Teranyar

    Gomez: Tidak Mungkin In-Kyun Fight For Nothing!

    6 November 2018 21:58
    Oh In-kyun mendapat dua kartu kuning pada pertandingan melawan Bhayangkara FC, Sabtu pekan lalu 4/11/2018. Padahal Inkyun disikut oleh Alsan Sanda.
    Pelatih Persib Bandung, Roberto Mario Carlos Gomez beri tanggapan terkait kartu merah yang didapat Oh In-Kyun. Gomez mengatakan jika ia sangat mengenali karakter dari pemain asal negeri ginseng tersebut.

    Pada saat timnya berhadapan dengan Bhayangkara FC, In-Kyun sempat mengalami cekcok dengan Alsan Sanda. Jika ditinjau dari rekaman video, Alsan terlihat lebih dulu menyikut In-Kyun sehingga pemain asal Korea Selatan itu naik pitam.

    Ieu Rame Lur:

    Sanksi: Hikmah dan Pelajaran Musim Ini!

    Jam Pertandingan Persib vs PSMS Dimajukan!

    Gomez mengatakan jika kejadian tersebut tidak diawali oleh pemainnya. Bahkan pelatih berusia 61 tahun tersebut menuturkan jika Alsan Sanda layak mendapatkan kartu merah di laga tersebut.

    "Ya, kalian bilang soal kontrol emosi, tapi itu tidak mudah, karena itu dua kali (disikut), its ok jika ada pelanggaran, terus red card dan buat In-Kyun, tapi beberapa kali kita bilang hati-hati soal emosi, tapi ini soal lawan, this guy (Alsan Sanda), tidak mungkin In-Kyun fight for nothing," kata Gomez di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (6/11/2018).

    Ieu Rame Lur:

    Alhamdulillah, Persib Menang, Bobotoh Dapat Voucher Umroh!

    Selain Denda & Larangan Bermain, Komdis PSSI Meragragkeun Sanksi Pengurangan Poin!

    Pelatih berusia 61 tahun tersebut juga menilai dalam situasi yang In-Kyun alami sangatlah mudah terpancing emosi. Ia pun melihat siaran ulang dari kejadian tersebut, menurutnya Alsan Sanda lah yang memulai lebih dulu sehingga In-Kyun membalasnya.

    "Karena beberapa kali bisa mereka menahan emosi, tapi jika In-Kyun sampai bisa begitu karena apa? dan tidak ada yang berbicara soal itu, hanya ngomongin In-Kyun dapet dua kartu kuning, tapi engga ada yang lihat video saat itu," "
    - Mario Gomez, Pelatih Persib Bandung


    Memang di dalam pertandingan, seluruh pemainnya memiliki karakter yang berbeda. Tentu dalam kejadian tersebut diakui Gomez sangat sulit mengatur emosi setiap pemain.

    "Untuk emosi tentu (pemain emosi) tapi satu orang, buat ini (sikut) dua kali lalu pemain ngeblock (biar enggak kena) it's normal, tentu mengatur emosinya akan sulit," tambahnya.

    Selain itu ia menambahkan, sebaiknya In-Kyun bisa berpikir jernih terkait perlakuan Alsan Sanda kepadanya. Terlebih lagi masih ada wasit dan Komite Disiplin di lapangan yang nantinya memberi hukuman kepada pemain yang bersangkutan.

    "Tapi emosi lawan yang naik, kita tidak, kemudian akhirnya ini (nyikut lagi) itu bedanya, setelahnya keputusan hanya kembali pada wasit dan akhirnya komdis yang akan memutuskan," tutup Gomez. (Bobotoh.id/RCK)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli