diri.

    Sayang, 'tukang kindew' papan atas itu tidak melakukannya. Karena bagi Beliau, Persib bukan sekedar tim sepakbola dan lahan basah untuk meraup keuntungan, tapi juga harga diri dan kebanggaan.

    Begitu pun jika kamu tanya Nabil Husein pemilik PBFC atau Hasnur pemilik Barito FC. Mereka tidak mungkin ingin mengakuisisi banyak klub termasuk Persib, meskipun tahu persib sangat empuk untuk mencari keuntungan dari industri sepakbola.

    Ieu Rame Lur:

    Menjamu Barito Putera, Ini Jersey Yang Dikenakan Persib

    Gavin : Pastinya Kita Akan Beri Yang Maksimal

    Tapi itulah yang dilakukan GW. Sebelum menjadi "Bos Persija" orang sakti dalam sepakbola Indonesia ini pernah membuat Bonek mania berjuang selama 5 tahun untuk memperjuangkan Persebaya Asli yang 'dipalsukan' lewat Persikubar.

    You know him so well, sepakbola Indonesia 2 tahun ini berjalan penuh drama di akhir kompetisi. Hebatnya 2 tim yang diasuh GW bisa finish di papan atas kompetisi tertinggi sepakbola Indonesia. Bahkan menjadi juara dan calon juara (tidak aamiin).

    Lidahnya 'beracun' karena ucapannya di ILC usai tewasnya seorang tumbal sepakbola di GBLA, GW memberikan opsi hukuman bagi Persib. Saktinya, seluruh ucapannya di ILC kemudian disetujui Komdis PSSI.

    Ieu Rame Lur:

    Bertekad Happy Ending, Persib Akan Coba Semua Taktik

    Ada Motivasi Tinggi Jelang Memayunan Barito Putera!

    Persib pun disanksi dengan hukuman berat yang tidak masuk akal. Alih-alih ingin prihatin dengan meninggalnya seorang supporter Persija dan merajut kembali perdamaian, justru malah memperuncing hubungan Jakmania-Bobotoh.

    Saling tuding pun dilayangkan. Hukuman tidak mendidik yang justru membuat supporter semakin saling membenci satu sama lain.

    Sangat wajar jika Bobotoh mengatakan bahwa semuanya adalah settingan "papah". Kans persib menjadi juara paling besar sebelum racun bisa GW di ILC malam itu "merampas" mimpi bobotoh.

    Hal itu diakui Rochy Putiray, seorang legenda sepakbola Indonesia dalam diskusi bersama Pangeran Siahaan Ahad lalu (2/12/2018). 12 poin Bro, kalau enggak kotor gitu ya engggak akan terkejar.

    Di lain hal, faktor non teknis lain 4 kali Persija jadi Undur-uUdur efceh, seakan "ngawahan" untuk membaca pertandingan lain.

    Sepertinya ada konspirasi besar seorang pengusaha di luar GW yang tidak ingin uangnya habis konyol karena membayar 70 milyar hutang Persija.

    Karena jika gagal juara, informasi akurat menyebutkan bahwa Persija akan kembali 'dimiskinkan .

    Akhirnya, saya masih berharap Mitra Kukar bermain negatif football untuk memaksa Persija bermain seri di bawah tekanan, dan PSM Makassar keluar sebagai juara. Walaupun kemungkinannya sangat tipis.

    Jika Persija menjadi juara itu sudah pasti ulah mafia, tapi jika PSM yang menjadi juara itulah perlawanan dari sebuah kemustahilan. Seperti superior Arema Cronus yang berhasil ditumbangkan Persib di semifinal 2014.

    Mungkin tahun depan tidak butuh mendatangkan Michael Essien atau Roberto Donadoni, cukup datangkan GW ke tim kalian. Insyaa Allah auto-juara.

    Silahkan ambil pialanya, nikmati meskipun itu akan terasa hambar karena direbut dengan cara yang sangat kotor. (Bobotoh.ID/RCK)

    Penulis seorang kolektor Jersey Persib Bandung yang biasa berselancar melalui sosial media @fahmiamet.

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli