Teranyar

    Geliat Kerja Siti Muntamah Memang Begitu Pohara ! Tinjow Banjir Sukabumi

    26 September 2020 18:14
    Siti Muntamah dan sejawatnya menyebutkan harapan agar Pemprov Jabar segera mengrealisasikeun jeung melakukan pemulihan perekonomian masyarakat nu terdampak.


    Sabtu (26/9/20) Siti Muntamah geus membogaan skedul, meninjow wilayah yang terdampak banjir di Kampung Bantar Desa pondokaso tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Geliat kerja Siti Muntamah memang begitu pohara, ini dikerjakan nya sebagey anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat. 

    Mungkin jalan menuju lokasi banjir bukan mudun, tapi nutug membahayakan ! Jalan tanah basah, bisa menikung, licin dan bisa saja menyolédatkan. Salah tumpuan saja saat menincak jembatan bambu, bisa saja tersoledat masuk ke sungai Citarik-Cipeuncit, yang Senin (21/9/20) lalu, sekitar 30 rumah lebih habis terbawa arus banjir. Akibat intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya sungai itu.

    “Kecamatan kami termasuk kecamatan yang paling besar terkena dampak dari banjir bandang pada senin lalu.  Selain 30 rumah lebh terbawa arus banjir, data sementara ada 12 jembatan yang rusak. Beruntungnya, di kecamatan cidahu, tidak ada korban jiwa, sedikitnya hanya warga yang luka-luka ringan yang dapat segera diatasi,” ujar Camat Cidahu, Erry Erstanto begitu prihatin.

    Tambah Erry, tercatat opat desa jeung opat kampung nu terdampak, antara lain Desa Babakanpari (Kamping Bojong astana), Podokkaso Tengah (Bantar), Jayabakti (Cibojong) dan Cidahu. 133 Kartu Keluarga atau 431 jiwa ikut terdampak banjir ini, dan ada yang mengungsi ke saudara atow tetangga terdekat. 

    Meno'ong kondisi ini, Siti Muntamah dan sejawatnya menyebutkan harapan agar pamarentah provinsi Jabar segera mengrealisasikeun jeung melakukan pemulihan perekonomian masyarakat nu terdampak.

    “Alhamdulillah kami komisi V bisa berkunjung kesini, dan tentu untuk bisa melihat langsung masyarakat mana yang memerlukan bantuan perbaikan rumah serta pemulihan perekonomian masyarakat, bersama dengan kewilayahan setempat. Harapannya tentu saja, 1-2 minggu kedepan bisa segera terealisasikan cita-cita mereka untuk kembali ke rumah dan mulai menggeliat kembali perekonomian masyarakatnya”, ungkap Siti Muntamah memere sumangat.

    Siti juga meno'ong langsung masyarakat yang responsive, kerja gotong royong dalam pembangunan jembatan sementara. Mereka berasal dari berbagai daerah, ini memperlihatkan masyarakat Jawa Barat yang saling asah, asih dan asuh dan budaya gotong royong.

    Sementara itu, bantuan yang sudah diterima oleh para masyarakat terdampak berasal dari berbagai lembaga masyarakat, seperti, pakaian, makanan, serta vitamin. Beberapa masyarakat juga mendirikan posko, salah satunya “Posko Hangat PKS” di kecamatan Cidahu dan Kecamatan Cicurug. Bantuan berupa makanan, dan minuman hangat seperti, kopi dan teh dibagikan gratis untuk para pekerja yang membangun jembatan ataupun masyarakat yang terkena dampak,

    “Kami hadir disini sejak awal peristiwa banjir ini. Sehari setelah banjir tanggal 22 kami sudah mendirikan posko. Awalnya posko berada di kecamatan Cicurug, karena jembatan akses untuk ke kecamatan Cidahu masih belum dibangun kembali saat itu, setelah ada pembangunan jembatan sementara ini barulah kami mendirikan posko disini,” ujar Nia, penjaga posko bantuan. (Bobotoh.id/HR - FT : Aufa S)

    Ayo Dibeli