Teranyar

    Gawean Seabreg Nakoda Anyar BKKBN Jabar

    5 March 2021 20:11
    Silaturahmi perdana Nakoda BKKBN Jabar, Drs Wahidin. M.Kes (irfanbkkbn)
    Seperti TFR masih tinggi, pernikahan usia dini, perceraian, hingga stunting di Jawa Barat !
    "Perlu adanya kerja keras dari seluruh pihak di bawah nakoda Tuan Wahidin ini. Meski begitu, berbagai macam potensi seperti tingginya bonus demografi menjadi hadiah besar jika permasalahan itu dapat di taklukan,” 
    - Tuan Kepala BKKBN RI dokter Hasto Wardoyo.


    Sodarah-sodarah, Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya dari ini corong, kembali Bobotoh dot ID membewarakan soal dilantiknya Tuan Drs. Wahidin, M.Kes menjadi nakoda anyar BKKBN Jawa Barat, pada Rabu 3 Maret 2021 oleh Tuan Kepala BKKBN RI dokter Hasto Wardoyo.

    Pria asal Kebumen 52 tahun silam ini, memang membogaan pengalaman, jam terbang, kemampuan, dan dedikasi yang mumpuni untuk urusan berbagai program Bangga Kencana. Setidaknya bekal itu yang menyieun Tuan Hasto mempercainya.

    Pria yang memulai karir kepegawaiannya sebagai Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) pada 1992 ini, langsung dikasih gawean rumah seabreg. Seperti TFR masih tinggi, pernikahan usia dini, perceraian, hingga stunting di Jawa Barat !

    Dan, dari to'ongan tuan dokter Hasto, Jawa Barat adalah daerah dengan populasi terbesar dengan potensi tertinggi yang berpeluang besar mendapatkan bonus demografi tinggi.

    Tuan Hasto pun memeunteun, di balik berbagai potensinya, Jawa Barat juga memiliki masalah rumit dan kudu diatasi secara bijak.

    "Perlu adanya kerja keras dari seluruh pihak di bawah nakoda Tuan Wahidin ini. Meski begitu, berbagai macam potensi seperti tingginya bonus demografi menjadi hadiah besar jika permasalahan itu dapat di taklukan,” jelas Tuan Hasto.

    Perlu diingat juga kalau Tuan Wahidin ini sebelumnya menjabat Direktur Bina Penggerakan Lini Lapangan BKKBN RI.

    Agenda gerak Tuan Wahidin, langsung dibuka Jum'at, 5 Maret 2021 pagi, dengan bersilaturahmi dengan Karyawan di Lingkungan Perwakilan BKKBN Jawa Barat. Tentunya silaturahmi digelar secara hybrid: pertemuan tatap muka langsung dan virtual melalui zoom meeting.

    Tuan Wahidin yang didampingi istrinya menyampaikan pesan sekaligus bagaimana pola kepemimpinan yang akan dibangun kedepan.

    "Saya mewanti-wanti agar sebagai sebuah organisasi, Perwakilan BKKBN Jawa Barat harus lebih kompak dalam bekerjasama dan berorientasi pada capaian-capaian output yang sudah disepakati serta menjadi komitmen bersama," harap besar Tuan Wahidin. (Bobotoh.id/HR-bkkbn)