Teranyar

    Dualisme Sepak bola Tanah Air!

    17 November 2020 22:21
    Pada saat eta isu terbentuknyah Persib 1933 pun santer tersebar. Walau pada akhirnya, Persib tetap HIJI dan beberapa kleb yang mengalami dualisme adalah Persebaya, Arema dan Persija Jakarta. 

    Masa-masa poek pernah menyelimuti sepak bola Indonesia. Terjadi dualisme kompetisi pada musim 2011-2012 silam, memicu adanya dualisme klub. Dalangna adalah konplik antara PSSI dan KPSI.Pada saat eta isu terbentuknyah Persib 1933 pun santer tersebar. Walau pada akhirnya, Persib tetap HIJI dan beberapa kleb yang mengalami dualisme adalah Persebaya, Arema dan Persija Jakarta. 

    Ironinya setelah 9 tahun terlewati, dualisme ini masih belum hilang  terutama pada kleb asal jawa timur, arek arek malang…Arema Indonesia dan Arema FC.

    Dikutip dari sportdetik.com, Arema yang sudah dibentuk sejak 11 Agustus 1987 pada saat itu memilih bermain di IPL dan mengubah namanya menjadi Arema Indonesia. Kemudian untuk mengisi slot kosong di ISL, dibentuklah Arema Cronus (sekarang bernama Arema FC). Eko Maung, pengamat hukum olahraga menyarios bahwa untuk mengetahui Arema yang “ori”, bisa dilihat dari beberapa aspek. Selain hubungan emosional dengan suporter, hal tersebut pun dapat di cek ti akta pendirian dan daftar para pengurus kleb.

    Aremania (sebutan untuk bobotohnya Arema), melakukan aksi (16/11) karena geus muak dengan dualisme Arema yang berkepanjangan. Eko Maung, menganggap jika Aremania lebih cepat menentukan sikap, dualisme ieu tidak akan berlarut-larut hingga 9 tahun lamanya, “Suporter merupakan market, dan memiliki daya tawar, mereka harus jelas menentukan pilihan nonton yang mana. Karena walaupun klebnya gede, klebnya baru, mentereng gitu yah, tapi kleb itu pengekor atau bentukan baru dan tidak ditonton & di dukung oleh supporternya, Maka kleb itu  (pasti) tidak akan bertahan.”paparnya.

    Ia pun negaskeun, bahwa suporter aya karena kleb aya  “Tetap kleb yang lebih penting, karena suporter ada untuk mendukung klebnya.jadi harus paham mana yang didukung, jangan asal ke stadion!”pungkasnya.