Teranyar

    Harapan, Ratapan, Kemenangan

    11 November 2018 18:28
    Supardi terduduk lemas setelah Persib ditahan imbang PS TIRA di pertandingan awal Liga 1 2018
    Musim 2017/2018 merupakan musim menyakitkan bagi Persib. Masalah demi masalah saling bermunculan dari manajemen, pemain, dan pelatih sampai akhirnya Persib harus rela untuk menutup liga di zona hampir merah, peringkat 13. Namun Persib harus move on dan membuka lembaran baru di liga Musim 2018/2019.

    Persib akhirnya menemukan Sang Pelatih yaitu Mario Gomez. Pelatih berkebangsaan Argentina dengan segudang prestasi, salah satunya memberikan gelar juara Piala AFC kepada Johor Darul Ta’zim.

    Ieu Rame Lur:

    Selalu Jaga Komunikasi Dengan Pemain Diklat

    Peluang Juara Kian Menipis, Persib Tetap Optimis


    Bobotoh sa-alam dunya pun menaruh harapan serta kecemasan karena Coach Mario Gomez baru pertama kali berkarir di Sepak Bola Indonesia nu rumit.

    Kecemasan Bobotoh bermula saat perekrutan pemain seperti Oh In Kyun, Ghozali Siregar, Ardi Idrus, Jonathan Bauman, Eka Ramdani, dan Airlangga dan lain-lain karena dinilai kurang mampu mengangkat kembali kejayaan Persib.

    Ieu Rame Lur:

    Gomez : Tentunya Kami Akan Coba Untuk Meraih Kemenangan Lagi

    Agung : Kita Main 11 Lawan 14


    Kecemasan berlanjut ketika Persib gagal meraih kemenangan di Piala Presiden dan awal-awal liga. Namun perlahan kecemasan mulai berubah menjadi sebuah harapan. Persib berhasil bertengger di posisi satu dan menjuarai paruh musim.

    Supardi CS telah membuktikan dan memberikan harapan yang terang benderang kepada Bobotoh sa-alam dunya sehingga teriakan juara pun mulai bergema riuh di Stadion.

    Paruh musim liga berlanjut. Namun naas, harapan berubah menjadi ratapan. Diawali oleh pengeroyokan supporter Persija sampai meninggal oleh sekelompok oknum telah menodai suka cita kemenangan atas Persija. Setelah itu Persib dan Bobotoh menjadi pusat perhatian seluruh rakyat Indonesia.

    Ratapan yang sesungguhnya di mulai saat rentetan sanksi PSSI yang kamalinaan menghantam Persib. Pertandingan usiran, tanpa penonton, sanksi pemain, denda, sampai sanksi Panitia Pelaksana.

    Apalah daya, Maungku dicukur habis. Sedih , marah, dan teu puguh rarasaan yang saya rasakan juga Bobotoh sa-alam dunya. Harapan sirna untuk merebut gelar Juara.

    "Terlepas Juara atau tidaknya Persib, sudah sepantasnya kita menghargai sebuah proses. Proses dimana pemain, pelatih, dan manajemen terus optimis dan berjuang untuk mengakhiri sisa pertandingan dan menutup Liga dengan selamat sentosa."
    - Jani Krisnan Mohammad


    Persib akan selalu menang, Persib akan selalu juara di hati Bobotoh sa-alam dunya. Karena Kemenangan tidak hanya diukur oleh gelar, peringkat klasemen atau trofi. Sekarang mari kita akhiri musim ini dengan bacaan ALHAMDULILLAH. (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH)


    Ditulis oleh Jani Krisnan Mohammad yang berakun Twitter & Instagram @janikrisnan

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli