Teranyar

    Gomez Itu Artinya Pas Lagi Sayang-Sayangnya Terus Diputusin!

    13 December 2018 18:07
    Sebuah satir mendalam setelah Gomez diputuskan Persib Bandung. Ibarat orang pacaran, lagi sayang-sayangnya terus diputusin
    Kalao soal attitude mungkin Coach Luis Mila adalah yang tersabar. Hingga di akhir kontrak barulah dia ngeluarin unek-uneknya ke Uya Kuya , eh dunia maya maaf. Skip.

    Dibandingkan Gomez yang menjerit jerit ketika melihat keanehan di Liga Sirkus Indonesia. Bahkan ditimnya sendiri dia melihat seperti banyak penyakit akut terstruktur dan harus sembuh agar mampu menjadi yang ter-uno di Indonesia.

    Ieu Rame Lur:

    Persib Belum Akan Menangtoskan Pengganti Gomez!

    Siapa Layak Jadi Penggentos Gomez? Ini Kata Atep!

    Kalau soal attitude, apa bedanya Eze sama Bauman. Contohnya di pertandingan kemarin semua juga tahu karena live loh (issu Bauman akan di lepas musim depan).

    Manajemen sedang berjudi apakahmusim depan akan lebih baik prestasi nya di banding musim ini , di saat kerangka tim lain tinggalpenyempurnaan di musim berikutnya. Persib malah harus memulai kembali dari NOL.

    Itupun kalau dapat pelatih berkualitas. Kalau  tidak ya kita bisa berkaca pada kejadian musim 2017. Bagaimana mengerikannya nya musim itu.

    Ieu Rame Lur:

    Lebih Bangga Bila Anak Asuhnya Jadi Pemain Pro & Tembus Timnas!

    Ini Bocoran Sosok Pelatih Persib Mendatang!

    Jadi musim depan tidak ada bakalan yang ngeluh soal tempat latihan yang menetap dan fasilitas penunjang lain. Terutama pemilihan siapa line up juga kemungkinan akan bisa dibadamikan oleh 'Kitman' berwujud petinggi klub.

    Jadi musim depan juga pemain akan kembali ditentukan Manajemen bukan teknis dari pelatih. Bisa jadi juga ada pemain titipan kembali, mengingat Persib itu tidak butuh pelatih berkarakter melainkan pelatih yang manut sama keadaan yang freak.Terus juga mudah disetir untuk beberapa hal.

    Luis mila dan Gomez teruntuk kalian sepak bola Indonesia bukanlah tempat yang tepat untuk orang-orang seperti kalian. Kamipun tak tahu hal ini akan terjadi sampai kapan. Mulai dari nasional hingga klub kami sendiri memang masih jauh dari kata profesional.

    Semakin menguatkan opini bahwa di manajamen Persib memang ada penyakit nasional. Juga dari manajemen versi Jakarta ataupun Bandung, memang you know lah yang kadang sering berselisih. Entah itu memutuskan pelatih ataupun pemain.

    Mereka bertengkar untuk nilai branding klub, tidak peduli prestasi atau kemampuan si pemain ketika terlihat bagus hanya secara kebetulan. Sepertinya jika ia mampu beradaptasi dan cepat mendapat tempat di hati Bobotoh efek dari tidak adanya seorang scout talent di sebuah klub.

    Oh iya, bagaimana dengan kelanjutan pengelolaan Gede Bage yang sudah semakin tenggelam kabarnya? Berita sekretariat baru untuk Viking di areal Gede Bage juga hilang bak ditelan berita perceraian Gading-Gisel .

    Tiap tahun kita hanya berkutat dengan kalimat "kita mempunyai lahan di Gede Bage untuk Persib." Namun prospek yang ditunggu-tunggu hanya angin lalu.

    Selebihnya tiap musim selalu saja seperti ini. Gaduh dengan ketidakjelasan status pemain maupun pelatih. Terlalu naif jika hanya menaruh harapan dan tidak mengikuti perkembangan Persib yang kadang maju- mundur

    Kabari saya jika Persib sudah benar benar menuju profesional . Jika kontrak pemain lebih dari 2 musim artinya berjangka panjang semua agar dimungkinkan adanya transfer pemain tidak permusim, kemudian bongkar pasang lagi dan berganti.

    Kabari saya jika Persib sudah memiliki sarana yang sering dikeluhkan Gomez tiap latihan. Memiliki pusat pendidikan sepakbola bak Melwood Liverpool atau Lamasia Barca. Atau komplek stadion milik sendiri yang luas dan mempunyai rumput yang sangat bagus.

    Juga yang paling penting manajemen tiket yang telah mutahir jauh dari kata kerja Ca to the Lo.

    Kabari saya jika di dalam Stadion Persib memiliki kantin untuk membeli makanan ketika istirahat babak pertama.

    Memiliki tribun khusus suporter berkursi roda. Kabari saya juga ketika Persib sudah memiliki fasilitas pariwisata tour stadion bagi fans atau turis yang berkunjung.

    Jadi intinya musim depan tidak ada lagi yang protes tentang hal-hal yang sebenarnya membangun untuk klub, dan manajemen akan sangat senang dengan hal itu.

    Untuk prestasi yah kan balik lagi ke perjudian di depan. Jangan kan juara, untuk menyamai prestasi musim ini saja jika menilik peluang akan sulit bukan tidak mungkin namun tingkat keberhasilan
    dengan pelatih dan skuad baru maupun skema permainan baru akan sangat sedikit.

    Meskipun bobotoh harus terus optimis karena itulah tugas bobotoh memberi semangat. Walaupun kadang tidak sejalan dengan yang punya fulus dan kuasa di klub.

    Membaca berita Persib memutuskan kontrak Gomez, ketika bangun tidur tadi siang mengingatkan kembali pada saat lalu bangun tidur nerima BBM pacar minta putus. Meskipun malam sebelumnya bersuka cita dengan lolosnya Liverpool ke fase 16 besar, namun karena Persib adalah budaya dan jatidiri orang Sunda, nampaknya memberikan pengaruh dan stress tambahan untuk hari ini.

    Aku harap sih semua ini hanya drama dari lobi tingkat tinggi atau gertak terkait nilai kontrak Gomez dan Soler.

    "Apapun itu saya tetaplah Bobotoh, namun jika musim depan Persib tidak mampu jadi apa-apa mungkin juga kalah di 'arisan juara' sudah siapkah manajemen bertanggung jawab? "
    - Angga Alterego, Bobotoh



    Sebagai suporter selain terkurasnya rasa emosional ketika Persib berlaga apa yang kita dapat? Gelar juara? Oh tentu tidak kawan. Selama pengurus di federasi itu itu saja, kita hanya sedang
    mendukung kepalsuan.

    Merogoh kocek demi tiket untuk para mafia yang mahir men-setting arena. Toh kaka Rocky Putiray saja alumni Timnas sudah tidak pernah lagi menonton Liga indonesia.

    Kabari saya ketika Persib sudah menuju profesional. (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis oleh Angga Alterego yang berakun Twitter @prfromaga

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.


    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli